Kebumen News Berita features Budaya Kebumen dan sekitarnya

5 Juni 2016

Vihara Giri Pura Kalibatur Gelar Tri Suci Waisak 2560 BE

Filed under: Politik,Sastra — Tag: , , , — kebumenn @ 12:49 am

Kebumen News – Vihara Giri Pura Kalibatur menggelar perayaan Tri Suci Waisak 2560 BE Malam  Minggu bersama Bupati, di Vihara Giri Pura Kalibatur Giyanti Rowokele. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari FKUB Moh Dawamudin mendampingi Bupati Kebumen M. Yahya Fuad.

Selain di Rowokele peringatan Tri Suci Waisak 2560 BE juga dilangsungkan di sejumlah tempat. Mengangkat tema Indahnya Kebersamaan dalam Buddha Darma yang diwujudkan dalam Dharmasanti, peringatan ini diikuti oleh seluruh elemen umat Buddha. Waisak merupakan hari suci yang selalu diperingati oleh seluruh umat Buddha. Di India, hari Waisak disebut dengan hari Visakah Puja atau juga Buddha Purnima, di Tibet disebut hari Saga Dawa. Malaysia dan Singapura, serta Sri Lanka menyebutnya Vesak, dan Thailand menyebutnya Vesak, dan Thailand menyebutnya Visakha Bucha.

Hari raya Waisak ini diperingati umumnya jatuh pada bulan Mei, pada saat purnama sidhi atau terang bulan, untuk memperingati tiga peristiwa penting, yaitu lahirnya pangeran Siddharta pada tahun 623 SH, mencapai penerangan agung Pangeran Siddharta Buddha di tahun 588 SH, dan peristiwa wafatnya/parinibana Buddha Gautama di tahun 543 SH.

Menjelang hari raya Trisuci Waisak, digelar ritual pindapatta dengan memberikan dana berupa makanan pada para bhiksu/bhikkhu yang dilakukan oleh seluruh umat Buddha, degan tujuan memberikan kesempatan pada seluruh masyarakat yang ingin melakukan kebajikan.

Rangkaian berikutnya menjelang Trisuci Waisak ialah melakukan sila dan samadhi pada saat bulan purnama, di detik-detik mendekati puncak Waisak. Bulan purnama ini ditentukan oleh perhitungan falak, di mana bulan purnama terjadi dan memuncak di siang hari. Tahun ini, detik-detik purnama terjadi pada pukul 04.14.06 WIB dini hari. Ini merupakan 3 hal pokok dalam upacara khusus untuk memperingati hari Trisuci Waisak, yang kemudian diikuti dengan pradaksina, prosesi, dan berbagai acara seremonial lainnya.

Hari Waisak ini juga dimanfaatkan oleh umat Buddha untuk menghormati dan merenungkan segala sifat luhur dari tiratana yaitu Buddha, Dharma, dan Sangha. Kemudian memperkuat saddha atau keyakinan yang benar berdasarkan tekad, membina paramita atau sifat baik yang berasal dari para leluhur dan mengulang kembali segala kebaikan sang Buddha. (Kn.01)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Powered by WordPress