Kebumen News Berita features Budaya Kebumen dan sekitarnya

26 Mei 2016

Wirausahawan Muda Ini Buka Usaha Lintingan Rokok Untuk Hadapi MEA

Filed under: Tak Berkategori — Tag: , , , , , , — kebumenn @ 7:08 pm

Kebumen News – Harga rokok impor dan buatan pabrik yang semakin mahal membuka pikiran Mohammad Irfangi (32), salah seorang alumni dari Pondok Pesantren Riyadhatul ‘Uqul Nampudadi Petanahan untuk membuat rokok dengan harga terjangkau masyarakat. Dengan melihat potensi warga petani tembakau di wilayah Karanggayam, dan ibu-ibu rumah tangga yang waktunya senggang saat siag hari, ia membuka usaha lintingan rokok buatan local.

Dalam berwirausaha itu ia dibantu beberapa perempuan. Membuat lintingan rokok kretek bermerek Surya. Jiwa-jiwa wirausaha semacam inilah yang dibutuhkan dalam menghadapi era MEA. Ia berhasil membuka lapangan pekerjaan dalam levelnya.

Dalam sehari seorang pelinting yang bekerja untuknya bisa memproduksi 20 bungkus atau sekitar 240 batang. Per bungkus ia jual seharga Rp. 6000. Saat ini pemasaran ke daerah Urut Sewu ke arah barat. Animo masyarakat cukup bagus. Lintingan khas racikannya di buat dari tembakau Logandu dan tembakau Kebumen dengan campuran klembak halus, cengkih dan menyan.

Harapannya dengan membuka usaha lintingan rokok ini, ia bisa membuka lapangan pekerjaan usaha rumahan. Ia berhasil memanfaatkan tenaga ibu-ibu rumah tangga yang waktunya senggang di tetangga sekitar.

“Usaha ini sudah saya mulai sejak setahun lalu. Saya juga membat alat lintingan sederhana untuk membuat lintingan ini ia buat dari kertas yang biasa diseut Gendera. Harapan saya dengan membuka usaha lintingan ini saya dapat mebuka lapangan kerja untuk warga sekitar.” Tutur Irfangi sebagaimana ditirukan Sabit Banani pendamping kecamatan Buayan.

“Tetapi bagi wirausahawan yang baru memulai seperti Irfangi ini pasti menghadapi persoalan cukai yang tidak sanggup ia bayar. Bukannya difasilitasi agar berkembang dan meminimalisir rokok impor yang semakin menggila, kadangkala wirausahawan muda seperti ini bahkan di’tumpas’ atau di’habisi’ oleh Negara.” Tutur Sabit Banani yang juga aktifis LSM. (Kn.02)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Powered by WordPress