Kebumen News Berita features Budaya Kebumen dan sekitarnya

10 Desember 2015

Bupati Kebumen Wajib Dorong Ekonomi Pedesaan

Filed under: Opini — Tag: , , , , — kebumenn @ 12:02 pm

Barang atau produk luar negeri sudah merangsek dipenjuru 460 desa di Kebumen, sementara orang orang desa menjadi pasar bagi produk luar negeri. Terus apa yang dapat kita perbuat sebagai orang desa?. Terus bagaimana agar  tidak menjadi pasar bagi mereka.?. jawabnya orang desa harus bersatu. Tidak cerai berai, tidak adu domba, tidak membedakan perbedaan warna kulit atau warna pilihan politik dan warna-warna lainnya yang membuat pecah belah.

Bersatu untuk apa? Tentunya bersatu untuk menemukan ide gagasan, menggali potensi sekitar kita, dan gerakan membangun peradaban kebudayaan orang desa agar menjadi pelaku usaha serta punya alat produksi secara bersama-sama. Hal ini menjadikan solusi kita untuk membangun ekonomi.Baik yang diperantau yang tinggal di Kebumen bersatu mewujudkan kekuatan kit masing-masing mewarnai MEA (Masyarakat Ekonomi Asian) sebagai gerakan ekonomi pasar bebas dunia yang sudah mereka siapkan.

Orang-orang desa dengan berbasis kebersamaan, saling membantu, saling menghargai serta saling membesarkan antar sesama, sebagai jalan keluar sebuah kemenangan pasar bebas dunia. Abad Angka 2015 ini dalam kisah skenario mereka settingan perdagangan dunia, kiti sebagai orang desa ini akan menjadi konsumen/pembeli dan penikmat hasil karya mereka yang sudah menang dengan ilmu dan iptek serta kemajuan berpikir. Kita sebagai orang desa yang mempunyai kekuatan kebersamaan, teposeliro dan saling membantu akan menjadi sebuah jawaban. Yang mengerikan lagi adalah diciptakannya tenaga kerja atau buru- buruh untuk tercapainya kemakmuran misi peradaban.

Hal ini harus kita analisa dan bersikap nyata untuk menyelamatkan peradaban dan kekuatan orang-orang desa dengan tetap menjadi sebuah komunitas hidup yang lebih baik, makmur sejahtera dan adil, tanpa harus menunggu bantuan-bantuan atau program program yang tidak menyentuh dengan pembangunan peradaban orang-orang desa. Pesan politik ekonomi pedesaan ini menjadi kewajiban Bupati Kebumen 2015-2020. Semoga Bupati Kebumen bisa pro dengan ekonomi pedesaan terutama UKM yang di kelola orang orang desa. (Eko Wahyudi)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

9 Desember 2015

Harap Doorprize, Antusiasme Pemilih di Kedawung Cukup Tinggi

Filed under: Tak Berkategori — Tag: , , , , — kebumenn @ 2:53 pm

#Kebumen, #Pilkada, #Kebumen

Antusias pemilih Pilkada Kebumen cukup tinggi, hal ini mencerminkan warga Kebumen masih menginginkan iklim demokrasi hidup di Kebumen. Pantauan Kebumen News di lapangan, di TPS 11 desa Kedawung, Pejagoan pemilih sangat antusias (Rabu, 9/12)

“Dari jumlah DPT 627, terdapat 100 orang yang tidak hadir ke TPS karena merantau, surat suara yang tidak terpakai 124, surat suara rusak 1, suara sah 499. Ketua KPPS,TPS 11 Desa Kedawung, Pejagoan”  Tutur Hj. Lusi Sumartini mengatakan.  Demikian antusiasnya pemilih diTPS 11 ini sehingga jumlah kehadiran hampir 100 %. “Bahkan jika tidak mengikutkan data warga yang merantau, benar-benar 100%.” Sambungnya.

Salah satu cara meningkatkan partisipasi pemilih yang dilakukan Panitia adalah memberi doorprize untuk para pemilih sebagai cara agar warga menggunakan hak suaranya ke TPS. “Selain sering-sering diinformasikan, bahwa memilih itu berpartisipasi dalam pembangunan.”  Tutur Lusi panggilan akrabnya disela-sela persiapan penghitungan suara.

Sampai pukul 12.45. berita ini di turunkan belum diketahui hasil perolehan suara.Terlihat panitia KPPS, saksi, keamanan dan warga sebagai pemilih tengah menunggu hasil penghitungan. (Bwk)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Beginilah Jika Punokawan Menjadi Petugas KPPS

Filed under: Tak Berkategori — Tag: , , , , , — kebumenn @ 2:34 pm

#Kebumen #Pilbup

Pemilihan Bupati serentak di seluruh Indonesia menyimpan kreatifitas petugas KPPS, termasuk mengenakan kostum Punokawan, wayang yang suka menghibur terdiri dari Semar, Petruk, Gareng dan Bagong.

Dengan berkostum Punokawan Pilbub di Desa Plumbon Karangsambung terlihat berbeda, TPS 03 yang menempati area Pasar Plumbon tepatnya di dukuh Gligak, para anggota KPPS mengenakan kostum Punokawan. Ide kreatif ini muncul untuk memberikan sesuatu yang berbeda, dengan harapan mampu mengurangi angka golput. Seperti yang diungkapkan olek ketua KPPS Bapak Julifan Agus Supriyadi yang berprofesi sebagai Guru bahasa Inggris di SMP Negeri 2 Karangsambung saat waktu istirahat.

Kostum sewaan yang berasal dari swadaya warga, terbukti mampu mendongkrak minat warga untuk menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut. “ Dulu yang hadir tidak sebanyak ini mas, tapi dengan adanya gareng, petruk, semar dan kawan-kawan mereka tertarik datang ke TPS”, imbuh Guru yang akrab di panggil Pak Julifan.

“Unik dan menarik ketika harus mencoblos tetapi para petugas mengenakan kostum wayang, terlihat lebih familiar dan tidak terlihat kaku malah kesanya lucu mas ”, Ungkap Ibu Siti setelah keluar dari melepaskan kewajibanya sebagai pemilih. Bukan hanya Ibu Siti, semua warga pun merasa terhibur dengan ide kreatif memang jauh-jauh hari sudah dipersiapkan oleh anggota KPPS dukuh gligak. Terlihat dari tata ruang TPS yang penuh dengan dekorasi tanaman hias.

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Powered by WordPress