Kebumen News Berita features Budaya Kebumen dan sekitarnya

8 Oktober 2016

Bupati Kritik KLH Mengenai Pengolahan Sampah

Filed under: lingkungan — Tag: , , , , — Puji Sugianto @ 12:15 am

Kebumen >> Kekecewaan Bupati Kebumen Ir. M Yahya Fuad, SE setelah mendengar paparan evaluasi oleh Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Ir. Mas Herunoto dalam Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Adipura. Dalam kesempatan tersebut Bupati Kebumen juga menyampaikan permasalahan kebersihan merupakan masalah semua pihak maka dari itu beliau mengajak untuk menyelesaikannya secara bersama.

“Adipura hanyalah sebagai simbol yang lebih utama adalah kota Kebumen menjadi kota yang bersih, nyaman dan rapi.” Ungkap beliau.

Bupati merasa kecewa mengapa pengolahan sampah menjadi biang penilaian terburuk Adipura 2016. Kritikan Bupati kepada Kantor Lingkungan Hidup (KLH) mengenai pengolahan sampah yang kurang maksimal dan terkesan tidak diperhatikan.

“Ini Kepala kantor paham ga cara mengolah sampah.”Ujar beliau kepada KLH disela-sela Rakor.

“Penilaian pengolahan sampah kantor dinas Bupati 70 dan 72.” Imbuh beliau.

Bupati juga menyarankan menggandeng LSM untuk mengelola sampah yang ada di kantor Dinas. Seperti yang sudah dilakukan kelurahan Kebumen, mampu mengelola bank sampah untuk membayar pajak bumi dan bangunan.

Permintaan Bupati untuk kembali menggelar Rakor dengan paparan perbaikan evaluasi hasil Rakor hari ini, Jumat(7/10/16). Rakor akan digelar kembali pada taggal 15 November 2016. (Kn07)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

5 Juni 2016

Beginilah Cara Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Filed under: Berita — Tag: , , , — Sabil Bili @ 5:17 pm

kebumen >> Kutowinangun-Banyak cara yang dilakukan masyarakat dalam menyambut bulan suci ramadhan 1437 H.  salah satunya kegiatan yang dilakukan oleh Karang Taruna “Karya Muda Bakti” desa Karangsari Kecamatan Kutowinangun Kebumen yaitu lomba memancing dan bakti lingkungan, Minggu (05/06/2016).  Lomba memancing digelar di sungai yang berada di desa Karangsari. Masyarakat pun sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, terbukti 250 peserta dari berbagai kalangan baik dewasa maupun anak-anak turut serta dalam lomba memancing tersebut. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh duta lingkungan Kebumen Neneng.

Menurut kepala desa Karangsari Muhammad Daryanto diadakannya lomba memancing tidak hanya untuk seru-seruan saja tetapi  tentunya memiliki tujuan positif. “tujuan diadakan lomba memancing untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga lingkungan” tegas Muhammad Daryanto.

Daryanto berharap dengan kegiatan tersebut dapat mencegah tindakan yang dapat merusak ekosistem ikan seperti penyetruman ikan meracuni ikan. “harapannya masyarakat tidak lagi melakukan penyeruman ikan dan meracuni ikan” ujar Daryanto.

Dalam kesempatan itu kepala desa juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. “bulan suci ramadhon besok bisa dijadikan titik awal kita untuk lebih peduli dengan lingkungan” imbau Kepala desa Muhammad Daryanto.

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

21 Desember 2015

Moratorium Ijin Tambang Karst di Jawa, Seriuskah?

Filed under: Nasional — Tag: , , , , , , , , , , — kebumenn @ 6:49 pm

“Untuk izin-izin baru di Pulau Jawa di kawasan karst saya akan usulkan untuk dimoratorium dulu. Sambil kita dalami secara keseluruhan”

Begitu lah pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang disambut tepuk tangan riuh ribuan warga Desa Sikayu Buayan (19/12). Di Sabtu yang cerah itu Siti Nurbaya Bakar beserta para pejabat setingkat Dirjen di bawah Kementeriannya memang menggelar dialog dengan masyarakat di kawasan karst Desa Sikayu, Buayan. Sebelumnya, rombongan ini mengadakan peninjauan lapangan di lokasi Kalisirah di pedukuhan Karangkamal, desa Sikayu.

Di lokasi Kalisirah memang terdapat aliran sungai yang keluar dari gua yang terhubung dengan Gua Candi dan Gua Pucung melalui sistem hidrologi unik di dalam perut pegunungan karst Gombong selatan. Aliran air yang tak pernah putus debitnya ini, dimanfaatkan penduduk untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendasar sehari-hari. Tak heran jika di lokasi ini terdapat jajaran pipa paralon berbagai ukuran, karena disamping untuk kebutuhan domestik rumahtangga, juga untuk mengaliri kolam-kolam usaha perikanan; bahkan dibangun pula jaringan irigasi pertanian.

Pernyataan Siti Nurbaya Bakar di akhir tahun 2015 ini cukup melegakan warga yang sepanjang tahun gencar melancarkan penolakan terhadap rencana operasionalisasi pt. Semen Gombong yang akan mengeksplorasi batuan karst, termasuk karst terumbu yang masuk kategori K-1 dan merupakan ekosistem karst yang dilindungi regulasi tentang Kawasan Bentang Alam Karst Gombong Selatan.

Rintisan awalnya dimulai dengan pembentukan forum informal. Sampai akhirnya gerak penolakan ini diorganisasikan dalam wadah Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (PERPAG). Pada akhir September 2015 lalu, PERPAG mengawali langkah politik organisasi kerakyatannya dengan mengirimkan Petisi Penolakan Tambang Semen ke Presiden dan kementerian terkait.

Sebulan setelah ini (29/10) PERPAG bergerak ke Semarang guna melancarkan aksi Penolakan Amdal pada Sidang Kajian Amdal pt. Semen Gombong di Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah. (Kn/04)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

31 Oktober 2015

Rakyat Inginkan Calon Bupati Tak Rusak Lingkungan

Filed under: Politik — Tag: , , , — kebumenn @ 8:35 pm

#Lingkungan #Bupati

[one-third-first][K]elestarian lingkungan mutlak wajib menjadi prioritas program calon Bupati. Agar genersi ini mewariskan alam ini masih layak disebut alami kepada generasi berikutnya.[/one-third-first]
[two-thirds][/two-thirds] Calon yang terbukti merusak lingkungan tidak dikehendaki oleh rakyat.

“Penambangan batu dan pasir di sungai yang tidak mempedulikan kemungkinan erosi , merupakan salah satu bentuk perusakan lingkungan, layaknya rakyat tidak usah pilih calon yang rusak lingkungan seperti ini.” Tutur Hidayat warga Pejagoan.

“Tuntutan sederhana ini mengemuka karena dikhawatrkan calon yang diduga merusak lingkungan akan masuk ke pendopo dan mengeluarkan kebijakan yang semakin merusak alam apabila terpilih nanti.” Pungkasnya.

Maka dalam hal ini selayaknya ada kontrak politik yang ditandatangani semua calon untuk berjanji tidak akan mengeluarkan kebijakan yang mendukung perusakan alam. Hal ini semata-mata karena agar generasi yang akan datang sedapat mungkin masih mengenal hutan, sungai dan kondisi alam yang asli. (Diolah dari berbagai sumber)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Powered by WordPress