Kebumen News Berita features Budaya Kebumen dan sekitarnya

30 Oktober 2016

Talud Ambrol Di Logandu Makin Parah, Air Sungai Masuk Ke Pemukiman

Filed under: Rescue — Tag: , , — kebumenn @ 9:56 am

Logandu, Karanggayam >> Akibat hujan deras Sabtu (9/10), talud jalan raya Desa Logandu tepatnya Dukuh Jombor ambrol sepanjang 25 – 30 meter.
“Kalau terjadi hujan deras dikhawatirkan luapan sungai akan menggenangi rumah warga dan badan jalan ikut longsor dan akses tranportasi menuju desa-desa di Kecamatan Karanggayam timur terganggu, termasuk akses anak sekolah baik yang ke SMKN 1 Karanggayam, maupun yang ke SMP/MTs.” Tutur Mardiadi warga Logandu.

Talud jalan di Desa Logandu Rt. 01/03 Kec. Karanggayam dibangun oleh DPU Kabupaten Kebumen, akibat hujan yang terjadi susul menyusul membuat longsoran/ambrolnya talud semakin parah. Di samping longsornya jalan DPU yang menghubungkan Karanggayam bagian timur dan akses anak sekolah, runtuhan talud yang berfungsi juga untuk membendung sungai gebang mengakibatkan banjir dari sungai meluap ke pemukiman warga.
“Mohon kepada pihak terkait, syukur bupati Mohammad Yahya Fuad berkenan meninjau dan segera menindaklanjuti.” Harap Mardiadi. (Kn.01)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

1 Februari 2016

Oygito dan Lagito, Oyek Praktis dan Higenis Dari Giritirto

Filed under: Kuliner,Nasional,Suara Warga — Tag: , , , — bram @ 2:55 pm

[K]ecamatan Karanggayam salah satu desa di ujung Kebumen berbatasan dengan Banjarnegara. Salah satu hasil bumi yang melimpah dan belum diolah maksimal adalah pohung (singkong). Untuk meningkatkan nilai jual dan memanfaatkan hasil bumi yang ada di sekitar rumahnya masyarakat Giritirto memunculkan produk Oygito dan Lagito. Oygito merupakan singkatan dari Oyek Giritirto dan Lagito singkatan dari Lanting Giritirto.

Setelah sukses memproduk Lagito masyarakat desa Giritirto kemudian membuat Produk Oygito (Oyek Giritirto). Sejak lama oyek yang dibuat di Desa Giritirto telah dikenal di daerah Kebumen sebaga oyek kualitas bagus. Karena butirannya yang lembut, baik dan bersih. Namun selama ini oyek tersebut dijual kiloan saja. Belum dikenal packing dan branding untuk meningkatkan nilai jual produk.

Dari pertemuan dengan mahasiswa dan gagasan masyaakat sendiri bermaksud mengubah kondisi selama ini. Hal tersebut kemudian digarap menjadi Oygito (Oyek Giritirto) yang dipacking dengan higienis dan praktis.

Dari pemetaan tersebut muncullah program pengolahan hasil tersebut sehingga lebih bernilai jual. Para ibu rumah tangga dikumpulkan untuk mengikuti pelatihan pembuatan lanting bumbu aneka rasa. Hasilnya kemudian dipacking menjadi nama Lagito (Lanting Giritorto).

Kedua produk tersebut dipamerkan dalam acara Penarikan KKN IAINU Kebumen yang diselenggarakan di Balai Desa. Menurut Widi mahasiswa KKN, munculnya dua produk tersebut bermula dari hasil pemetaan masyarakat beserta KKN atas potensi singkong yang luar biasa yang berada di Desa Giritirto. Oleh karena itu KKN IAINU Kebumen bersama msyarakat bermaksud mengolahnya lebih baik dan pratis. Maka muncullah ide untuk dikemas dan di buat lebih menarik untuk dipasarkan dengan mengunakan label dan berizin.

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Powered by WordPress