Kebumen News Berita features Budaya Kebumen dan sekitarnya

4 September 2016

Sheryl Sheinafia Tampil Memukau di Smada Art Fest #10

Filed under: Seni — Tag: , , , , — bram @ 8:11 pm

Smada Art Fest #10 mengambil tema Voltension yakni pentas seni dengan konsep dasar masa depan serta penciptaan akan sumber energi listrik. Mereka mengibaratkan acara pentas seni ini sebagai laboratorium untuk menciptakan inti energi listrik yang akan menghidupkan seluruh dunia. Disusun dengan kreatif, fresh, dan inovatif, Smada Art Fest #10 menawarkan sesuatu yang baru sebagaimana belum pernah pentas seni SMA lain berikan.

Acara ini diadakan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) pada 03 September 2016, dengan audience mencapai 2.500 penonton dari semua kalangan yang hadir. Bentuk utama dari event ini merupakan main stage dengan dekorasi selayaknya berada di laboratorium masa depan. Dengan dibalut atmosfer penelitian dan pembuatan energi listrik dalam sebuah laboratorium, Smada Art Fest #10 akan menyuguhkan bintang tamu yang mampu menghibur tiap kalangan.

Guest star yang tampil dalam acara ini adalah Illona, Silampukau, dan Sheryl Sehinafia. Sheryl Sheinafia, artis yang sedang naik daun berkat perannya yang bagus dalam film Koala Kumal dengan sutrada Raditya Dika dan dengan soundtracknya yang berjudul Kedua Kalinya membuat dirinya semakin dikenal oleh banyak orang. Sheryl perform satu jam pada 22.30 hingga 23.30 membawakan cover dari beberapa lagu hits mancanegara dan dua lagu andalannya, Kedua Kalinya dan Kutunggu Kau Putus.

Dengan busana yang trendy, murah senyum, dan nada suara yang indah, penonton dibawa terhanyut mengikuti nyanyian Sheryl. Penonton diajak bernyanyi dan menyalakan flash handphone untuk menghidupkan suasana menjadi begitu indah dengan kerlap kerlip cahaya yang menghiasi PKKH UGM.  Tema Voltension dirasa sesuai dengan kehadiran Sheryl yang membuat ‘energi listrik’ dalam performanya diatas panggung.

Laporan Wartawan #Rezafa

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

29 Agustus 2016

Tampil Elegant dan Glamour dengan Shabaro Batik Tenun Vi Balikpapapan by Zuebarqabenz

Filed under: Nasional — Tag: , , , , , , , , , , — bram @ 11:09 pm

Jogja >> Shabaro Batik Tenun Vi Balikpapan menjadi penutup dari acara Jogja Fashion Week yang dilaksanakan pada 24-28 Agustus 2016 di Jogja Expo Center. Dalam acara yang berakhir pada hari Minggu (28/8), ada Carnival Jogja Fashion Week dan Men Show ‘Country Code’. Terinspirasi dari cerita legenda negara Eropa dengan kesatria-kesatria yang mempunyai jiwa semangat dan rasa sosial yang tinggi serta kesabaran dalam perjuangannya membela kebenaran. Pada event Jogja Fashion Week 2016 kali ini Batik Tenun Vi kembali berkolaborasi bersama Zuebarqabenz masih dengan etnik kontemporer mengangkat batik dan tenun motif khas Balikpapan.

Sepuluh outfit yang akan di showkan dirancang oleh designer ZuebarqaBenz dimana pada desainnya kali ini menampilkan men’s wear collection dengan gaya masculin, elegant, glamour namun tetap modern dengan cutting patchwork dengan motif-motif etnik kontemporer yaitu dengan menggabungkan motif Batik Jahe dan Tenun Badong Tencep yang unik dan khas Kalimantan Timur. Dipadu dengan beberapa bahan dari katun polos dan bercorak dengan warna-warna yang cerah yan tetap menjadi ciri khas Batik Tenun Vi Balikpapan.

Laporan Wartawan #Rezafa

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

21 Agustus 2016

Fashion on the Street: Designer Muda yang Peduli Fashion Jogja

Yogya >> Fashion on the Street 2016 merupakan perhelatan tahunan yang telah terselenggara untuk keempat kalinya yang menampilkan presentasi karya designer muda dan designer-designer yang peduli terhadap masa depan fashion di Jogja khususnya. Acara ini bertempat di Prawirotaman pada 20 Agustus 2016, dimana Prawirotaman adalah sebuah tempat sentral pariwisata yang banyak dilirik dan diminati oleh wisatawan mancanegara.

Acara ini menampilkan rancangan-rancangan busana dari designer Lia Mustafa dan Klamb?, yang terdiri dari Mgs. M. Brilliant Hidayah, Lanny Amborowati, Tofa Anglo, dan Ayu Ghia Sugandi. Dengan koreografer dari Rony Billiardo, dan penampilan dari guest designer Lenny Agustin. Lenny Agustin dikenal sebagai designer internasional yang sangat peduli dengan budaya dan craft Indonesia, yang baru saja menggelar karyanya di Paris dan London, dan memberi pendampingan di Lampung.

Acara ini dihiasi oleh penampilan tari edan-edanan dari Tiara Kusuma sebagai opening dance, dan juga ada DJ Performance dari FDJ Emillia, DJ Randy Eka, dan tarian dari Bala Maharddhika. Setelah perhelatan di Prawirotaman usai, mereka menyelenggarakan acara terusan yang berlokasi di Main Atrium Hartono Mall pada malam harinya sebagai rangkaian acara dari pameran foto Alkisah, Rio Motret.

Laporan Wartawan #Rezafa

Editor : Redaksi

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Fashion on the Street: Menguasai Pasar Ready to Wear

Jogja >> Lia Mustafa, selaku penggagas event Fashion on the Street yang juga merupakan Ketua Indonesia Fashion Chamber DIY, mengatakan bahwa tahun-tahun yang lalu bagi sebagian masyarakat fesyen di jalan masih dikucilkan, tapi sekarang banyak sekali bermunculan, ini mengidentifikasikan bahwa presentasi di jalan sudah tidak dinilai tabu lagi. Beliau menambahkan, ini saatnya bagaimana mengemas fesyen untuk lebih bisa dinikmati oleh market yang kita tuju, dan bisa disosialisasikan secara benar dan baik bagi desainer fesyen di Jogja.

Tema dalam Fashion on the Street yang digelar di Prawirotaman (20/8) adalah merajut batik. Seperti yang kita ketahui, batik merupakan budaya dan craft Jogja yang sangat tinggi nilainya, apalagi Jogja sudah didaulat menjadi kota batik dunia. Batik merupakan budaya yang telah lama berkembang dan dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sedangkan, rajut merupakan kerajinan tangan ‘merajut’ yang pekerjaannya membutuhkan proses yang mengasyikkan dan penuh ketelitian serta ketekunan. Namun dewasa ini, rajut diproduksi dengan teknologi pabrik. Perpaduan batik dan material rajut justru membangun sebuah inovasi-inovasi baru yang kekinian, serta menambah rasa percaya diri karena style dan trend sangat inspiratif untuk gaya anak muda zaman sekarang.

Kemudian, Lenny Agustin, yang merupakan guest designer, menyimpulkan bahwa generasi desainer yang baru kalau bisa menguasai pasar ready to wear, karena pasar ini dinilai lebih besar daripada produk-produk asing yang memasuki pasar Indonesia. Kedepan beliau berharap agar di Tanah Abang, di Pasar Senen dan yang lainnya, hasil desainer Indonesia lebih bisa dinikmati, bukan dari pengusaha lain yang mencontek dan melakukan persaingan tidak sehat karena sedikitnya fashion designer yang bermain disana.

Dalam acara yang terselenggara ini, Lenny Agustin membawakan tema ‘Artisanal City’ dari Lennor. Tema ini menceritakan sebuah kota imajinasi di masa depan, yang dibangun dan dihuni oleh kaum urban yang artistik, pecinta seni, walaupun memiliki teknologi yang tinggi namun tetap menyukai hal-hal yang dibuat dengan tangan (handmade). Hiruk pikuk kota yang penuh warna, modern, sibuk, serba cepat, namun riang dan bebas berekspresi. Gedung-gedung dengan garis yang unik, coretan-coretan karya seni di dinding, dan barang-barang buatan tangan berpadu dengan teknologi, menjadi inspirasi dalam koleksi busana Lennor kali ini. Total jumlah busana yang ditampilkan adalah 10 set yang terdiri dari 7 busana wanita dan 3 busana pria.

Selain itu juga tampil dari Klamb?, Ayu Ghia Sugandhi dengan pembawaan tema vigilant ‘Let’s Workout’, Lanny Amborowati dengan urban modest style ‘Street Style’, Tofa Anglo dengan vigilant dan digitarian ‘Pokemon Ku’,dan Mgs. M. Brilliant Hidayah dengan permainan anak-anak tradisional tempo dulu.

Laporan Wartawan #Rezafa

Editor : Redaksi

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Older Posts »

Powered by WordPress