Kebumen News Berita features Budaya Kebumen dan sekitarnya

28 Maret 2016

Hipnoterapi Religi, Ingat Salah Pada Orang Tua dan Guru, Bangkitkan Semangat Belajar

Filed under: Pendidikan — Tag: , , — kebumenn @ 8:51 pm

Kebumen News – Mata sembab mewarnai semua mata siswi dan siswa MA Salafiyah yang baru keluar dari ruang laboratorium, tempat para siswa it mengikuti training motivasi dari Hendri Unduh Nurmawan. Dari jumlah peserta 73, tidak ada siswa yang tidak sembab matanya sekeluar dari ruang laborat. Saat ditanya guru, mereka langsung meminta maaf kepada guru tersebut.

Tujuh puluh tiga siswi kelas XII MA Salafiyah Wonoyoso Kebumen ini mengikuti pelatihan motivasi hadapi Ujian Nasional (UN). Meskipun UN tidak seperti yang selama ini menjadi beban atau momok ketakutan para siswa tetapi UN tetap penting untuk pemetaan. Kepala Madrasah Hamdan Habib Haidar, ShT.I Kepada Kebumen News mengat atakan, “Pelatihan motivasi ini untuk mempersiapkan mental dan spiritual siswa menghadapi UN. Selain itu sebagai media membekali agar perilaku dan etika siswa menjadi baik, menghormati orang tua dan guru serta semangat belajar siswa untuk menghadapi UN.” Tutur Hamdan Habib Haidar.

Harapannya pelatihan ini menghasilkan produk pendidikan berkarakter serta berkualitas dan bermutu. Selain itu, motivasi terbukti berhasil memperbaiki etika, budaya sopan santun, berkepribadian siswa baik di kelas maupun masyarakat. Serta yang penting lagi kepada kedua orang tua di rumah. Doa dan dukungan kedua orang tua sangat vital untuk menuju keberhasilan anak meraih prestasi.

“Training yang menghadirkan motivator Hendri Unduh Nurmawan dari MPSDM Kebumen ini membuat kami mengingat jasa orang tua dan guru-guru kami. Kami semua menangis, menyesal dan terharu.” Tutur Wakhidatun Zuhriyah siswa kelas XII.

Hendri sang motivator menjelaskan tujuan motivasi yang disampaikan “Kami ingin memberikan semangat belajar kepada siswa siswa untuk lebih giat belajar, untuk menghadapi UN. Dengan metode ceramah. Pada pelatihan motivasi di Aula MA Salafiyah ini diikuti 73 siswa kelas XII, pemutaran video serta permainan kepada siswa dengan hipnoterapi berbasis religi\Motivator hipnoterapi berbasis religi”. Tutur Hendri

Hendri menambahkan “Training ini untuk mengenal jatidiri, sampai tahu siapa diri siswa, karena termotivasi seluruh siswa menangis. Ketika motivator memberikan sentuhan hati siswa agar muncul sikap berbakti pada orang tua yang sudah berjuang mendidik dan membiayai sekolah.kemudian para siswa terus menangis merasa berdosa untuk memperbaiki diri.setelah itu motivator juga menyarankan agar ibu bapak guru disekolah perlu dihargai dan dihormati..” Tutur Hendri yang menyarankan siswa untuk menyalami satu persatu semua dewan guru MA Salafiyah Kebumen dan berharap hal yang sama ketika di rumah untuk cium tangan kepada kedua orang tua. Pelatihan ini memberikan persiapan mental yang akan dilaksanakan sebulan lagi. UN dengan berhasil pelatihan ini juga memberikan pencerahan sikap dasar etika siswa yang baik disekolah, masyarakat dan keluarga. (Mustolih)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

28 Desember 2015

Sering Dipandang Sebelah Mata Tetangga, Sumiarto Bangga Anaknya Berhasil Cumlaude

Filed under: Berita,Pendidikan — Tag: , , , , — kebumenn @ 4:40 pm

Kebumen – Di antara 295 wisudawan/i, orangtua dan famili yang memadati acara Wisuda Sarjana/Pascasarjana IAINU di meeting-room Meotel Jl A Yani Kebumen (28/12) itu; hadir Sumiarto (83 th) bersama istri untuk menyaksikan anak putrinya diwisuda. Reniyati, wisudawati Prodi PGMI IAINU berusia 23 tahun, peraih cum-laude yang tak pernah tinggal kelas di semua jenjang pendidikan formal sebelumnya; nampak semringah seusai upacara wisuda.

Kepada KebumenNews Sumiarto menyampaikan rasa haru dan bangganya atas prestasi akademik yang diraih putrinya. Sebagai petani dari Dukuh Semingkir, Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang Purbalingga; lelaki ini mengaku betapa ia sering dipandang sebelah mata oleh para tetangga yang membanggakan kekayaannya.

Bandha kula namung anak, syukur kula menawi gadhah anak sugih ngilmu (Harta saya hanya anak, saya bersyukur kalau punya anak yang kaya ilmu)”, cetusnya jujur tapi filosofis sekali.

Saat ditemui KebumenNews seusai wisuda, Reniyati bahkan menyampaikan harapannya untuk dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi lagi. Meskipun hal itu berarti keluarga ini harus menghimpun biaya sebagai konsekuensinya. Bagi keluarga petani luar daerah ini, setelah pendidikan keluarga, maka pendidikan formal dipandang sebagai masalah yang penting. Atau bahkan suatu investasi moriil yang mendekatkan capaian cita-cita sebuah keluarga.

“Harapan saya, Pemkab Kebumen dan Purbalingga membuka lowongan CPNS di tahun 2016 ini”, demikian Reniyati mengakhiri perbincangannya. (Kn/04)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Powered by WordPress