Kebumen News Berita features Budaya Kebumen dan sekitarnya

4 Juni 2016

Asyiknya Sensasi Hidup Di Perut Bumi

Filed under: Tak Berkategori — Tag: , , , , , — kebumenn @ 12:58 am

Kebumen News – Motor yang kami naiki kini telah sampai di tempat parkiran area wisata. Area wisata yang masih alami hingga mengisahkan kesan sekilas hanya seperti parkiran  pada umumnya. Kami se rombongan cukup kaget juga karena tak ada petugas parkir. Namun tampak seorang wanita setengah baya menyuruh kami se rombongan untuk memarkirkan motornya di tempat yang telah di sediakan. (kamis, 2-06-16)

“Silahkan istirahat terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam goa mas mba ” itulah sambutan hangat yang diberikan oleh masyarakat sekitar membuat kami se rombongan cukup betah berada di tempat ini. Kami tak langsung masuk ke goa namun beristirahat di rumah warga sambil ramah tamah dan juga menikati alam sekitar goa. Menempuh jarak menju lokasi yang cukup jauh membuat kami harus mengisi tenaga agar kami sampai di tujuan.

Parmin selaku ketua pemandu langsung menyambut kami dengan penuh hangat. Kami se rombongan melakukan ramah tamah sekalian di beri arahan dalam melakukan perjalanan nantinya. Kagum, takut, penasaran, waspada itulah perasaan yang kami rasakan. Namun melihat uraian dari pemandu yang cukup paham dengan medan membuat kami se rombongan menjadi lebih nyaman dan siap memasuki area goa.

Sebelum melakukan perjalanan kami diutamakan untuk melakuan pemanasan yang diarahkan oleh pemandu goa barat. Hal ini sangat perlu dilakukan agar urat dan saraf kami tak kaget karena akan melakukan perjalan yag cukup jauh. Kami se rombongan dengan patuh mengikuti arahan yang telah dianjurkan oleh pemandu wisata. Menjadi kewajiban bagi manusia yang mempunyai agama untuk berdoa terlebih dahulu supaya selamat.

“Silahkan berjalan dengan tenang dan nikmatilah wisata yang ada “ suara yang dering terdengar dari salah satu pemandu.

Kami melangkahkan kaki menelusuri jalan setapak yang baru saja di perbaiki. Jelas tampak sekali jalan ini baru di perbaiki karena kayu yang menjadi peringatan masih terpampampang dengan jelas di samping jalan.

“Kami sepakat untuk sampai di air terjun yang tingginya mencapai 30 meter” itulah kata yang menjadi pedoman kami se rombongan dalam melakuan perjalana ini. Kami serombongan berjumlah 13 orang terdiri dari 5 perempuan dan 8 laki laki ditambah dengan 4 pemandu wisata..

Pintu masuk goa ini tak seperti umumnya goa pada umumnya karena berdiameter kurang lebih tinggi 2 meter dan lebar 1,5 meter . Awalnya saya tak percaya jika lubang ini merupakan pintu masuk goa yang konon katanya tembusan goa ini sampai di pantai karangbolong. Kami masuk penuh dengan hati berdebar karena baru pertama kalinya. Jalan setapak yang baru saja di buat sedikit membantu kami agar tak terjadi apa- apa. Kami masuk ke dalam bawah tanah yang mungkin kedalamanya ada 100 meter. Di sekililing awal masuk ada bantuan cahaya dari lampu listrik tentunya juga membantu kita se rombongan. Kami cukup kaget dengan adanya anakan sungai yang mengalir didalam goa ini.

Dalam perjalan indra mata kami sangat dimanjakan oleh lukisan batu stalakmid yang begitu mempesona. Selain dari itu hasil dari karya alam yang taka da duanya menambah ketakjuban kami se romongan. Tak sampai di situ saja beberapa anakan air terjun sering kami jumpai. Hingga di ujung perjalanan kami terhentikan oleh pemandangan dari karya alam yakni air terjun yang tingginya mencapai 30 meter.

Kini badan kami merasakan kelelahan yang lumayan karan telah melakukan perjalan kurang lebih tiga jam unutk sampai di puncak perjalanan ini yakni di air terjun yng tingginya 30 meter. Kami hanya diam sambil takjub dan terharu dari semua ciptaan tuhan. Sungguh sangat disanyagkan jika warisan alam tak samapi pada anak cucu kita unutk menikmatinya.

Lelah kami benar – benar terobati dengan suguhan alam yang mempesona bagi panca indra yang melihatnya. Ingin rasanya berlama – lam di tempat ini namun tak mungkin juga mengingat jarak tempuh yang cukup jauh. Kami serombongan akhirnya dapat keluar dengan selamat setelah menemmpuh waktu kurang lebih 2 jam perjalan keluar. ( A-42)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

27 Mei 2016

Menggagas Keterbukaan Budaya Masyarakat Jatijajar Dengan Kampung Inggris

Filed under: Wisata — Tag: , , , , — kebumenn @ 10:55 am

Kebumen News – Niat pemerintah Kabupaten Kebumen untuk membuat kampung Inggris dan Arab rupanya serius. Hari ini digelar sosialisasi pembentukan kampung Inggris di Balaidesa Jatijajar. Hadir membuka sekaligus mengarahkan Wakil Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz. (27/5).

Kampung Inggris ini mengadopsi konsep kampung Inggris Pare Kediri. Hampir seluruh warga di desa Pare Kediri mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Bahkan rumah-rumah di sana menjadi ‘pesanggrahan’ para pelajar dari jauh yang tengah mendalami bahasa Inggris. Kedatangan pelajar dari jauh ini para tentu secara ekonomi menghidupakn warung makan, transportasi dan jajanan di kampung Pare Kediri.

Konsep ini dipandang penting karena Jatijajar, terdapat goa alam yang memiliki stalagtit dan stalagmit bagus, dan merupakan salah satu lokasi wisata yang layak dilihat wisatawan asing. Maka dibutuhkan kemampuan warga desa Jatijajar untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Meskipun untuk mendatangkan turis asing, dibutuhkan keterbukaan terhadap budaya mereka dari warga lokal. Mereka akan datang dengan sendirinya kalau diterima dengan tangan terbuka, nyaman, seperti di rumah sendiri dan aman. “Dan ini juga memiliki resiko kedatangan turis itu akan menimbulkan kehilangan jatidiri. Dengan memperkuat tradisi, jatidiri akan tetap terjaga.” Tutur Khoerul Anam, tokoh masyarakat Jatijajar.

“Rencananya kampung Inggris akan dibentuk di desa Jatijajar Ayah Kebumen dan kampung Arab akan dibentuk di Tanjungsari Petanahan Kebumen”. Tutur Yazid Mahfud, saat sambutan.

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

17 Maret 2016

Ada Dua Singa Bertarung Di Lukisan Alam Dinding Goa Deot Totogan

Filed under: Liburan,Seni,Wisata — Tag: , , , , , , , — kebumenn @ 9:41 am

Kebumen News – Tak terasa kini kami se-rombongan Tim Kebumen News Adventure telah sampai di tepi sungai Lukulo Desa Totogan. Perjalanan kami dengan sepeda motor harus berhenti sampai di sini mengingat medan yang tak memungkinkan lagi kami lanjutkan. Sepeda motor kami parkir di tepian Sungai Lukulo yang berada di dukuh Deot Desa Totogan Kecamatan Karangsambung. (16/03 )

Bagi kami yang baru pertama kali ke sini terpaksa tercengang dengan medan yang baru kami lalui. Setengah tak percaya jika kami sudah sampai pada goa ini melihat sulitnya medan yang harus kami tempuh. Tetapi rupanya perjuangan belum berakhir.

Kami se-rombongan harus melepaskan sepatu karena akan segera menyeberang sungai ini tanpa bantuan apapun. Aaaaah seperti pada jaman tahun 60 an saya kira yang harus menyebrang sungai dengan cara seperti ini. Melewati medan seperti ini justru menambahkan keasyikan tersendiri bagi kami se-rombongan tim. Air sungai yang sangat jernih membuat kami tetap menikmatinya. Air sungi yang kami seberangi memang tak dalam namun cukup deras arusnya sehingga harus berhati-hati. Belum lagi bebatuan yang berada dalam sungai ini kadang ada yang licin membuat kita lebih waspada dan ekstra hati-hati lagi.

Setelah sampai di seberang sungai kami istirahat sejenak sambil menunggu anggota rombongan yang tengah menyeberangi sunagi. Baru sampai di tepian sunagi saja kami sudah terobati dengan pemandangan alam yang berada di sekitarnya. Terik matahari yang menyengat tubuh kami karena ketika salah satu dari anggota rombongan melihat jam telah menujukan pukul 12.00 wib. Cuaca yang cukup panas seperti ini tak membuat kami untuk menghentikan langkah.

Rombongan mulai memasuki hutan desa yang berada di bawah kaki bukit goa tersebut. Langkah kaki kami belum jauh memasuki hutan ini kami telah disambut oleh rumpun bambu yang berjajar di kiri dan kanan jalan. Sambutan pohon bambu ini membuat kami merasa nyaman. Keadaan yang sejuk kini telah berubah menjadi panas sekali `bagaikan berada di tepian pantai. Keringat bercucuran membasahi jidat kami. Kondisi ini bisa terjadi karena kami harus melewati semak belukar yang cukup liar. Belum lagi tumbuhan ilalang yang tumbuh bebas menambah kondisi alam yang begitu lengkapnya. Kami serombongan terpaksa juga mengalami kesulitan karena akses jalan yang sudah tertutup oleh tumbuhan ini. Dengan penuh sigap salah satu dari anggota kami langsung mencari jalan masuk menuju pintu goa ini. Semak belukar yang tumbuh setinggi orang dewasa ia injak saja dengan kakinya hingga terbuka jalan bagi kami. Tak berselang lama ditemukanlah pintu masuk ini.

Di antara kami cukup kaget dengan pintu masuk goa ini yang berbeda dengan yang pernah kami temui. Pintu yang berbentuk seperti lorong yang hanya bisa dilewati satu orang saja membuat kami cukup kagum dengan keunikan goa ini. Tak sabar itulah yang kami rasakan untuk mengetahui lebih jauh keadaan isi goa. Rasa penasaran membuat kami lupa dengan keadaan yang masih lelah setelah mendaki dan melewati medan yang menguras tenaga.

Perlahan namun pasti kami mulai memasuki ke dalam goa ini. Goa yang masih sangat alami itulah yang kami rasakan saat berada didalamnya. Di sana sini terdapat akar pohon yang menjalar dengan bebas tanpa ada yang mengganggunya. Belum lagi warna bebatuan yang masih asli, seakan membentuk lukisan alami yang begitu menawan setiap mata yang melihatnya. Seperti foto ini, yang jika diputar sembilan puluh deajat akan tampak seperti dua singa yang sedang bertarung.

Untuk menyusuri ke dalam goa ini kaki anda akan mengalami sensani yang berbeda karena kondisi batu yang tajam. Jika tidak berhati-hati maka akan dengan mudah tergores oleh ketajamn batu ini.

Tulisan ini tak akan mampu menguraikan semuanya tentang apa yang kami rasakan saat menyusuri goa tersebut. Karena itu bagi yang ingin meraskanya dianjurkan untuk segera mendatanginya. (A-42)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Powered by WordPress