Kebumen News Berita features Budaya Kebumen dan sekitarnya

17 Maret 2016

Ada Dua Singa Bertarung Di Lukisan Alam Dinding Goa Deot Totogan

Filed under: Liburan,Seni,Wisata — Tag: , , , , , , , — kebumenn @ 9:41 am

Kebumen News – Tak terasa kini kami se-rombongan Tim Kebumen News Adventure telah sampai di tepi sungai Lukulo Desa Totogan. Perjalanan kami dengan sepeda motor harus berhenti sampai di sini mengingat medan yang tak memungkinkan lagi kami lanjutkan. Sepeda motor kami parkir di tepian Sungai Lukulo yang berada di dukuh Deot Desa Totogan Kecamatan Karangsambung. (16/03 )

Bagi kami yang baru pertama kali ke sini terpaksa tercengang dengan medan yang baru kami lalui. Setengah tak percaya jika kami sudah sampai pada goa ini melihat sulitnya medan yang harus kami tempuh. Tetapi rupanya perjuangan belum berakhir.

Kami se-rombongan harus melepaskan sepatu karena akan segera menyeberang sungai ini tanpa bantuan apapun. Aaaaah seperti pada jaman tahun 60 an saya kira yang harus menyebrang sungai dengan cara seperti ini. Melewati medan seperti ini justru menambahkan keasyikan tersendiri bagi kami se-rombongan tim. Air sungai yang sangat jernih membuat kami tetap menikmatinya. Air sungi yang kami seberangi memang tak dalam namun cukup deras arusnya sehingga harus berhati-hati. Belum lagi bebatuan yang berada dalam sungai ini kadang ada yang licin membuat kita lebih waspada dan ekstra hati-hati lagi.

Setelah sampai di seberang sungai kami istirahat sejenak sambil menunggu anggota rombongan yang tengah menyeberangi sunagi. Baru sampai di tepian sunagi saja kami sudah terobati dengan pemandangan alam yang berada di sekitarnya. Terik matahari yang menyengat tubuh kami karena ketika salah satu dari anggota rombongan melihat jam telah menujukan pukul 12.00 wib. Cuaca yang cukup panas seperti ini tak membuat kami untuk menghentikan langkah.

Rombongan mulai memasuki hutan desa yang berada di bawah kaki bukit goa tersebut. Langkah kaki kami belum jauh memasuki hutan ini kami telah disambut oleh rumpun bambu yang berjajar di kiri dan kanan jalan. Sambutan pohon bambu ini membuat kami merasa nyaman. Keadaan yang sejuk kini telah berubah menjadi panas sekali `bagaikan berada di tepian pantai. Keringat bercucuran membasahi jidat kami. Kondisi ini bisa terjadi karena kami harus melewati semak belukar yang cukup liar. Belum lagi tumbuhan ilalang yang tumbuh bebas menambah kondisi alam yang begitu lengkapnya. Kami serombongan terpaksa juga mengalami kesulitan karena akses jalan yang sudah tertutup oleh tumbuhan ini. Dengan penuh sigap salah satu dari anggota kami langsung mencari jalan masuk menuju pintu goa ini. Semak belukar yang tumbuh setinggi orang dewasa ia injak saja dengan kakinya hingga terbuka jalan bagi kami. Tak berselang lama ditemukanlah pintu masuk ini.

Di antara kami cukup kaget dengan pintu masuk goa ini yang berbeda dengan yang pernah kami temui. Pintu yang berbentuk seperti lorong yang hanya bisa dilewati satu orang saja membuat kami cukup kagum dengan keunikan goa ini. Tak sabar itulah yang kami rasakan untuk mengetahui lebih jauh keadaan isi goa. Rasa penasaran membuat kami lupa dengan keadaan yang masih lelah setelah mendaki dan melewati medan yang menguras tenaga.

Perlahan namun pasti kami mulai memasuki ke dalam goa ini. Goa yang masih sangat alami itulah yang kami rasakan saat berada didalamnya. Di sana sini terdapat akar pohon yang menjalar dengan bebas tanpa ada yang mengganggunya. Belum lagi warna bebatuan yang masih asli, seakan membentuk lukisan alami yang begitu menawan setiap mata yang melihatnya. Seperti foto ini, yang jika diputar sembilan puluh deajat akan tampak seperti dua singa yang sedang bertarung.

Untuk menyusuri ke dalam goa ini kaki anda akan mengalami sensani yang berbeda karena kondisi batu yang tajam. Jika tidak berhati-hati maka akan dengan mudah tergores oleh ketajamn batu ini.

Tulisan ini tak akan mampu menguraikan semuanya tentang apa yang kami rasakan saat menyusuri goa tersebut. Karena itu bagi yang ingin meraskanya dianjurkan untuk segera mendatanginya. (A-42)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

15 Februari 2016

Paket Wisata Sawangan Adventure, Tawarkan Multidestinasi

Filed under: Tak Berkategori — Tag: , , — Masyarakat Karst @ 6:55 pm

Kebumen – Dari areal parkir yang cukup luas dengan beberapa warung makanan dan minuman, Suhu Sarpan, Hendri, Tofik, Bangkit; menjelaskan harga tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- termasuk parkir kendaraan. Pengunjung bisa menikmati telusur tracking menuju gua karst Surupan, Siwowo dan Gua Campur. Tracking dengan jalur naik turun sepanjang ratusan meter ini berakhir di paparan teluk Sawangan dengan pantai Samudera Indonesia nan elok berkuala sungai bening yang yang tak putus mengalirkan air dari sumber di gua-gua karst bagian hulu atasnya.

Gua Campur adalah gua fosil dengan banyak stalagtit semi basah yang dapat mengeluarkan bunyi dengan nada tertentu jika dipukul. Sehingga dapat digunakan untuk memainkan komposisi musik dengan ritme tertentu. Lokasi Gua Campur ini berada di sisi atas tak jauh dari areal parkir kendaraan.

Gua karst lainnya adalah Gua Siwowo yang biasa dipakai juga untuk aktivitas Rappling. Sejauh ini gua yang memiliki serambi cukup luas acap kali dipakai kelompok pecinta alam untuk latihan dasar. Namun begitu, pengunjung secara kolektif juga bisa memanfaatkannya dengan indent terlebih dulu karena perlatannya harus dirental. Demikian pula untuk aktivitas Caving maupun Panjat Tebing di lokasi sekitarnya.

Gua Siwowo pada masa kolonial pernah dieksplorasi untuk penggalian tambang phospat. Sisa-sisa lubang bekas penggalian masih ada hingga sekarang. Gua ini juga memiliki jalan tembus ke beberapa gua karst lainnya, tetapi medan telusur gua memang penuh tantangan dan harus menggunakan set peralatan caving lengkap. Medan dengan lorong-lorong di dalamnya tergolong cukup berat. Tetapi bagi yang bernyali besar akan mendapati pengalaman istimewa dalam petualangan gua. Terdapat lereng terjal, air terjun dalam gua, statis-pool, dengan kubah serta ornament gua karst yang sangat unik dan tak bisa dijumpai di permukaan bumi.

Di bagian luar, dekat paparan pantai elok Sawangan; ada ceruk dengan bentangan lereng curam yang pada waktu-waktu tertentu muncul kawanan monyet. Populasi monyet di kawasan ini berkembang dalam koloni-koloni sekitar 50-an ekor tiap kelompoknya. Obyek wisata Sawangan Adventure memang mencakup kawasan Perhutani yang membentang antara hulu pantai Pecaron dan Karangagung.

Di gua karst Karangduwur lainnya tak jauh dari kawasan pantai Sawangan yang memang eksotis, terdapat gua di Tanjung Nogosari dengan populasi burung walet yang untuk saat ini merupakan penghasil sarang burung terbesar melampaui produksi sarang burung Gua Karangbolong yang terkenal selama ini. Di kawasan hutan Sawangan Adventure terdapat pula populasi burung jalak, glatik, elang dan ayam utan. Ada pula trenggiling, landak; juga kelelawar gua.

Sawangan Adventure adalah sebuah rintisan obyek wisata yang sejak 18 Mei 2015 lalu, merupakan pilihan destinasi wisata yang cukup lengkap dan variatif. Pengunjung juga dapat memilih paket wisata tracking, rappling, panjat tebing, flying-fox dg anker alami yang dibentangkan mengatasi areal parkir kendaraan.

Bagi yang tak memilih paket dengan panduan warga setempat, bisa juga menikmati teluk dengan eksotisme pantai, pemancingan laut, mandi di “telaga bidadari” dekat Curug Pelangi. Atau wisata Gua Surupan, Gua Siwowo Kulon yang punya jalur caving tembus Gua Siwowo Wetan.

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Powered by WordPress