Kebumen News Berita features Budaya Kebumen dan sekitarnya

18 Maret 2017

Duta Wisata Kebumen, Tenggelam Di Sungai Lembupurwo, Bagaimana Konsep Savety First?

Filed under: Berita,Rescue — Tag: , , — kebumenn @ 3:12 pm

Kebumen News >> (18 Maret 2017) Wenni Andika Pratama, siswa SMAN Prembun kelas XI MIPA 5 tenggelam di anakan sungai Lembupurwo pada + pukul 11.00 saat membersihkan diri sehabis mandi di pantai Lembupurwo bersama teman-teman sekelasnya. Awalnya mereka berencana hendak bersih pantai di pantai Lembupurwo diwali mandi di pantai, setelah selesai mandi di laut mereka bermaksud membersihkan diri di tepi anakan sungai Lembupurwo, tetapi Andika berjalan ke tengah, kemudian ia tenggelam dan timbul. Teman-temannya menertawakan, menganggap Andika hanya guyon. Ternyata Andika benar-benar tidak bisa berenang. Setengah jam kemudian ia baru ditemukan dalam keadaan bibir dan kelopak mata sudah putih. Suryo Himawan dan Ibnu Hajar Asidiq, saksi kejadian kegiatan ini awalnya adalah kegiatan bersih pantai. Sayangnya saat mandi ke tengah korban tidak memakai alat keamanan berupa pelampung saat berenang di air dalam. Ia dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Mirit tak lama setelah dibawa ke sana.

Andika lolos menjadi Duta Wisata setelah melalui beberapa tahapan, tentu saja setelah melalui perhitungan yang matang dan bertanggungjawab. Tetapi nampaknya kemampuan berenang tidak menjadi fokus utama dalam menentukan lolos tidaknya calon Duta Wisata. Seingga Andika akhirnya lolos, meski tanpa diketahui apakah ia bisa berenang atau tidak. Dalam hal ini perlu dipertanyakan konsep Savety First yang tidak menjadi perhatian para selektor bagi calon.

Sebagai seorang duta wisata di wilayah Kebumen, di mana lokasi wisata terbanyak adalah air (sepanjang pantai, sungai, air terjun, pemandian, goa-goa berair),  seharusnya konsep kemampuan menguasai medan menjadi faktor utama untuk menentukan calon duta wisata. Sangat tragis sebagai duta wisata bahari, tetapi tidak mampu menguasai medan bahari. Maklum jika teman-temannya menganggap guyon saat ia hendak tenggelam, karena dalam konsepsi teman-temannya, seorang duta wisata, pastilah sudah lolos kemampuan berenang.

Kedua, pada saat menyelamatkan korban tenggelam, nampak bahwa korban diangkat kakinya ke atas, dan kepala di bawah, memang tidak diketahui apakah saat itu, kondisi korban dalam keadaan hidup atau sudah meninggal. Tetapi mengangkat kaki tingi-tinggi dan menurunkan kepala dengan maksud agar air di paru-paru keluar melalui mulut, tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedure (SOP) pertolongan pertama pada kecelakaan air.

Ke depan, perlu reformulasi dan rekonsepsi pemilihan duta wisata Kebumen dan perlu pendalaman kemampuan para tim penyelamat dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan air. Ketiga perlu standar keamanan bagi para duta wisata saat melakukan kegiatan berbahaya dengan memakai alat-alat pengaman di air seperti pelampung. Lepas dari itu semua, sekarang saatnya berdoa, Semoga Andika mendapat tempat di diisi Allah, (Diolah dari berbagai sumber-Kn.01)

 

 

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

28 September 2016

Mas dan Mbak Duta Wisata Kebumen, Harus Mampu Menjual

Filed under: duta lingkungan,Liburan,Wisata — Tag: , , — kebumenn @ 10:52 pm

Kebumen >> Dunia pariwisata adalah jualan keindahan dan kenyamanan. Pemilihan Mas dan Mbak Kebumen sebagai duta wisata tentu diharapakan bukan sekedar kegiatan hura-hura dan haha-hihi seperti yang ditampilkan televisi. Terpilihnya Mas dan Mbak Kebumen melalui berbagai tahapan ini semoga tidak hanya menjadi ritual pamer kecantikan dan ketampanan tanpa gerakan nyata. Harus sebanding biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang bakal diperoleh melalui dunia pariwisata.

Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Kebumen 2016 telah usai digelar di Benteng Vander Wijck Gombong, Minggu (25/09/2016) malam. Ajang bergengsi yang dimulai sejak 16 hingga 22 September 2016  itu diawali dari proses seleksi yang diikuti ratusan pendaftar hingga lolos seleksi terpilih 30 besar yang terdiri dari 15 orang Mbak dan 15 orang Mas dari perwakilan sekolahan, perguruan tinggi maupun peserta umum.

Suara riuh menyelimuti halaman Benteng Vander Wijck Gombong berasal dari para pendukungnya. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, para tamu undangan pun ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh semangat dan suara lantang. Pada acara yang meriah tersebut juga dihadiri oleh duta wisata Mas dan Mbak dari Kabupaten lain seperti Purworejo, Magelang, Wonosobo, Banyumas, Bantul, Cilacap dan Kabupaten lainnya.

Sebanyak 15 pasangan finalis dari berbagai kategori itu bersaing dalam pemilihan Duta Wisata 2016. Pagelaran Duta Wisata Kabupaten Kebumen itu diharapkan bertujuan memilih generasi muda sebagai figur yang kreatif, inovatif dan cerdas serta mampu mempromosikan citra baik Kabupaten Kebumen utamanya pariwisata dikancah nasional maupun internasional. Hal ini sesuai harapan Bupati Kebumen Ir. H. Mohammad Yahya Fuad, S.E. yang memberi sambutan diacara tersebut. Para pesertapun menjalani berbagai pembekalan dalam karantina 20-24 September 2016 di Benteng Vander Wijck Gombong.

Dewan juri dalam ajang bergengsi ini adalah dari insan yang memiliki latar belakang professional seperti dosen bahasa Inggris Stikes Muhammadiyah Gombong, Unsur Pemda Kebumen, Dinas Pariwisata serta Himpunan Perias Kab. Kebumen. Kriteria penilaian finalis meliputi kelengkapan administrasi, karya tulis, tes tertulis dan wawancara. Bahkan perilaku selama karantina juga tak luput penilaian hingga saat grand final.

Selain memperebutkan juara pada pemilihan duta wisata itu, para peserta juga mendapat penghargaan khusus pada lima kategori yaitu favorit, kreatifitas, persahabatan, intelegensi, fotogenik serta kepribadian.

Yanuar Wicaksono dan Retno Ajeng Kartini terpilih menjadi mas dan mbak Kebumen 2016. Kedua remaja itu mengemban tugas berat “menjual” pariwisata Kebumen. Sekaligus kedua pemenang ini akan mewakili Kebumen di tingkat provinsi. (Kn.01)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Powered by WordPress