Haflah Akhirussanah Pondok Gebangsari Gelar Pelatihan Membatik Abstrak

Tak Berkategori

Kebumen News (3 Maret 2022)

Puluhan santri Pondok Pesantren Al Ghufron Pondokgebangsari Kuwarasan terlihat antusias mengikuti pelatihan membatik bersama Mahasiswa Ahlit Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (MATAN) IAINU Kebumen pada Jum’at (04/03/2022). Pelatihan yang digelar di halaman Pondok ini dalam rangka haflah Akhirussanah.

Pelatihan yang digelar sehari tersebut menghadirkan narasumber ahli membatik abstrak kontemporer yaitu Shohib Eko Pristiyono yang juga dikenal Sohib MATAN.

Syukur Riyadin Ketua MATAN IAINU Kebumen menyampaikan bahwa pada awal pertemuan pelatihan ini santri dikenalkan identifikasi, sejarah batik abstrak kontemporer, hingga peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk membatik. Bahan yang dikenalkan seperti kain mori sebagai media membatik, canting, malam {lilin), kompor gas, pewarna, water glas dan gawang.

“Selain kita kenalkan dengan bahan dan alat-alat yang digunakan untuk membatik dan penjelasan tahap-tahap dalam membatik hingga selesai. Peserta juga kita kenalkan tentang sejarah batik hingga beraneka ragam jenis batik.” Tutur Syukur.

Syukur memaparkan, bahwa batik abstrak kontemporer merupakan batik abstrak bersifat modern yang dibuat dari ide masa kini dengan kebebasan motif dan tidak terikat pada pakem.

“Kondisi malam atau lilin tidak boleh terlalu panas dan tidak boleh terlalu dingin. Kalau terlalu panas lilin akan mudah menetes dan kalau terlalu dingin lilin akan susah untuk digoreskan di pola yang sudah digoreskan pada kain,” tuturnya.

Dalam pelatihan ini santri membuat dua karya batik, pertama karya yang dipraktikan oleh narasumber dengan menggoreskan malam atau lilin yang telah dipanaskan menggunakan kuas dan canting setelah selesai kemudian dilanjutkan dengan teknik pewarnaan menggunakan remasol. Sembari menunggu karya pertama kering kemudian membuat karya kedua, yaitu motif tanda tangan yang ditulis oleh semua peserta lalu proses pewarnaan dengan menggunakan remasol memang memerlukan waktu yang cukup lama sampai benar-benar kering. Lama pengeringan sekitar 5 jam bahkan sampai satu malam lebih bagus.

Syukur menambahkan, setelah pewarnaan selesai selanjutnya dikunci dengan water glass hingga sampai benar-benar kering. Baru setelah itu proses perebusan untuk menghilangkan malam pada kain batik dilakukan.

“Kegiatan pelatihan batik ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship para santri sehingga dapat menjadi bekal terciptanya industri kreatif yang dihasilkan. Di samping itu kegiatan pelatihan membatik juga berfungsi untuk mengenalkan santri pada budayanya sendiri yaitu batik. Sehingga pada gilirannya mampu menumbuhkan sikap cinta pada budayanya sendiri.” Ucap Syukur.

Gus Mujasim, SHI., MSI. Kepala SMP IAG Pondok Pesantren Al Ghufron, mengucapkan “ Kami atas nama keluarga besar pesantren al ghufron sangat berterimakasih dan mengapresiasi setinggi tingginya atas kegiatan pelatihan batik abstrak ini dan kebetulan ini sekaligus kita barengkan dengan acara pra haflah akhirussanah.

“Yang jelas kami sangat berterimakasih kepada rekan-rekan Mahasiswa Ahlit Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (MATAN) IAINU Kebumen yang telah meluangkan waktu bersama kami melatih  kami membatik.” Tutur Mujazim.

Kita tahu bahwasanya pondok pesantren punya prinsip kemandirian bagaimana untuk mempersiapakan generasi mandiri dan merupakan suatu keharusan bagi pondok pesantren untuk memberikan pembekalan sehingga mendapat bekal hidup mandiri kepada santri kelak saat kembali ke masyarakat. Sekali lagi saya berterimakasih mudah-mudahan apa yang telah di sampaikan oleh MATAN benar-benar bermanfaat bagi kami. Atas kebaikan MATAN mudah-mudahan allah memberikan balasan yang lebih baik” (Kn.01l)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Or

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.