UMNU Berhasil Rekayasa Budidaya Padi Tahan Wereng

Tak Berkategori

Kebumen News, (26 Februari 2022)

Padi varietas Inpari 47 WBC hasil rekayasa Prodi Agroteknologi UMNU Kebumen yang ditanam di lahan petani di desa Tambakagung, Kecamatan Klirong berhasil di musim panen tahun ini. Panen dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Agroteknologi semester 2 dan 4 didampingi Ketua Program Studi Agroteknologi Umi Barokah, M.P.

Rekayasan padi ini merupakan salah satu bentuk pengabdian dari program studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Teknik Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen kepada masyarakat di wilayah Kebumen. Varietas yang dibudidayakan di desa ini adalah Inpari 47 WBC. Inpari 47 WBC dipilih sebagai rekayasan bibit ke petani di desa Tambakagung, Kecamatan Klirong karena daerah tersebut sering terserang wereng sehingga Program Studi Agroteknologi berinisiatif mengenalkan varietas yang benar-benar tahan terhadap hama wereng.

Inpari 47 WBC merupakan varietas yang tahan terhadap hama wereng coklat biotipe 1, 2 dan 3 yang dibentuk dari beberapa tetua diantaranya adalah galur introduksi Pusa Basmati, varietas lokal Pandan Wangi, dan Bahbutong. Bahbutong merupakan varietas lama yang tahan wereng coklat. Varietas yang tahan wereng tersebut merupakan salah satu daya tarik masyarakat untuk menanam padi jenis varietas tersebut di lokasi yang biasa terkena hama wereng. Varietas ini dilepas pada tahun 2020 oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi.

Sebagai Lembaga Riset maka Perguruan Tinggi wajib mengenalkan hasil riset kepada masyarakat, salah satunya dengan melakukan demplot. Dari panen yang dilakukan berupa ubinan dengan mengambil sampel dengan pengukuran 2,5 m x 2,5 m pada lahan demplot tersebut diperoleh hasil produksi varietas Inpari 47 di desa Tambakagung, Kecamatan Klirong sebesar 11,48 ton/Ha Gabah Kering Panen.

Dilihat dari hasil produksi tersebut, tingkat produktivitas tanaman padi varietas Inpari 47 di Desa Tambak Agung cenderung memiliki hasil yang tinggi karena per 100 ubin bisa memperoleh 16 kwintal Gabah Kering Panen. Sebelum dilakukan panen ubinan, dilakukan pengukuran tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah gabah isi per malai pada petakan tersebut.  Jumlah anakan rata-rata pada padi varietas Inpari 47 yang dibudidayakan sebanyak 23 batang per rumpun dengan tinggi tanaman rata-rata pada varietas ini mencapai 119 cm dan jumlah gabah isi rata-rata per malai sebanyak 229 butir. Berdasarkan hasil ubinan ini varietas Inpari 47 ini layak diadopsi oleh petani lainnya yang sawahnya sering terkena hama wereng.

“Dengan demplot varietas Inpari 47 ini nantinya dapat memberikan referensi kepada petani khususnya di daerah Kebumen untuk mau menanam varietas yang potensi hasilnya tinggi dan juga tahan terhadap hama wereng.”Harap Umi Barokah Kaprodi Agroteknologi UMNU Kebumen.

Ketua Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian dan Teknik UMNU Kebumen, Ibu Umi Barokah, M.P. mengatakan bahwa  varietas Inpari 47 WBC ini akan ditanam lagi pada musim tanam berikutnya yang biasanya wereng banyak muncul saat musim tanam kedua. (Kn.01)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Or

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.