6:16 am - Selasa Oktober 19, 2021

Cegah Hama, Petani Peniron Dididik Pembuatan Pestisida Nabati

70 Viewed kebumenn 0 respond
Advertisment Single content advertisement top

Kebumen News (2 Oktober 2021)

Lagi, Program Studi Agroteknogi UMNU Kebumen bersama mahasiswa melakukan pendampingan kepada ibu-ibu PKK di Desa Peniron, Kecamatan Pejagoan. Kegiatan kali ini adalah mengenalkan pestisida nabati dan praktek pembuatannya. Kegiatan ini masih dilakukan di tempat yang sama, di lokasi kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yaitu di lokawisawata Taman Banyu Langit Desa Peniron pada hari Rabu, 15 September 2021.

Pestisida nabati perlu dikenalkan ke ibu-ibu PKK Desa Peniron karena penting dalam sebuah budidaya tanaman dilakukan pengendalian terhadap hama. Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya adalah tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar lahan pekarangan, sehingga bahan mudah diperoleh. Pestisida nabati relatif mudah dan praktis dibuat dengan bahan dan teknologi yang sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh semua orang. Bahan bakunya yang alami/nabati membuat pestisida ini mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan di sekitar kita. Pestisida ini juga relatif aman bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, karena residunya mudah dihilangkan.

Pestisida nabati bersifat mudah diaplikasikan, akan membunuh hama saat itu juga dan setelah hamanya mati residunya juga akan hilang di alam. Dengan demikian produk terbebas dari residu pestisida, sehingga aman dikonsumsi oleh manusia. pestisida menjadi alternatif pengendalian hama yang aman dibanding pestisida sintetis. Penggunaan pestisida nabati memberikan keuntungan ganda, selain menghasilkan produk yang aman, lingkungan juga tidak tercemar. Pestisida organik ini mampu mengatasi hama perusak tanaman pertanian dan perkebunan umumnya seperti kutu, ulat, belalang dan sebagainya. Beberapa manfaat dari pestisida nabati adalah tidak menimbulkan kekebalan pada serangga, mudah terurai di alam, sehingga tidak mencemari lingkungan relatif aman pada manusia dan makhluk hidup lainnya karena residunya mudah hilang di alam, mengatasi kesulitan ketersediaan dan mahalnya harga obat-obatan pertanian khususnya pestisida kimiawi dan bahan yang digunakan nilainya sangat murah serta tidak sulit untuk dicari, karena sering kita jumpai dilahan pekarangan.

Single content advertisement top

Bahan yang digunakan untuk membuat pestisida nabati pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah daun sirsak dan rajangan tembakau. Bahan ini sangat mudah didapat di Desa Peniron. Hal ini karena banyak petani yang menanam tembakau saat musim kemarau tiba. Daun sirsak yang digunakan adalah daun yang jangan terlalu tua dan jangan terlalu muda. Selain itu bahan yang digunakan selanjutnya adalah diterjen atau sabun colek. Adapun alat yang digunakan adalah alat penumbuk, ember, pengaduk dan saringan. Cara membuat pestisida nabatinya yaitu daun sirsak sebanyak 50-100 lembar ditumbuk hingga halus. Setelah itu ambil tumbukan daun sirsak tersebut dan masukkan ke dalam ember lalu campur dengan 5 liter air. Jangan lupa diberi rajangan tembakau 1 ons dan tambahkan sabun colek 2 sendok. Aduk adonan tersebut hingga merata kemudian endapkan selama semalam. Keesokan harinya larutan tersebut disaring dan air hasil saringan tersebut sudah siap digunakan menjadi pestisida nabati. Pengaplikasiannya adalah setiap 1 liter larutan hasil saringan diencerkan dengan 10-15 liter air kemudian bisa disemprotkan ke tanaman. 

Penggunaan pestisida nabati bisa langsung disemprotkan keseluruh bagian tanaman sayuran seperti cabai, terong, caisim, tomat  dan tanaman lainnya dengan intensitas dua kali dalam satu minggu. Adapun tujuan dari praktek pembuatan pestisida nabati ini adalah agar masyarakat khususnya ibu PKK desa peniron dan mahasiswa Agroteknologi UMNU Kebumen dapat memanfaatkan tumbuhan-tumbuhan di sekitar lahan pekarangan untuk dijadikan sebagai alat penanggulangan hama yang menyerang tanaman. Hal ini dapat menjadi solusi dari semakin mahalnya harga pestisida kimia. Karena pembuatan pestisida nabati ini sangat murah, mudah dan praktis dibuat dengan bahan dan teknologi yang sederhana. Bahan bakunya yang alami/nabati membuat pestisida ini mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan. (Kn.01)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Single content advertisement bottom
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
5/5 - 1
You need login to vote.
Filed in

Kunjungi Pasar Pereng Kali, Wamen Desa PDT dan Transmigrasi Sekaligus Tinjau Vaksinasi

Kobar Jateng, Soroti Pelaksanakan PTM

Related posts