9:30 pm - Rabu September 22, 2021

Rumah Pangan dan Kompos dari Kotoran Ayam di Desa Karangpoh

123 Viewed kebumenn 0 respond
Advertisment Single content advertisement top

Kebumen (15 Agustus 2021)


Masyarakat desa Karangpoh kini tak lagi kebingungan membuang kotoran ayamnya. Pasalnya koyoran ini ternyata bisa dijadikan kompos. Adalah Mahasiswa Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) kebumen melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan Program Penyuluhan dan Pelatihan Rumah Pangan Lestari dan Pembuatan Kompos dari Kotoran Ayam.

Kegiatan ini dilakukan oleh Mahasiswa KKN Tematik UMNU Kebumen yang bekerja sama dengan Dosen Pembimbing, Pemerintah Desa Karangpoh dan Peternakan New Assa. Peserta sasaran dari kegiatan ini adalah Ibu-ibu PKK Desa Karangpoh dan Karangtaruna Tunas Muda Desa Karangpoh.

“Penyuluhan ini harapannya para ibu PKK dan Karang taruna bisa mendapatkan manfaat ilmu dan bisa menerapkan apa yang didapat dalam penyuluhan tersebut sehingga menjadikan kemaslahatan ekonomi khususnya didesa karangpoh itu sendiri kedepannya.” Tutur Susanto, S.H Kepala Desa Karangpoh dalam sambutannya.


Selain melakukan program penyuluhan Rektor UMNU Kebumen (Dr. H. Imam Satibi, M.Pd.I) juga menyampaikan bahwa UMNU Kebumen masih membuka peluang untuk para calon mahasiswa yang ingin berkuliah mendapatkan beasiswa bahkan mendapat pesangon. Dalam sambutannya rektor juga menyampaian gerakan Seribu pohon bidara.

Single content advertisement top

“Pohon ini memiliki banyak manfaat dan fungsi baik dalam ilmu agama ataupun kesehatan. Selain itu, masyarakat Muslim juga mengalami sulitya mencari bibit ini. Bidara kini seakan hilang dari peredaran. Padahal sebetulnya mudah dibudidaya di Indonesia. Tentang pohon ini sudah jelas disebut secara jelas dan digambarkan Al Qur’an Surat As Saba Ayat 16 dan Surat Al Waqiah Ayat 28. Manfaat Pohon Bidara sangat banyak. Daun dari tanaman ini menjadi bagian dari sunah dalam memandikan jenazah.” Tutur Imam Satibi, faktor UMNU Kebumen.


Selanjutnya acara penyuluhan di buka secara resmi oleh Rektor UMNU Kebumen dan penyerahan simbois pohon bidara kepada pihak desa (Bapak Susanto, SH)
Dalam kegiatan ini terdapat dua sesi, sesi pertama yaitu penyuluhan terkait rumah pangan lestari dalam hal ini nara sumber di isi langsung oleh ibu Rennanti lunadiyah A, M.P dalam penyampainnya rumah pangan lestari adalah memanfaatkan lahan pekarangan untuk dijadikan pemanfaatkan pertanian meskipun tidak memilihi lahan/sawah. Rumah Pangan Lestari adalah rumah penduduk yang mengusahakan pekarangan secara intensif untuk dimanfaatkan dengan berbagai sumberdaya lokal, yang dapat menjamin kesinambungan penyediaan bahan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam. Apabila Rumah Pangan Lestari dikembangkan dalam skala luas, berbasis dusun, desa/ kelurahan maka penerapan prinsip Rumah Pangan Lestari disebut Kawasan Rumah Pangan Lestari. Selain itu Kawasan Rumah Pangan Lestari juga mencakup upaya intensifikasi pemanfaatan pagar hidup, jalan desa, lahan terbuka hijau dan fasilitas umum lainnya seperti sekolah, rumah ibadah dan lainnya. Sesi dua dilanjutkan praktek pembuatan kompos dari kotoran ayam yang di nara sumberi langsung oleh Bapak Ervian Arif Muhafid, pemanfaatan kotoran ayam dijadikan kompos membutuhkan beberapa proses sampai dengan bisa digunakan untuk media tanam agar maksimal.

Lebih lanjut harapanya setelah kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk dijadikan rumah pangan lestari dan ditunjang dengan pemanfaatkan kotoran ayam dijadikan kompos sehingga bisa diaplikasikan di rumah masing-masing untuk dimanfaatkan bahkan kedepannya di jadikan sebuah produk lokal untuk penunjang ekonomi didesa karangpoh. (Kn.001/M. Daud Yusuf)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Single content advertisement bottom
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Gas Melon Langka, Ibu-ibu Bertanya, Ada Apa?

UKM Mata Jala UMNU Kebumen Lolos Program Hibah PHP2D 2021

Related posts