10:04 pm - Rabu September 22, 2021

Pentingnya Konservasi dan Biodiversitas Nusantara Bagi Kehidupan

207 Viewed kebumenn 0 respond
Advertisment Single content advertisement top

Kebumen News (15 Agustus 2021)

Hal itu tetungkap saat dosen Biologi Fakultas MIPA UMNU Kebumen, Bagas Prakoso, S.Si., dan Fitri Rahmawati, S.Si, M.Si  menggelar webinar bersama  PAC IPNU-IPPNU Kertanegara. Hadir via zoom meeting, Syahrul Hidayah dan Aprillian Mariska ketua IPNU dan IPPNU. Webinar dalam rangka pengabdian masyarakat ini mengambil tema Edukasi Pentingnya Konservasi dan Biodiversitas Nusantara bagi kehidupan, kegiatan ini audiens khususnya adalah anggota PAC IPNU-IPPNU Kertanegara. 

Single content advertisement top

Selain sebagai satu bentuk wujud pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat webinar sekaligus memperingati Hari Konservasi Alam Nasional yang jatuh pada 10 Agustus. Webinar digelar melalui platform google meet. Selama webinar berlangsung kondisi jaringan stabil sehingga dapat terlaksana dengan lancar. Aprillian Mariska, membacakan susunan acara, dimulai dengan pembukaan membaca basmallah. Selanjutnya sambutan dari PAC IPNU-IPPNU Kertanegara diwakili Syahrul, yang menyampaikan ucapan terima kasih, merasa senang karena mendapat ilmu dan pengetahuan serta dapat belajar tentang konservasi dan biodiversitas.

Sambutan berikutnya perwakilan dari dosen UMNU Kebumen Bagas Prakoso, M.Si yang menyampaikan bahwa webinar ini merupaka kegiatan pengabdian masyarakat yang bersifat edukasi khususnya untuk pelajar NU. Rasanya senang dan gembira bisa silaturahim dan kerjasama dengan PAC IPNU-IPPNU Kertanegara karena dulu saya juga merupakan pengurus PC IPNU-IPPNU Purbalingga tahun 2014 – 2016 sebagai Wakil Ketua I. Selain itu juga menyampaikan permohonan maaf karena salah satu anggota dari tim yaitu Pak Teguh Arief Rahmanto, M.Si tidak bisa hadir dalam webinar ini karena sedang sakit. 

Pemaparan materi dipandu oleh Syahrul Hidayah sebagai moderator. Materi pertama dipaparkan oleh  Fitri Rahmawati, M.Si mengenai topik Biodiversitas Kupu-Kupu. Beliau menyampaikan tentang Biodiversitas yang dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan:

Keanekaragaman spesies
Spesies atau jenis memiliki pengertian, individu yang mempunyai persamaan secara morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling kawin dengan sesamanya (inter hibridisasi) yang menghasilkan keturunan yang fertil (subur) untuk melanjutkan generasinya.

Keanekaragaman genetik
Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis makhluk hidup. Keanekaragaman gen mengakibatkan variasi antarindividu sejenis.

Keanekaragaman ekosistem
Ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan atau interaksi timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Setiap makhluk hidup hanya akan tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang sesuai. Pada suatu lingkungan tidak hanya dihuni oleh satu jenis makhluk hidup saja.

“Selain itu juga definisi kupu-kupu, siklus hidup kupu-kupu, manfaat kupu-kupu, studi kasus biodiversitas kupu-kupu di taman wisata alam pananjung pangandaran, dan pentingnya konservasi kupu-kupu. ” Tutur Fira bersemangat.

Pemateri kedua Bagas Prakoso, M.Si dengan topik Biodiversitas Belalang di Agroekosistem dan Eksistem Hutan tanaman Baturaden. Menuritnya ada ekosistem hutan tanaman ditemukan 3 famili, 5 spesies dan 2.096 individu  sedangkan di agroekosistem ditemukan 1 famili, 3 spesies dan 1.029 individu. ‘

“Spesies yang ditemukan di ekosistem hutan tanaman antara lain yaitu Atractomorpha crenulata, Criotettix cf. robustus (Hancock), Hesperotettix viridis pratensis, Miramella alpina, dan Oxya hyla intricata (Stal). Sedangkan pada agroekosistem ditemukan spesies Gesonula mundata (Walker), Oxya hyla intricata (Stal), dan Valanga nigricornis (Burmeister). Spesies Oxya hyla intricata (Stal) dari (famili: Acrididae) merupakan satu-satunya spesies yang ditemukan pada kedua ekosistem.” Tutur Bagas.

Saat sesi tanya jawab, Syahul, peserta melontarkan yang cukup penting terkait bagaimana cara mengendaratlikan hama belalang ?.  Suliayani menanyakan mengapa kupu-kupu memiliki tubuh dan sayap yang berwarna-warni sangat indah?. 

“Dikatakan hama sebenarnya ketika jumlah belalang sudah melebihi ambang batas normal, untuk mengurangi populasi belalang, yang paling cepat gmenimbulkan pencemaran lingkungan atau mungkin membunuh serangga lain”. Tutur Bagas.

Solusi lain yaitu  dengan predator alami seperti laba-laba, kadal, dll. Solusi berikutnya dengan menyediakan tumbuhan di sekitar ekosistem pertanian sebagai sumber pakan alternatif / pengalihan belalang sehingga belalang tidak rakus memakan daun tanaman pertanian.

“Menjawab pertanyaan Suliyani tentang sayap kupu-kupu berwarna-warni dkarena sisik kupu-kupu berisi pigmen, sementara sayap kupu-kupu memantulkan cahaya berwarna-warni sehingga kadang terlihat berwarna hijau, biru dan ungu”. Pungkas Bagas Prakoso.

Syahrul ketua PAC IPNU ketanegara berharap kegiatan ini dapat berlanjut kerjasama di bidang lain. Di akhir webinar peserta diminta untuk mengisi daftar hadir pesan, kesan, saran dan kritik untuk perbaikan dan evaluasi dari kegiatan ini agar kedepannya lebih baik lagi.   (Kn.01/BP)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Single content advertisement bottom
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
5/5 - 1
You need login to vote.
Filed in

UKM Mata Jala UMNU Kebumen Lolos Program Hibah PHP2D 2021

Jalin Kerjasama, UPB Kebumen Teken MOU dengan Kanwil DJP Jawa Tengah II

Related posts