8:55 pm - Rabu September 22, 2021

Kunjungan Ilmiah UMNU Ke Sentra Bengkoang Prembun

113 Viewed kebumenn 0 respond
Advertisment Single content advertisement top

Program Studi Pertanian UMNU Kebumen mencoba menggali potensi lokal dengan melakukan kunjungan ilmiah ke kebun bengkoang di Desa Kedungbulus, Kecamatan Prembun.

Kabupaten Kebumen merupakan daerah yang kaya potensi lokal, salah satunya adalah tanaman hortikultura. Tanaman buah seperti jambu kristal, belimbing, durian dan lain sebagainya merupakan salah satu kekayaan lokal yang sering kita temui di kota Kebumen. Tak kalah dari buah-buah tersebut, buah bengkoang juga merupakan ikon dari kota ini. Karena begitu kita memasuki kota Kebumen dari arah timur, maka di sepanjang jalan di daerah Prembun kita akan disuguhi pemandangan indah yaitu hasil bumi buah bengkoang berjejeran di kanan kiri jalan. 

Untuk mendukung kelestarian sumber daya dan mengenalkan potensi kekayaan lokal pertanian kepada mahasiswa dan masyarakat, Program Studi Agroteknologi UMNU Kebumen mengadakan kunjungan ilmiah ke kebun bengkoang di Desa Kedungbulus, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen.

Desa Kedungbulus dipilih sebagai lokasi kunjungan ilmiah karena desa tersebut merupakan sentra produsen bengkoang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 29 Agustus 2021 diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Teknik UMNU Kebumen. Kunjungan dilakukan ke kebun bengkoang didampingi ketua Gapoktan Ngudi Rahayu Naseh. 

Ketua Gapoktan Ngudi Rahayu menceritakan sejarah tanaman bengkoang, perbenihan, teknik budidaya hingga panen dan pasca panen dari bengkoang. Menurut beliau, tanaman bengkoang merupakan tanaman yang sangat mudah dibudidayakan karena tidak membutuhkan perawatan yang sangat insentif seperti tanaman hortikulutura lainnya. Namun dari segi ekonomi, budidaya tanaman bengkoang sangat menjanjikan.

Single content advertisement top

Hitung saja jika per 100 ubin petani di desa Kedungbulus dapat memproduksi 4-5 ton/hektar dengan harga per kg sekitar 2.000-4.000 maka akan diperoleh 8.000.000-20.000.000. Hasil ini yang membuat petani di desa tersebut terus melakukan budidaya bengkoang. Tanaman bengkoang menurut Naseh merupakan tanaman yang tidak terlalu banyak hama dan penyakit.

“Kunci dari keberhasilan budidaya tanaman bengkoang adalah di benih dan pengolahan tanah. Desa Kedungbulus cocok ditanami bengkoang karena kondisi tanah yang bertekstur liat sehingga dapat menghasilkan rasa bengkoang yang manis dengan penambahan pupuk organi.” Ungkap Naseh.

Petani memilih melakukan perbenihan sendiri saat menanam bengkoang daripada beli di pasaran. Karena harga bibit bengkoang di pasaran mencapai Rp. 350.000 per 100 batang, dengan resiko yang dihadapi yaitu belum tentu berbuah ketika ditanam.

Varietas bengkoang yang saat ini dikembangkan di desa Kedungbulus diantaranya adalah “jenis ganjah” dan juga “jero”. Jarak tanam yang digunakan dalam budidaya tanaman bengkoang antara 15 sampai 20 cm.

“Ciri bibit yang bagus digunakan untuk budidaya diantaranya memiliki bentuk bulat, dan rata, memiliki akar yang kecil dan jarak antara umbi sampai keluar tunas pendek. Tanaman bengkoang dipupuk 2-3 kali yaitu  saat tanaman berumur 20 HST dan setelah bengkoang berbuah kecil.” Lanjut Naseh.

Pemupukan dilakukan pada saat tanaman sudah memiliki 2 helai daun dengan cara ditugal. Pada kondisi normal, tanaman bengkoang dapat dipangkas 5 sampai 6 kali untuk terjadi pembuahan. Namun untuk saat ini hanya dilakukan pemangkasan 2 kali yaitu saat tanaman sudah muncul daun 5 sampai 6 helai.

Kendala yang seringkali dihadapi petani bengkoang yaitu jika tanaman terkena virus sungkil yang membuat daun berwarna kuning dan mengakibatkan penurunan produktivitas tanaman bengkoang dengan penyusutan pendapatan mencapai 50%. Virus ini sudah menyerang pertanaman mulai 4 sampai 5 tahun. 

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan melakukan panen bengkoang di kebun petani dan mencicipi buahnya secara langsung.

Ketua Program Studi Agroteknologi UMNU Kebumen Umi Barokah, M.P. berharap dari kegiatan kunjungan ilmiah ini adalah mahasiswa menjadi tahu potensi lokal daerah dan menjadi makin mencintai akan produk pertanian Kebumen sehingga akan makin serius dalam belajar di bidang pertanian karena prospek pertanian sangat menjanjikan jika ditekuni.

“Apalagi di tahun seperti saat ini, Ketika pandemic Covid-19 melanda Indonesia bahkan dunia, bidang pertanian tetap eksis meningkatkan perekonomian bangsa, tetap mampu berproduksi di berbagai sektor baik tanaman pangan, perkebunan maupun hortikultura. ” Tutur Umi Barokah Kaprodi Agroteknologi.

Selain itu harapannya masyarakat yang belum melakukan budidaya tanaman bengkoang dapat melakukan budidaya tanaman bengkoang karena prospek nilai ekononominya yang menjanjikan dan budidayanya tidak terlalu rumit.(Kn.01)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Single content advertisement bottom
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

NU Kebumen Kampanyekan Herd Immunity Melalui Gowes

Gapoktan Kalijirek Panen Varietas Inpari Ir Nutri Zink Karbohidrat Tinggi, Dampingan UMNU

Related posts