8:30 pm - Minggu Juni 20, 2021

Guru Madrasah Non PNS Bakal Terima ‘Sirup’ Bupati Kebumen

727 Viewed kebumenn 0 respond

Kebumen News (26 Mei 2021)

Bertempat di Rumah Dinas Bupati, Kamis, 27 Mei 2021, Dewan Pengurus Cabang Persatuan Guru Madrasah Indonesia (DPD PGMI) Kabupaten Kebumen melakukan audiensi dengan Bupati Kebumen. Tujuan audiensi ini menurut Wakil Ketua Budi Asyamsu adalah untuk halal bihalal, pengenalan organisasi dan program strategis PGMI Kebumen, sekaligus memberikan dukungan penuh visi misi program pembangunan di Kebumen masa kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati terpilih Arif-Rista periode 2021-2024.

“Madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bercirikan Islam, tentu tidak diragukan lagi akan jasa dan peran sentralnya bagi negeri ini. Bahkan kehadirannya turut membentuk karakter insan yang berbudi pekerti luhur dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah dan pedoman hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran lulusan madrasah turut andil besar dalam memperjuangkan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Maka memang sudah semestinya pemerintah memperlakukan keberadaan madrasah berikut elemen pendukungnya sejajar dengan lembaga pendidikan formal lainnya.” Tutur Muhiban sekretaris DPD PGMI Kebumen

Single content advertisement top

Ada ada empat program usulan yang tertuang dalam pokok-pokok pikiran audiensi dengan Bupati guna memperkuat dukungan penguatan madrasah dan sinergitas Madrasah dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen. Empat hal itu menurutnya antara lain: pertama, Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Madrasah sebagai bagian dari lembaga pendidikan di daerah diharapkan turut terbantu dengan adanya program BOSDA tersebut. Kedua, Program Unggulan ke-2 dari Visi Misi Bupati Kebumen adalah Peningkatan Aksebilitas dan Kualitas Pelayanan Pendidikan, Kesehatan, Kebutuhan dasar Lainnya. Di dalamnya terdapat program unggulan antara lain adalah SIRUP ( Program Insentif Guru PAUD, TK, SD, SMP). Madrasah, di dalamnya termasuk Raudhatul Athfal diharapkan ikut serta menjadi sasaran program SIRUP tersebut. Paling tidak ada 2.624 orang guru yang berstatus Guru Non PNS yang mengajar di RA dan Madrasah (MI, MTs, MA), atau ada 1,606 orang guru dengan status Guru Non PNS dan belum menerima tunjangan sertifikasi, mereka berpenghasilan jauh di bawah UMR, mereka penting menjadi sasaran penerima program SIRUP ini. Ketiga, penambahan Anggaran Hibah Bantuan Sarpras Raudhatul Athfal dan Madrasah. Di Kebumen terdapat 336 madrasah sebagai bagian dari lembaga pendidikan di daerah yang turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Merujuk pada Pasal 46 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008, pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan masyarakat. Sebagaimana juga diatur dalam Pasal 31 Ayat 4 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Maka Pemerintah daerah dirasa penting terus meningkatkan kuota dukungan bantuan lebih banyak, mengingat sebagian besar madrasah dikelola oleh masyarakat. Disebutkan dari 336, 16 di antaranya berstatus negeri, sedangkan 320 lainnya berstatus swasta yang dikelola oleh masyarakat. Keempat adalah permohonan dukungan bantuan biaya pengiriman delegasi peserta Muktamar PGMI Tahun 2021 di Makasar.

Pada kesempatan itu Bupati H. Arif Sugiyanto, S.H. didampingi Wakil Bupati Hj. Ristawati P, S.S.T, M.M., Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan H. Amirudin, S.Sos., M.M., dan Kabag Kesra H. Wahib Tamam, M.Si., mengapresiasi dukungan yang telah dilakukan oleh anggota PGMI.

Bupati menegaskan kembali komitmennya bahwa “Aktivitas pembangunan di Kabupaten Kebumen diarahkan pada terwujudnya peningkatan kesejahteraan (quality of life) masyarakat Kebumen dan selaras dengan tujuan pembangunan nasional. Oleh karena itu manusia ditempatkan sebagai fokus pembangunan, baik dari sisi peningkatan kesejahteraan maupun dari peningkatan kualitas sumber daya manusianya. ” Tutur Arif Sugiyanto, Bupati Kebumen.

Sumberdaya manusia tidak saja dipandang sebagai objek pembangunan, namun menempatkannya dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan, PGMI berada pada peran-peran tersebut. Bupati akan merangkai, merangkul, dan berterima kasih kepada semua elemen warga, termasuk PGMI.

Bupati secara rinci mengurai satu persatu usulan program dari DPD PGMI Kabupaten Kebumen. pertama, Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Dijlelaskan oleh Bupati bahwa Pemerintah Daerah belum mampu memprogramkan adanya BOSDA. Kedua, Bupati akan memperjuangkan Program SIRUP ( Program Insentif Guru PAUD, TK, SD, SMP) akan menyasar juga pada guru-guru di lingkungan madrasah pada tahun anggaran 2022, seraya berpesan agar PGMI senantiasa membangun komunikasi intensif agar cita-cita Bupati ini tidak terlupakan dan menjadi janji palsu, guraunya. Ketiga, penambahan Anggaran Hibah Bantuan Sarpras Raudhatul Athfal dan Madrasah juga akan diupayakan ditambahkan kuotanya, dari 6 madrasah pada tahun 2021 akan meningkat pada tahun 2023. Bupati juga menjelaskan, masa pandemi ini harus benar-benar mengencangkan ikat pinggang. Hingga tahun 2022 dipastikan tidak ada bantuan sarpras. Fokus APBD 2022 adalah kesehatan warga, keselamatan warga, dan penyelesaian tenaga kerja, termasuk juga penerimaan PPPK. Terhadap permohonan dukungan bantuan biaya pengiriman delegasi peserta Muktamar PGMI Tahun 2021 di Makasar, Wakil Bupati, Ibu Rista menyarankan agar DPD PGMI mengirimkan proposal kegiatan.

Pada kesempatan yang sama, H. Siswanto, selaku perintis berdirinya PGMI di Kebumen turut mendampingi audiensi dengan Bupati turut memberikan masukan agar peserta didik dari madrasah dapat turut berkompetisi dalam kegiatan Kompetisi Sains Nasional. Amirudin, Kepala Dinas P dan K berjanji akan kembali membuka pintu tersebut membangun komunikasi dengan berbagai pihak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen. (Kn.01)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Single content advertisement bottom
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
5/5 - 1
You need login to vote.
Filed in

Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen Terima Sertifikat ISO Dua Kategori Sekaligus

Gelar GAP Bawang Merah, Distapang Berharap Petani Tanam Varietas Unggul Lokananta

Related posts