8:20 pm - Minggu Juni 20, 2021

Gelar GAP Bawang Merah, Distapang Berharap Petani Tanam Varietas Unggul Lokananta

165 Viewed kebumenn 0 respond

Kebumen News (25 Mei 2021)

Bertempat di Desa Peniron Kecamatan Pejagoan Kabupaten Pejagoan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen pada hari Kamis, 27 Mei 2021 membuka pelaksanaan Sekolah Lapang Good Agriculture Practices (GAP) Bawang Merah. Turut hadir dalam acara ini Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen Retno Hendarwati,S.Pt.,M.M., Kepala Seksi Produksi Indah Buditristanti,S.P. , Kepala Desa Peniron Triyono Adi, Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Pejagoan, Perwakilan dari produsen benih Panah Merah, Kelompok Tani Tani Jaya dari Desa Peniron dan Petani dari Desa Kalirejo, Karanggayam. Kegiatan Sekolah Lapang ini diikuti oleh petani calon penerima demplot bawang merah dari kelompok tani tani jaya Desa Peniron Kec. Pejagoan dan kelompok tani desa Kalirejo Kec. Karanggayam.

Demplot kali ini berbeda dari tahun sebelumnya (2018) yaitu menanam bawang merah menggunakan biji. Oleh karena itu, karena ini teknologi baru maka petani perlu mendapatkan pelatihan lewat sekolah lapang ini. Harapannya dari sekolah lapang ini nantinya petani penerima demplot bawang merah dapat melakukan budidaya tanaman sesuai Good Agriculture Practice dengan dipandu dari BPP Kec. Pejagoan dan pendamping dari produsen benih.

Single content advertisement top

Untuk tahun ini Poktan Tani Jaya mendapatkan demplot bawang merah seluas 1 ha dengan bantuan benih berupa biji bawang merah varietas lokananta sebanyak 5kg, pupuk organik 6 ton, Pupuk NPK 6 kwintal dan fero bawang sebanyak 40 sachet. Dalam sambutannya, Kabid Hortikultura dan Perkebunan Distapang Ibu menyampaikan bahwa “Kabupaten Kebumen ditargetkan sebagai produsen bawang merah oleh provinsi Jawa Tengah sehingga nantinya Kabupaten Kebumen mampu menyuplai kebutuhan bawang merah sendiri tidak disuplai dari Kabupaten lainnya.

Oleh karena itu dari Dinas menfasilitasi desa yang potensi untuk ditanami bawang merah untuk dilakukan demplot bawang merah dengan teknologi baru yaitu menanam dengan biji. Menanam bawang merah dengan biji itu lebih menghemat daripada menanam dengan umbi. Karena budidaya bawang merah modal paling besar adalah di benihnya. Dengan teknologi biji ini nantinya petani untuk luasan lahan 1 hektar hanya mengeluarkan biaya sekitar 7.500.000 untuk 5 kg benih, sedangkan jika menggunakan umbi, petani bisa menggeluarkan dana hingga 40.000.000. Ini sangat menghemat pengeluaran, selain itu hasil panenan bawang merah dengan biji juga lebih tahan lama disimpang. oleh karena itu pesan Bu Kabid Horbun agar kegiatan SL Bawang Merah ini bisa diikuti secara serius oleh petani karena kegiatan ini nantinya adalah berisi materi yang dibutuhkan oleh petani mulai dari pesemaian, penanaman, pengendalian hama dan penyakit hingga pemananen. Harapannya adalah hasil demplot bawang merah di Poktan Tani Jaya Desa Peniron juga dapat tinggi juga karena pengalaman ubinan bawang merah dengan biji di Kecamatan Puring dapat mencapai 20 ton/ha. Jika petani hasilnya bagus maka keuntungan yang akan diperoleh petani juga akan tinggi juga sehingga petani akan makin sejahtera. (Kn.01)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Single content advertisement bottom
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Guru Madrasah Non PNS Bakal Terima ‘Sirup’ Bupati Kebumen

‘GasPol’ Peningkatan Mutu, Dosen UMNU dan IAINU Dilatih Jadi Auditor

Related posts