Bertahan Produksi Gerabah Tanah Liat Di Tengah Serangan Gerabah Plastik

Tak Berkategori

Kebumen News (8 Maret 2021)

Pengurus Komisariat Mahasiswa Ahlit Thoriqoh Al Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (MATAN) IAINU Kebumen berkunjung ke rumah Kasmirah, yang merupakan satu dari sekian masyarakat Desa Gebangsari yang masih mempertahankan kerajinan gerabah. (07/03/20) 

Kunjungan edukasi ini merupakan suatu kegiatan rutin yang dijalankan oleh bagian Departemen Kajian dan Litbang. Kami berkunjung sekaligus praktik belajar membuat gerabah sendiri.

Namun ternyata tidak semudah melihat jemari Kasmirah dalam membentuk dan mengelus gerabah dengan begitu lihai. Membuat kami semua terpana dan kagum melihatnya.

Tidak sabar hanya melihat saja kami pun mencoba satu persatu. Begitu mengasyikan tangan kiri memutar meja sambil tangan kanan menari di adonan tanah liat. Disini kami merasakan rasa kepuasan tersendiri walau hasilnya tidak begitu rapih dan bagus.

Kalian penasaran seperti apa sensasinya datang saja langsung ke “Kampung Gerabah” Desa Gebangsari Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Kita bisa belajar sambil bermain seru sekali.

Gerabah adalah alat-alat dapur (untuk masak-memasak dan sebagainya) yang dibuat dari tanah liat yang kemudian dibakar (misalnya kendi, belanga). Tidak hanya alat-alat dapur saja perkembangan seni kerajinan gerabah meluas dan menghasilkan beraneka macam benda.

Berbagai motif pot bunga yang dulunya jarang dilirik pun kini mendapatkan tempatnya. Kasmirah menyebut saat ini pot bunga dari gerabah yang laku keras.

Harga yang dipatok oleh nya pun terbilang terjangkau menyesuaikan ukiran dan kerumitan dari hasil kerajinan gerabah ini. Harga terendah itu berkisar Rp 5.000 – Rp 10.000 bahkan ratusan ribu, biasanya berupa vas bunga atau guci sebagai hiasan.

“Dalam sehari saya mampu membuat 50 gerabah. Saat ini motif yang banyak di minati oleh konsumen yaitu tanaman hias yang lagi booming,” ungkapnya.

“Untuk motif saya juga menerima kustom dari konsumen. Gerabah buatan saya kebanyakan permintaan dari luar kota seperti Banyumas, Kroya Cilacap, Sumpiuh. Kemarin paling banyak Sumpiuh mengambil 500 gerabah. Saya tidak mengirim namun pembeli datang mengambil sendiri” imbuhnya. (Kn.01)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Or

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.