Tak Ada Potongan Dana BOP Pesantrenn, Madin dan TPQ di Kabupaten Kebumen

Tak Berkategori


Kebumen News (19 Februari 2020)

Sebanyak 1257 Lembaga Pendidikan Islam yang terdiri dari Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Lembaga Pendidikan Al Quran/TPQ) menerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Covid 19. Bantuan ini dalam rangka penanggulangan dan pencegahan virus Covid-19 di kalangan Pesantren, Madin dan TPQ. Banyak isu yang beredar di masyarakat bahwa ada potongan dalam pencairan BOP tersebut.
Saat dikonfirmasi terkait bantuan tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah & Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kebumen H. Makruf Widodo,M.Pd.I mengatakan, bahwa proses pencairan langsung diterima oleh lembaga tanpa ada potongan sepeserpun.

Proses pencairan ada 4 tahap yang masing –masing tahapan lembaga didampingi oleh Kementerian Agama, Rabithah Ma’aahid Islamiy (RMI) bagi Pondok Pesantren, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) bagi Madin dan Badan Koordiasi Lembaga Pendidikan Qur’an (Badko LPQ) untuk TPQ. Semua pihak bersinergi untuk membantu proses pencairan yang dilaksanakan oleh BNI Cabang 46 Kebumen. Ketiadaan potongan ini juga dikuatkan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (Monev) dari Itjen bahwa BOP di Kabupaten Kebumen berjalan lancar aman dan tepat sasaran. Memang ada beberapa lembaga yang mengalami kendala teknis, namun bukan berasal dari lembaga akan tetapi lebih disebabkan oleh sistem dari pusat.

Kementerian Agama selaku yang diberi kewenangan untuk memberikan bantuan membuat aturan bahwa ada tiga ketentuan agar bisa mendapatkan dana BOP tersebut. Pertama, BOP diberikan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang tercatat aktif menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dan terdaftar pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen. “Status terdaftar ini dibuktikan dengan Nomor Statistik Lembaga,” Tutur Makruf kepada Kebumen News.com, Kamis (19/2/2021).

Kedua, BOP berbentuk bantuan uang tunai yang berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Pusat tahun 2020. Ketiga, BOP dapat digunakan untuk pembiayaan operasional pesantren dan pendidikan keagamaan Islam, seperti membayar listrik, air, dan keamanan. “BOP juga bisa digunakan untuk pembiayaan kebutuhan protokol kesehatan. Bantuan boleh juga digunakan untuk pembiayaan hal lain yang mendukung penerapan protokol kesehatan,” Sambungnya.

Nominal bantuan untuk Pondok Pesantren kategori kecil sebesar 25 juta, kategori sedang sebesar 40 juta dan kategori besar sebesar 50 juta . Sedangkan untuk bantuan Madin dan TPQ mendapat bantuan 10 juta tiap lembaga (TPQ/Madin) dan diterima secara utuh oleh penerima. Dia menegaskan bahwa tidak ada pemotongan dalam pencairan bantuan BOP. Semua sepakat menggunakannya sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dari pusat. Semua penggunaannya sudah sesuai juknis, dan memang sudah seharusnya begitu,” jelasnya di sela-sela Rakor Evaluasi penyaluran BOP. Dalam kesempatan ini Makruf meminta semua LPJ harus sesuai dengan Juknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama.
Makruf yang menjabat Kasi Pontren di Kementerian Agama Kabumen itu juga mengucapkan terima kasih kepada FKPP, RMI, FKDT DAN BADKO LPQ yang telah bekerjasama dengan baik untuk pendampingan teknis pencairan & penyusunan LPJ sehingga lembaga merasa terbantu. (Kn.01)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Or

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.