3:00 am - Jumat Oktober 30, 2020

Gebyag Suran Ebeg Wahyu Turonggo Mudo

141 Viewed kebumenn 0 respond

Upaya melawan kepunahan

Kebumen News (Senin Pon, 14 September 2020)

Bulan Muharam atau dalam masyarakat jawa dikenal dengan bulan Suro, oleh beberapa komunitas kesenian diisi bermacam ritual tradisi. Aktivitas tersebut berkaitan dengan kelangsungan eksistensi komunitas tersebut dalam masyarakat. Salah satu bentuk ritual tradisi adalah Gebyag Suran atau Tasyakuran Suran.


Begitu juga dengan acara yang digelar oleh komunitas Seni Tari Kuda Lumping Wahyu Turonggo Mudo.
Komunitas ebeg di desa Podourip kecamatan Petanahan ini, memperingati bulan Suro tahun ini dengan menggelar tradisi Gebyag Suran.
Kegiatan yang digelar pada Minggu Pahing, 13 September 2020 merupakan agenda rutin tahunan setiap bulan Suro.
Acara yang digelar secara swadaya itu menampilkan pertunjukan ebeg dari komunitas Wahyu Turonggo Mudo. Kegiatan Gebyag suran diawali dengan Santunan, Kiprahan, Barongan dan Mendeman. Kemudian di acara puncaknya diadakan nyadran atau slametan Suran.

“Acara Gebyag Suran Ebeg Wahyu Turonggo Mudo ini tetap digelar meskipun dalam suasana Covid-19 semata-mata untuk nguri-uri kabudayaan agar tidak punah, atau agar kesenian Eneg ini tidak diakui oleh bangsa lain, seperti yang sudah-sudah.” Tutur Ki Slamet ketua komunitas Seni Tari Kuda Lumping Wahyu Turonggo Mudo saat ditanya tujuan pagelaran.

“Selain itu juga dimaksudkan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME, atas keberkahan yang telah diterima komunitas selama setahun.” Sambungnya.

Gebyag Suran bagi komunitas juga salah satu bentuk doa permohonan keselamatan dan kesuksesan di waktu-waktu yang akan datang.
Dalam kesempatan itu Ki Slamet yang juga ketua Forum Ebeg Kebumen Aji (Forum EKA) menjelaskan bila pagelaran selain mendapat dukungan dari grup-grup ebleg anggota Forum EKA, juga didukung oleh Paguyuban Pecinta Kuda Lumping Kebumen (PPKLK), yang beranggotakan lebih dari 4000 orang.

“Di Kabupaten Kebumen ini ada lebih dari 239 grup ebleg. Jika tiap grup memiliki anggota 30 an seperti Kelompok seni Wahyu Turonggo Mudo yang beranggotakan 30 orang. Maka jumlahnya bisa mamcapai 4000 bahkan lebih.

Kelompok seni Wahyu Turonggo Mudo beranggotakan 30 orang terdiri dari 14 Penari, 14 Penayagan dan 2 orang Medoyan atau Tukang Timbul.

Penampilan Ebeg Wahyu Turangga Mudo (Foto: Pekik)

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Daerah Kebumen Pekik Sat Siswonirmolo yang turut hadir menyaksikan acara tersebut turut mengapresiasi.


“Kesenian ebeg merupakan kesenian yang turun temurun dan sudah regenerasi dan terus lestari hingga saat ini. Untuk itu pihaknya mendukung kesenian agar terus dilesatarikan.” Tutur Pekik.

‘’Ebeg merupakan kesenian turun temurun yang masih lestari hingga saat ini dan mendapatkan dukungan kuat dari warga masyarakat, bahkan kini banyak kaum muda millenial yang menyukai kesenian ini, terbukti banyak diantara mereka yang ikut Wuru, atau mendhem’.’ Pungkasnya. (Kn.04)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
5/5 - 1
You need login to vote.
Filed in

Fasilitasi UNS Pakai RSUD Lama Dinilai Tak Elok dan Tak Etis

Di Tengah Pandemi, MI Pejagatan Gelar Santunan

Related posts