4:03 pm - Selasa Oktober 22, 5680

Peran Bawaslu Dalam Meningkatkan Kualitas Pilkada Serentak 2020 Di Tengah Pandemi Covid-19

262 Viewed kebumenn 0 respond

Oleh : Mugiarto, M.Pd.I

Kebumen News (11/07/2020)

Setelah kurang lebih tiga bulan ditunda pemerintah dan DPR sepakat melanjutkan tahapan pilkada, salah satu alasan pemerintah dan DPR adalah ketidakpastian kapan pandemi Covid-19 berakhir. Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 0197/K.BAWASLU/TU.00.01/VI/2020 tertanggal 12 Juni 2020. Inti dari surat edaran itu adalah  instruksi kepada Bawaslu Kabupaten/Kota untuk mengaktifkan jajaran Pengawas Pemilu (Panwaslu) tingkat kecamatan dan kelurahan/desa sebelum tanggal 15 Juni 2020. Banyak kalangan yang  pesimis dengan Pilkada yang akan digelar pada 9 Desember 2020 akan menghasilkan nialai demokrasi yang berkualitas dan menimbulkan banyak mudarat dari berbagai kalangan masyarakat terutama tahapan Pilkada akan menimbulkan klaster baru penyebaran kasus positif Covid-19. 

Keadaan seperti ini harus disikapi dengan tepat oleh Bawaslu serta dibutuhkan komitmen dan kedisiplinan yang tinggi dari semua pihak agar penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 dapat berjalan lancar  serta memberi manfaat yang besar bagi masyrakat Indonesia. Pada Pilkada besok sekitar 270 daerah yang melaksanakan pemilihan diantaranya 224 kabupaten, 37 kota dan 9 provinsi. Dengan begitu banyak daerah yang melaksanakan Pilkada di tengah pandemi harus menghindari dan mencegah adanya klaster baru penularan virus Covid-19 baik bagi pemilih maupun bagi penyelenggara khususnya petugas pilkada di lapangan. Dengan realitas tersebut seharusnya tata kelola penyelenggaraan pemilihan di masa pandemi sudah harus berbasis pada perlindungan pemilih (voter protection-based electoral governance). Semangat dari Bawaslu adalah mencegah penyebaran virus Covid-19 dari semua tahapan Pilkada. Sehingga ada jaminan keamanan khsususnya bagi penyelenggara dan pemilih dalam melaksanakan pemilihan. Sehingga pergeseran tanggal pelaksanaan Pilkada dari 23 September ke tanggal 9 Desember 2020 perlu diperkuat dan harus didukung dengan kesiapan penyelenggara pemilu terhadap protokol pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Prosedur elektoral harus menjadi perhatian bagi Bawaslu untuk meningkatkan kualitas pemilu, misalnya mencakup mekanisme pencalonan dari kalangan idependen termasuk verfikasi faktual dukungan calon perseorangan dilapangan, mekanisme pemutakhiran daftar pemilih, desain surat suara, prosedur pengawasan, peraturan pelaksanaan kampanye, ukuran dan jumlah pemilih per TPS, dan lain sebagainya. Bawaslu juga harus mampu memetakan dan mendeteksi tingkat kerawanan Pilkada, rendahnya partisipasi dikarenakan pandemi. Sehingga tidak ada degradasi kualitas penyelenggaraan pilkada karena rendahnya angka pengguna hak pilih. Menguatnya potensi transaksi jual beli suara, politisasi program penanganan covid-19 juga harus menjadi perhatian Bawaslu. Sehingga Bawaslu mampu menjaga trust atau kepercayaan masyarakat dalam mengawal pemilu berintegritas penyelenggara pemilu yang independen, profesional, dan kompeten sehingga kepercayaan publik meningkat. 

Hadirnya Bawaslu ditengah masyarakat diharapkan memberi kontribusi signifikan bagi peningkatan kualitas pilkada ditengah pandemi Covid-19 berupa pencegahan dan penindakan, serta penyelesaian sengketa seadil adilnya. Karena Visi bawaslu adalah terwujudnya  lembaga pengawal terpercaya dalam penyelenggaraan pemilu demokratis, bermartabat, dan berkualitas. Adapun Misinya  adalah pertama: membangun aparatur dan kelembagaan pengawas pemilu yang kuat, mandiri dan solid; kedua: mengembangkan pola dan metode pengawasan yang efektif dan efisien; ketiga: memperkuat sistem kontrol nasional dalam satu manajemen pengawasan yang terstruktur, sistematis, dan integratif berbasis teknologi; keempat: meningkatkan keterlibatan masyarakat dan peserta pemilu, serta meningkatkan sinergi kelembagaan dalam pengawasan pemilu partisipatif; kelima: meningkatkan kepercayaan publik atas kualitas kinerja pengawasan berupa pencegahan dan penindakan, serta penyelesaian sengketa secara cepat, akurat dan transparan; keenam: membangun Bawaslu sebagai pusat pembelajaran pengawasan pemilu baik bagi pihak dari dalam negeri maupun pihak dari luar negeri.

Dengan beban tugas Bawaslu yang sangat berat dalam mengawal demokrasi, sudah selazimnya anggota Bawaslu dari jajaran pusat sampai paling bawah harus bisa mengikuti perkembangan jaman sehingga selalu bisa kontekstual dan mampu menyelesaikan berbagai macam persoalan pemilu. Dengan adanya pandemi Covid ini tahapan kampanye Pilkada 2020 akan lebih banyak dilakukan secara daring. Oleh karena itu, para pengawas Pemilu harus meningkatkan kemampuan dalam penggunaan teknologi informasi. Sehingga strategi pengawasan ditengah pandemi Covid-19 adalah dengan memanfaatkan teknologi digital, sosialisasi melalui Website, memanfaatkan media sosial, media massa dan elektronik. Bawaslu harus mampu membangun sistem pemilihan yang transparan dengan merangsang perhatian pemilih. Memperbanyak postingan yang berisi himbauan dan pencegahan pelanggaran Pilkada melalui media sosial yang dimiliki Bawaslu seperti facebook, instagram dan twitter dengan membuat meme dan film pendek yang mampu memberi pencerahan serta pendidikan politik masyarakat. Sehingga kehadiran Bawaslu sebagai pengawal demokrasi ditengah pandemi Covid-19 membawah manfaat yang besar bagi masyarakat dengan tetap menjaga kualitas Pilkada serentak tahun 2020.***

Penulis adalah Ketua Panwaslucam Kecamatan Pituruh, Pengajar Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen dan juga Pendiri Lingkar Studi Santri Kalong (LSSIK) Purwokerto.

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

PSMTI Kebumen Salurkan Bantuan Melalui PMI dan Lazisnu

Aris Panji, Pejuang, Penyair dan Penulis Inspiratif Kebumen News Tutup Usia

Related posts