4:03 pm - Rabu Oktober 22, 3845

Aris Panji, Pejuang, Penyair dan Penulis Inspiratif Kebumen News Tutup Usia

675 Viewed kebumenn 0 respond

Kebumen News (22/7/2020)

ARIS Irianto pria kelahiran Kebumen 24 / Februari 1962 yang oleh teman-teman aktifis di Kebumen dikenal dengan nama Aris Panji, juga seorang penyair, penulis puisi dengan nama pena Aris Panji Wulung Santariaji atau Aris Panji WS tutup usia pada hari Rabu (22/7) pukul 18.30 WIB dalam usia 58 tahun karena sakit dan dimakamkan hari Kamis, (23/7) di pemakaman TPU Menganti Sruweng.

Aris Panji meninggalkan seorang istri, dan 2 orang anak telah dewasa. Beraktivitas sejak th 80 han. Karya buku kumpulan puisi/Antologi puisi Purnama kamar putih, Sosok Tiga, Nyanyian Karah. Paling baru tahun 2019, sukses menggelar Repertoar Dangsak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen.
Segenap pihak merasa sangat kehilangan atas kepergian Aris Panji beliau sebagai salah satu pengurus Komisi di DKD yang sangat peduli dengan pendokumentasian produk seni tradisional.

Sebagai seorang jurnalis hasil investigasi Aris Panji selalu tajam. Termasuk dalam memgangkat tema-tema lokalitas. Tulisannya selalu fokus dan konsen pada keberpihakan kepada kaum tertindas. Munculnya Cepetan sebagai ikon kesenian di Kebumen dinilainya merupakan alat perjuangan melawan penjajah.

Baca: Cowong Eksistensi Leluhut Ibu Bumk https://kebumennews.com/2019/09/cowong-dan-eksistensi-leluhur-ibu-bumi/

Aris merupakan aktifis dengan konsistensi gagasan dan idelaisme yang selalu terjaga. Ia memanifestasikan pemikiran dan idealisme dalam keseharian, lelaki yang suka rokok tingwek (lintingane dhewek) ini tak segan mengorbankan diri dan keluarga untuk tujuan mulia, membebaskan masyarakat dari ketertindasan.

“Hanya sedikit yang berani melawan mas, dan lebih sedikit lagi orang yang berani melawan dengan konsistensi dan idealisme.” Tutur Aris bersemangat saat melawan sakit paru-paru yang dideritanya.

Lelaki yang berani mengambil jalan sepi, sendirian demi kemerdekaan masyarakat dari penjajahan kapitalisme dan kebendaan. Jalan sepi itu dilakiloninya saat konsisten memperjuangkan agar wilayah Karst Gombong selatan tetap asri dengan kekayaan sumber air dan gua-gua indah yang menghidupi warga Buayan, Ayah dan Rowokele. “Saya tidak habis pikir, stalaktit dan stalagmit yang dibentuk oleh alam selama jutaan tahun, harus musnah dalam waktu beberapa menit dengan dinamit, demi ambisi bisnis.” Tuturnya bersemangat. “Masyarakat karst dengan kesadaran sensiri pertahankan kekayaan kita, tolak pembangunan semen di wilayah ini.” Tutur Aris dalam diskusi dengan masyarakat Sikayu Buayan dua tahun silam.

Baca: Perpag: Harga Mati Pengembalian KBAK Gombong Selatan [1]

Berkat keukeuhnya masyarakat karst mempertahankan wilayahnya, pembangunan semen di Gombong digagalkan.
“Aris Panji melalui gagasan-gagasan dan gerak langkahnya merupakan pahlawan bagi masyarakat Urut Sewu atas perjuangan hak pemilikan tanah.” Tutur Seniman warga pejuang Urut Sewu.
“Selain pejuang Aris juga melakukan kritis dan investugaai melalui tulisan-tulisannya yang dahsyat, menjadi roh bagi media online Kebumen New, media online yang saya kelola.” Tutur Mustolih, pengelola media online Kebumen New. (Kn.07)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Peran Bawaslu Dalam Meningkatkan Kualitas Pilkada Serentak 2020 Di Tengah Pandemi Covid-19

Dua Remaja yang Terseret Ombak Berhasil Diselamatkan

Related posts