9:57 am - Senin Oktober 14, 2019

Urutsewu Memanas: Salah Satu Warga Tertembak

229 Viewed Khas 0 respond

Kebumen, (Kebumennews.com),–Kasus Urutsewu kembali muncul di permukaan setelah beberapa tahun silam berhasil mereda. Bentrokan antara TNI dan warga pernah terjadi di tahun 2011 silam. Informasi yang berhasil dihimpun oleh Tim Kebumen News, kemelut Urutsewu pada tahun 2011 telah menghasilkan kriminalisasi warga. Di antara warga yang terlibat kemelut dengan TNI satu persatu dipenjarakan.

Rabu (11/09/2019), kondisi serupa namun berbeda terjadi lagi di sekitaran tanah sengketa Urutsewu. Warga yang geram melihat pemagaran tanah melakukan penghalangan, sehingga bentrokan antara warga dengan TNI yang berjaga di lokasi tidak bisa dihindarkan lagi. Informasi yang berhasil didapatkan Tim Kebumen News melalui rilis yang ditulis oleh Forum Petani Paguyuban Kebumen Selatan (FPPKS), TNI menghalau warga dengan pentungan dan senjata dan menyebabkan belasan warga luka-luka.

Dari rilis yang disebar oleh FPPKS, ada 16 warga terluka. Luka yang didapatkan akibat benturan dengan TNI bervariasi, mulai luka ringan dan berat. Heryanto (38) mendapat luka tembakan di pantatnya. Tembakan peluru karet yang menyasar ke Heryanto tersebut menyebabkan dirinya harus dilarikan ke puskesmas terdekat.

“Kami baru mengkoordinir korban ke puskesmas sampai pulih kembali. Untuk kronologi penembakan, kami masih belum menelusuri. Kami lebih mengutamakan kesehatan para korban,” ungkap Seni, Koordinator FPPKS setelah dihubungi oleh Tim Kebumen News, Kamis (12/09/2019).

Perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan oleh TNI di lokasi pemagaran tanah pada Rabu (11/09/2019) tersebut membuat warga kemudian berduyun-duyun mendatangi Pendopo Kabupaten Kebumen untuk meminta ketegasan Bupati Yazid Mahfudz. Bupati yang hadir di tengah rombongan warga kemudian menjanjikan kepada warga bahwa pemagaran tanah oleh TNI akan segera dihentikan.

Sementara di tempat terpisah, pemagaran tanah tengah berhenti. Belum diketahui pasti apakah pemagaran dihentikan atau dilanjutkan kembali. Namun, oleh FPPKS, warga diminta untuk tetap waspada dengan keberadaan TNI di sekitaran rawan konflik.

Sementara Dr. H. Teguh Purnomo, SH, MH, MKn selaku pendamping warga menyayangkan sikap TNI yang main hakim sendiri. Teguh mengatakan seharusnya oknum TNI yang melakukan aksi kekerasan kepada 16 warga diproses secara pidana.

“Jangan sampai kejadian tahun 2011 silam kembali terulang. Warga justru dikriminalisasi oleh TNI,” pungkasnya.

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
5/5 - 1
You need login to vote.
Filed in

Dilalap Jago Merah,Rumah Paimin Ludes

LazizNU Kembali Bantu Korban Kebakaran

Related posts