1:15 pm - Sabtu Desember 7, 2019

Untuk Seluruh Rakyat Indonesia

301 Viewed Khas 0 respond

Oleh : Agus Suroso*

Insyaf dan sadar bahwa pancasila adalah ideologi bangsa dan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang kehadiranya menjadi pemersatu seluruh rakyat Indonesia dari berbagai perbedaan suku, ras, agama, budaya, dan politik namun kita tetap bersatu demi keutuhan NKRI sebagai warisan para pendiri bangsa di masa lampu. Selain itu, Mahasiswa sebagai salah satu eksponen pembaharu bangsa, yang mengemban misi ke-Indonesaia-an dan Ke-Intelektual-an adalah cerminan bangsa di masa mendatang. Itu artinya mahasiswa adalah salah satu generasi terbaik bangsa di masa depan.

Akhir-akhir ini bangsa kita dihebohkan dengan polemik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran adanya Revisi Undang-Undang di dalamnya dan atas revisi tersebut pun menuai pro dan kontra. Bagi yang pro dengan revisi tersebut beranggapan bahwa wajar sebab selama ini KPK adalah lembaga yang berada di bawah naungan negara, itu artinya KPK adalah lembaga publik yang kinerjanya pun harus diawasi, sebab jika tidak maka KPK bisa sewenang-wenang dalam melakukan tindakan, bahkan seolah-olah KPK adalah lembaga yang suci dan paling tinggi kedudukannya di bangsa ini.

Belum lagi dengan adanya kasus yang menurut Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Transparency International Indonesia (TII) mangkrak , semisal kasus Garuda Indonesia, bailout Bank Century, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, serta proyek pengadaan E-KTP, yang tidak jelas di mana rimbanya. Ini yang kemudian memunculkan asumsi KPK tebang pilih dalam menangani perkara korupsi, bahkan seolah-olah kinerja KPK bersifat politis dan pesanan. Sedangkan yang kontra dengan revisi tersebut berasumsi bahwa revisi tersebut bertujuan untuk melemahkan kinerja KPK. Bahkan yang paling ekstrim adalah justifikasi jika orang yang melawan KPK itu artinya orang tersebut pro terhadap Koruptor.

Menurut hemat penulis, sebagai pewaris bangsa yang sah tentu kita masyarakat Indonesia tidak menginginkan adanya kemunduran peradaban pada bangsa ini yang sedang berkembang, sehingga semua mencoba memberikan yang terbaik demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Jika kita melihat sejarah didirikanya KPK adalah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi yang bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan mana pun dalam melakukan tugas dan wewenangnya serta KPK berpedoman pada lima asas, yaitu: kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, dan proporsional. Kemudian KPK juga bertanggung jawab kepada publik dan menyampaikan laporanya secara terbuka dan berkala kepada presiden, DPR, dan BPK namun mengapa masih banyak kasus yang mangkrak?

Selain itu, bukankah di bangsa ini sudah ada pihak Kepolisian sebagai penegak hukum, BPK sebagai pemeriksa dan pengelolaan keuangan negara dan kejaksaan yang tupoksinya juga sangat jelas. Menurut hemat penulis, jika lembaga-lembaga tersebut bekerja sebagaimana mestinya maka sebenarnya negara ini sudah bebas dari tindakan korupsi.

Selanjutnya, adanya issu Taliban di tubuh KPK. Jika memang benar bahwa di tubuh KPK tidak ada kelompok-kelompok taliban, maka agar tidak menjadi asumsi publik, KPK harus melakukan uij publik terhadap pegawai KPK di depan umum, diuji materi tentang kebangsaan dan ke Indonesiaan agar issu Taliban di tubuh KPK bisa teratasi.

Sebab jika tidak, kelompok Taliban ini bisa menjamur di instansi pemerintah. Sebagaimana janji taliban adalah memulihkan perdamaian dan keamanan berdasarkan syariah islam, kemudian memberlakukan hukum islam, itu artinya sangat mengancam NKRI yang berideologi Pancasila.

Untuk seluruh Rakyat Indonesia, sebagai anak bangsa penulis mengajak mari bersama-sama bergandengan tangan untuk kepentingan bangsa dan negara. Jangan sampai kita terpecah belah karena perbedaan pendapat yang didasari antara suka dan tidak suka sebab kita ini sama, yaitu pewaris bangsa yang sah.

Memang benar apa yang diungkapankan oleh Sang Proklamator; jika perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan saudara sendiri.

*Agus Suroso adalah mahasiswa Pascasarjana (S2) UI. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
5/5 - 1
You need login to vote.
Filed in

Intelektualisme Kaum Sarung

Related posts