5:07 pm - Selasa November 19, 2019

Puisi-Puisi Perjuangan Ovi

270 Viewed Khas 0 respond

Oleh Ovi*

Bangun dan Bergeraklah

matahari sudah tinggi
dan diri masih tetap begini
masih seenak perut,
kenyang lalu terbenam

bersiaplah menelan kekecewaan
bersama riak penyesalan
terpasung nestapa
sesak dirasa dada

bahkan,
matahari masih berbaik hati
ia menunggu sampai kau berada di atas
hingga kedudukannya sejajar

lalu apa yang kau perbuat?
pedulimu hanya perut sampai membulat
mimpimu hendak di kemanakan, jika hanya bergulat dengan kenyamanan hidupmu saja

bangun dan bergeraklah
selagi panas matahari belum membakar tubuhmu
bangun dan bergeraklah
kau terlalu berharga untuk menyerah

Tokoh Fiktif

aku menimbang
perihal hati dan logika; perihal cinta dan nyaman

aku merasakan
getar dan debar dalam dada; sungguh kuat dan aneh

renjana yang meronta-ronta
ingin hati bisa bersama
menjadi utuh dengan berdua

malam menyudahi senja
aku terbangun dari lamunan
aku,
hanya tokoh fiktif di hidupmu

Maaf, Tuhan

bukan masalah jika ragamu sukar ku sentuh
sebab aku tak ingin kalah
dalam mendekati-Nya secara utuh

bukan bencana jika rasaku tertolak olehmu
sebab cintaku tahu jalan pulang
tak takut pada gelapnya malam

hanya terkadang,
rasaku kian menderu
terngiang akan engkau

bertutur akan melupakanmu
nyatanya semakin mengingatmu
selemah itu diriku

rapalan doa ku persembahkan
pada-Nya Yang Maha Pengampun
atas cinta yang ternyata hanya bualan
Maaf, Tuhan

Sebuah Perjuangan

Mesin digenjot, terdengar bisingnya
Tangan yang renta lihai bergerak
Asik mataku memandang

Sesekali kau bangun
Terbatuk-batuk, lalu mereguk obat
Dan kembali bersimpuh di depan mesin

Aku mengetahui,
Bukan batukmu jadikanmu lara
Awan hitam pagi tadi mengunjungimu
Berjalan memenuhi ruang kepala

Bu, panggilku di waktu senja
Kasihan nasinya diabaikan,
Mari, biar aku suapi
Namun, kau hanya diam mematung

Bungkuk tubuhnya semakin menunduk
Suara mesin terhenti
Hanya, kini kau yang berisik
Isak tangis menderu kencang

Kau, kenapa Bu?

*Ovi adalah mahasiswi IAINU Kebumen. Aktif di organisasi PMII Kabupaten Kebumen. Penyuka sastra dan tantangan.

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
5/5 - 1
You need login to vote.
Filed in

Meneropong “Sang Bintang” dari Dataran Tiga Pengadegan

Puisi Eka: Ingatan Mereka

Related posts