10:47 am - Senin Oktober 14, 2019

PMII Jayapura Gelar Dialog Dengan para Tokoh, Terkait Konflik

111 Viewed Khan Solikhan 0 respond

Jayapura – Dengan adanya gejolak yang terjadi di Masyarakat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Jayapura menyelenggarakan silaturahim antar tokoh. Acara yang diselenggarakan di Rumah Kopi Kotaraja (23/09/2019) bertema Wujudkan Papua Sejahtera Bersama NKRI.

Hadir sebagai pemantik diskusi diantaranya Bobby J.E. Awi, S. STP, M.Si representasi kalangan Tokoh Muda Papua, Dr. Eko Siswanto, MH.I representasi Pengamat Politik dan Budaya, dan Ubadillah, M.Pd representasi sebagai Tokoh Cendikiawan Muslim Papua.

Bobby mengapresiasi kegiatan ini dan mengungkapkan tersentuh dengan tema diskusi ini, berbicara mengenai Papua bagian dari berbicara tentang kesejahteraan Indonesia. Indonesia belum dapat dikatakan sepenuhnya sejahtera karena belum sepenuhnya negara memberikan hak-hak yang adil maupun merata kepada rakyatnya, khususnya yang berada di Papua.

“Saya tersentuh dengan tema yang diambil adek-adek PMII, berbicara mengenai Papua berarti kita berbicara tentang kesejahteraan Indonesia. Indonesia belum dapat dikatakan sepenuhnya sejahtera karena belum sepenuhnya negara memberikan hak-hak yang adil maupun merata kepada rakyatnya, khususnya rakyat Papua”. Ujar Bobby.

Menurut dia kejadian-kejadian yang terjadi akhir-akhir ini merupakan salah satu bentuk ketidakpuasan orang-orang terhadap NKRI karena hal ini bukan hanya terjadi di Papua saja.

“Apa yang terjadi ini ekpresi ketidakpuasan, dan ini tidak hanya di Papua”, imbuh Bobby

Menurut Bobby sekarang yang terpenting bagaimana mewujudkan agar Papua sejahtera, hal itu tentu menjadi tanggung jawab kita semua sebagai orang yang berada di tanah Papua. Saya mengajak semua masyarakat yang berada di tanah Papua ini mari kita wujudkan Papua yang sejahtera dan benar sesuai Undang-Undang yang ada di negara kita ini supaya bisa merasakan keadilan, aman, sejahtera, dan lain-lain.

“Penting sekarang adalah bagaimana mewujudkan Papua sejahtera, itu semua tanggung jawab kita, saya mengajak semua masyarakat yang berada di tanah Papua ini mari kita wujudkan Papua yang sejahtera dan benar sesuai Undang-Undang yang ada di negara”, ucap Bobby.

Dr. Eko Siswanto, MH.I menjelaskan suatu hal yang mustahil Papua keluar dari NKRI, diapun mengajak semua pemuda tidak terjebak dalam dinamika tentang Papua, dan pemetaan-pemetaan tentang orang Papua, itu semua agar kita bersama-sama menciptakan kesejahteraan.

“Saya yakin hal yang mustahil terjadi jika Papua keluar dari NKRI. Oleh karena itu kita sebagai pemuda tidak boleh terjebak didalam dinamika ini, tidak boleh terjebak dari pemetaan bahasa, orang gunung, dan orang pantai. Saya mengajak sahabat-sahabat ayo kita bersama-sama ciptakan kesejahteraan mulai dari hal-hal yang kecil. Untuk sejahtera, menurut saya hanya dapat dimulai dengan melakukan hal-hal kecil yang positif yang pastinya sesuai dengan aturan-aturan NKRI”, ujar pria yang akrab disapa Mas Eko.

Dia juga menambahkan kalau ada tiga hal yang perlu kita semua pahami dalam upaya mensejahterakan khusunya untuk masyarakat Papua. Ketiga aspek ini harus seimbang dan harus di samaratakan yaitu aspek ekonomi, aspek keadilan dan aspek keagamaan.

“Ada tiga hal untuk mensejahterakan Papua, yaiitu aspek ekonomi, aspek keadilan dan aspek keagamaan”, imbuh Mas Eko.

Mungkin kita semua di sini belum paham konsep ketiga itu, apabila hal tersebut di biarkan terjadi maka akan menjadi pemicu hancurnya NKRI. Oleh karena itu, kita perlu memberlakukan hukum yang adil agar tidak terjadi kekacauan-kekacauan ini khususnya di tanah Papua ini. Kita bersyukur belum ada konflik yang masuk dalam ranah agama dan kita harus mencegah dan menjaga agar hal itu tidak terjadi. Oleh sebab itu, kita sebagai pemuda yang berada di Papua khususnya kita sebagai kader PMII harus menyebarkan Islam sebagai Rahmatan lil alamin yang dapat di terima oleh saudara-saudara kita yang asli Papua yang harusnya bukan malah menjadi ancaman bagi mereka, pungkasnya.

Sedangkan menurut Ubaidillah, M.Pd, sebetulnya gerbang Indonesia itu bukan di Jakarta tetapi ya Papua itu sendri. Oleh karena itu, ini adalah sebuah gerbang yang harus bisa menarik pengunjung dengan produk yang unggul.

“Gerbang Indonesia sesungguhnya Papua, karena itu sebagai gerbang harus dipoles menarik agar bisa menarik pengunjung, serta masyarakat Papua harus ditingkatkan SDM-nya biar bisa menjadi manusia unggul”, ujar Ubaid.

Menanggapi masih banyaknya stigma yang muncul dari orang-orang yang berada di luar Papua yang menganggap bahwa Papua masih tertinggal soal pendidikan, Ubaid berpendapat bisa jadi mereka tidak paham oleh stigma yang di bangun. Padahal, sebenarnya Papua lebih unggul soal kemoderan.

“Stigma Papua masih tertinggal pendidikannya adalah cara berfikir mereka yang tidak paham kepentingan dibalik stigma itu, padahal faktanya Papua lebih unggul soal kemoderanan”, tegas Ubaid.

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
5/5 - 1
You need login to vote.
Filed in

Mahasiswa Islam Perempuan Tegaskan Pancasila Solusi Konflik di Papua

Cari Bibit Unggul KKG PAI Korwilcam Kebumen Gelar Lomba Mapsi

Related posts