2:39 pm - Sabtu Desember 7, 2019

PCNU Kebumen Akhirnya Buka Suara Soal Isu Urutsewu

1031 Viewed Khas 0 respond

Kebumen, (Kebumennews.com),–Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen akhirnya buka suara soal isu Urutsewu yang kini jangkauannya menjadi nasional. Konflik yang semakin memanaskan antara TNI dan warga hampir selalu menunjukan kegagalan dalam melakukan mediasi. Kendati Bupati Kebumen Yazid Mahfudz telah memediasi antara keduanya, namun ketidaktemuan selalu menjadi akhir dari mediasi tersebut.

Baca : TNI AD Lanjutkan Pemagaran Meski Ditolak Warga Habis-habisan

Dawamudin Masdar, Ketua Tanfidiyah PCNU Kebumen juga mengiyakan bahwa kasus Urutsewu seharusnya tidak ditangani sendirian. Diketahui bahwa Rabu (11/09/2019) warga yang telah dipukul mundur TNI dari lokasi pemagaran berduyun-duyun mendatangi Pendopo Bupati Kebumen dan meminta kejelasan dari Bupati Yazid.

Baca : Urut Sewu Tak Hanya Menjadi Persoalan Rakyat Yang Tinggal di Wilayah Urut Sewu

“Saya merasa senang jika Bupati berjanji akan menyelesaikan kasus Urutsewu. Saya berharap kepada siapapun, baik itu Bupati atau pihak terkait harus menyelesaikan persoalan dengan seadil-adilnya,” ucapnya setelah diwawancarai oleh Tim Kebumen News pada Kamis (12/09/2019).

Dawam juga menambahkan bahwa kasus Urutsewu termasuk isu nasional. Jika diselesaikan oleh pihak Pemkab saja tanpa bantuan pihak terkait tidak akan menemukan titik temu.

Baca : Peringatan Tragedi Urut Sewu” Menyajikan Berbagaimacam Ritual Tradisi”

Sementara itu, beberapa hari yang lalu (Rabu, 11/09/2019) ada surat yang melayang ke PBNU terkait Urutsewu. Salah satu isi dari surat tersebut mengajak warga Nahdliyyin untuk bersama-sama petani berjuang melawan kedzaliman yang terjadi di Urutsewu. Surat itu kemudian dimuat di situs resmi NU dan menjadi konsumsi publik. Diketahui bahwa surat tersebut ditulis oleh Seni, koordinator Forum Paguyuban Petani Kebumen Selatan (FPPKS).

Baca : Demonstran Urut Sewu dan Wartawan Dilarang Masuk Gedung F

Menanggapi soal surat yang dilayangkan oleh FPPKS tersebut, Dawam selaku Tanfidhiyah PCNU Kebumen justru menanyakan kejelasan maksud surat tersebut. Dawam beranggapan bahwa pencatutan nama NU dalam kasus Urutsewu adalah upaya menarik NU dalam pusaran konflik.

“NU dan Urutsewu saya pikir tidak ada hubungannya. Kendatipun pihak Urutsewu meminta bantuan kepada NU melalui surat itu, saya pikir NU harus melakukan kajian mendalam sebelum benar-benar memutuskan terjun di lapangan,” ungkapnya.

Dawam juga menyinggung soal aksi represif TNI kepada warga. Menurutnya, kemanusiaan harus dikedepankan dalam situasi seperti itu. Jika kedua belah pihak emosi, pikiran jernih akan hilang.

“Pasti aksi kekerasan terjadi jika mengedepankan emosi. TNI harusnya jangan menyerang warga. Wong tugas TNI kan melindungi warga,” pungkasnya.

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Prof. Dr. BJ Habibie Meninggal, Siswa-Siswi MTsN 1 Kebumen Selenggarakan Shalat Ghaib

Wujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi: Sejumlah Mahasiswa Adakan Aksi Sosial

Related posts