1:21 pm - Sabtu Desember 7, 2019

IAINU Kebumen Bangun Pilar-Pilar Pendidikan Era 4.0

423 Viewed kebumenn 0 respond

Tenaga pendidik dan kepala sekolah harus memiliki kemampuan dalam mengimplementasikan teknologi informasi di era digital 4.0 saat ini. Sehingga menjadi hal wajib meningkatkan aksesbilitas mutu pendidikan sekaligus mencegah faham-faham radikalisme masuk ke sekolah-sekolah.

Hal tersebut dikemukakan Rektor IAINU Kebumen, Dr H Imam Satibi saat menutup kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penguatan Kepala Sekolah Jenjang TK, SD dan SMP Tahun 2019. Kegiatan tersebut adalah hasil kerjasama antara Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) IAINU Kebumen dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Diklat berlangsung sejak 9 – 16 September 2019 di dua tempat yaitu Ballroom Nabatiyasa Hotel Mexolie Kebumen dan Meotel Dafam. Sementara jumlah peserta yang hadir ada 200-an orang.

Dr H Imam Satibi mengatakan bahwa kepala sekolah saat ini berbeda dengan kepala sekolah sebelum turunnya Permendikbud 06 tahun 2018 sebagai turunan dari PP No 19 tahun 2017. Saat ini jenis kelamin Kepala Sekolah (Kasek) sangat jelas tugasya memimpin dan mengelola satuan pendidikan, bukan lagi sebagai tugas sampiran saja.

“Karena itu Kasek memiliki peran sangat strategis dalam menciptakan mutu sekolah secara total. Generasi-generasi emas millenial harus dipupuk dalam satuan pendidik sehingga dapat berkembang sesuai dengan zamanya mendatang,” ungkapnya.

Dr H Imam Satibi menambah bahwa kepala sekolah harus menjadi pilar utama yang menentukan maju dan mundurnya sekolah. Dengan adanya peralihan ini maka kasek harus dibekali penguatan pada kompetensi manajerial, kewirausahaan dan supervisi. Sehingga, dengan demikian nantinya dapat mengembangan 8 SNP .

Selanjutnya, Dr H Imam Satibi berharap setelah diklat Kasek harus visioner dan up date terhadap perkembangan teknologi dan informasi di era digital 4.0 saat ini. Dunia pendidikan dan teknologi merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan. Para tenaga pendidik wajib memiliki kompetensi teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) demi kemajuan dan kelancaran proses belajar mengajar.

Hal ini harus disikapi dengan dengan cepat dan tepat. Kesiapan SDM terutama guru dan tenaga kependidikan di sekolah dalam memanfaatkan TIK harus dioptimalkan,” ujar Dr H Imam Satibi.

Dr H Imam Satibi juga berpesan, tenaga pendidik dan kepala sekolah harus peka terhadap perkembangan faham-faham radikalisme agar peserta didiknya tidak terjerumus dalam faham tersebut yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Didik anak dengan memperkuat literasi keilmuan, bangkitkan semangat membaca dan memberi pemahaman tentang arti nasionalisme. Dengan demikian, dapat menghindari faham radikalisme masuk sekolah,” pungkasnya. (Kn.01)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
5/5 - 1
You need login to vote.
Filed in

Gelar Santunan, MI Pejagatan Hadirkan Tukang Sulap

AGRA Jateng ditolak DPRD Kebumen

Related posts