12:03 am - Selasa September 17, 2019

7 Hari Kerja, DPRD Kebumen Disorot

34 Viewed kebumenn 0 respond

Kebumen News (20/8/2019)

Baru tujuh hari yang lalu 49 Anggota DPRD Kebumen dlantik, hari ini mendapat sorotan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia komisariat Joko Sangkrib IAINU Kebumen. Mereka mendatangi kantor DPRD untuk mengawal kebijakan maupun kinerja DPRD selama 5 tahun ke depan.

Menurut PMII Komisariat Joko Sangkrib anggota DPRD Kebumen harus memprioritaskan penyelesaian beberapa kasus yang selama ini “menggantung.”

Dalam bacaan PMII nama Kebumen beberapa kali muncul ke tingkat Nasional. Namun bukan karena prestasinya yang baik dan positif. Tetapi karena pelanggaran dan kelemahan dan kekurangan. Masih teringat beberapa waktu lalu, saat Bupati Kebumen (Fuad Yahya) tersandung kasus korupsi bersama Ketua DPRD Kebumen Sucipto. Masih tersimpan dalam ingatan, Kota Kebumen pada beberapa waktu yang lalu dinobatkan sebagai Kota termiskin kedua di Jawa Tengah.

Ditambah lagi, masih hangat juga dalam ingatan, Kota Kebumen pernah dinobatkan sebagai Kota Ramah Anak atau Kota Layak Anak. Namun beberapa waktu yang lalu, masih segar dalam ingata, kasus pencabulan terhadap anak mulai terungkap, kasus kekerasan terhadap anak juga mulai dimuat di berbagai situs berita sampai kasus yang sangat menyentuh kemanusiaan, yaitu seorang kakak tega menghamili adik kandungnya sendiri serta seorang guru tega memperkosa muridnya sendiri. Ini jelas sangat kontradiktif dengan penobatan Kota Layak Anak.

Aksi damai ini digelar di Tugu Lawet diikuti oleh 100 massa aksi berasal dari elemen mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa ekstra kampus, PMII Komisariat Jokosangkrip IAINU Kebumen.
Berikut ini tuntutan prioritas kerja Dewan yang disampaikan kepada DPRD Kebumen supaya bisa diselesaiakan selama 5 tahun ke depan.


“Penyelesaian kasus perebutan tanah Oleh TNI di wilayah Urutsewu yang saat ini dalam pemagaran sepanjang jalan Deandels oleh TNI harus dapat ditangani secara serius oleh Anggota DPRD yang baru.” Teriak Niam Ketua Komisariat Joko Sangkrib dalam orasinya.
Prioritas kedua adalah Kebumen yang hari ini menempati posisi sebagai Kabupaten termiskin se Jawa Tengah. Prioritas Ketiga adalah stigma Kota Korupsi yang melekat menyusul peristiwa OTT KPK yang menyeret beberapa pejabat pemerintah maupun anggota DPRD ke dalam penjara. “Jangan sampai terjadi lagi di Kebumen.

“Anggota DPRD harus menjadi yang paling depan dalam pemberantasan korupsi di Kebumen ini” Teriak Dzikrulloh dalam orasinya.
Prioritas ketiga adalah pengentasan Kebumen yang saat ini menempati posisi kota yang tertinggi penderita HIV/AIDS nya di Jawa Tengah. “Hal ini sangat bertentangan dengan slogan Kebumen beriman, karena penderita HIV/AIDS biasanya diderita oleh mereka yang suka berganti-ganti pasangan.” Teriak Ikbal bersemangat saat orasi.
Prioritas keempat adalah bagaimana caranya Kebumen agar meningkat lagi sebagai kota yang ramah dengan Anak.

Dalam tuntutan yang diajukan, mahasiswa meminta kepada DPRD untuk menciptakan ruang dialog dengan mahasiswa se-Kebumen. Hal ini dimaksudkan untuk pemberdayaan SDM dan penyelesaian masalah sebagaimana di atas. (Kn.01)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
5/5 - 1
You need login to vote.
Filed in

2 Warga Kutosari Butuh Uluran Tangan

Festival Ebleg Meriahkan Hari Jadi Kota Kebumen

Related posts