10:45 am - Senin Oktober 14, 2019

Seniman Kawakan Bakal Dukung Pentas Duta Seni Kebumen DI TMII Jakarta

505 Viewed kebumenn 0 respond

Kebumen News – Lakon Tumenggung Kertinegara dari babad Sruni Kebumen, bakal dipentaskan Duta Seni Kabupaten Kebumen di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pada Minggu, 31 Maret 2019.
Pentas tersebut didukung oleh 50 personil, terdiri dari seniman Jemblung, seniman karawitan, seniman kethoprak, seniman teater, penari putra dan penari putri.
Yang menarik beberapa seniman kawakan yang berpengalaman dalam kesenian tradisional di Kebumen, turut terlibat pementasan yang dikemas dalam bentuk kesenian Jemblung itu. Rencananya jemblung akan dikolaborasi dengan drama tari.

Seniman kawakan itu tak lain adalah Gim Warjito, S.Pd,M.Pd, Widodo S.Sn, Bambang Sis. S.Pd. Pardiman, Genjik Suratno, Bagiyo dan Doyok Ramelan.
BE Susilohadi sutradara pementasan saat gladi acara berharap, dengan dukungan dari para seniman senior, diharapkan pentas duta seni tahun ini akan lebih baik dan lebih menarik dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan pengakuan para seniman saat latihan di Aula Dinas Pendidikan Kebumen, diantaranya Pardiman dari Sitiadi Puring mengatakan, telah lama nguri-uri seni di Kebumen . “Saya main kethoprak, sejak tahun 1972 setamat sekolah STM”. Tutur Pardiman. Tak jauh beda Gim Warjito yang tinggal di Harjodawa Kuwarasan mengaku telah main Kethoprak sejak tahun 1982, setamat SPG.
“Menjadi pemain kethoprak karena terinspirasi pada permainan kethoprak Pardiman di Puring, pada saat berperan sebagai Tapak Deruk pada lakon Pedang Pusaka Gunung Arcapala.” Sambung Gim Warjito yang saat ini menjabat Korwil Bidik Rowokele.
Lebih lanjut Gim Warjito mengatakan Selaku pelaku seni mengapresiasi secara maksimal pagelaran di Taman Mini Indonesia Indah yang akan menunjukkan eksistansi Kabupaten Kebumen. Terutama dengan menggarap seni tradisi. Karena seni tradisi merupakan elemen penting dalam garapan sumberdaya manusia dalam rangka membangun manusia seutuhnya. Segmen seni tradisi ada di seluruh lapisan masyarakat. Melalui tahapan kontemplasi wawasan kesenian harus bisa menyentuh hati manusia yang paling dalam. Kontemplasi dalam seni adalah hening ke masa lalu, masa lalu yang berkaitan dengan seni, karena seni adalah kesan yang indah, masa lalu tidak indah bila tidak dikaitkan dengan seni, salah satu seni yang berkitan dengan masa lalu diantaranya adalah seni tradisi, maka untuk menggarap sumber daya manusia khususnya generasi muda tidak boleh melupakan seni tradisi. Seni tradisi tidak boleh hilang dari tata kehidupan masyarakat. (Kn.09)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
5/5 - 1
You need login to vote.
Filed in

Membongkar Pasung Ronggeng “Kunes”

Jemblung Kebumen Menasional dalam Lakon Kertinegara

Related posts