1:22 am - Selasa November 19, 2019

Tradisi Pernikahan Adat Jawa Desa Peneket

1454 Viewed bram 0 respond
foto sepesial Ilutrasi
foto sepesial Ilutrasi

Kebumen News >> Dalam kehidupan sehari-hari ,orang begitu sering membicarakan soal kebudayaan ,Juga orang akan selalu merurusan dengan hasil-hasil kebudayaan.

Dua orang antropolog terkemuka ,yaitu Meliville J. Herskovits dan bronislow Malinowski ,mengemukakan bahwacultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan  adanya oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu.pengertian kebudayaan meliputi bidang yang luasnya seolah-olah tidak ada batasanya. kata”kebudayaan”berasal dari (bahasa sansekerta ) budayyah yang merupakan bentuk jamak dari kata”buddhi” yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal”.

Adapun istilah culture yang merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan berasal dari kata latin colere .Artinya mengolah atau mengerjak ,yaitu mengolah tanah atau bertani .Dari asal arti  tersebut,yaitu colerekemidian culture, diartikan sebagi segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

Dengan kata lain, kebudayaan mencakup semuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif. Artinya, mencakup segala cara-cara atau pola-pola pikir,merasakandan bertindak.

Desa Peneket berada dibagian  selatan Pulau Jawa. Desa ini merupakan salah satu desa yang di ayomi oleh kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen Desa Peneket memiliki jumlah penduduk kurang lebih 1000 jiwa.. Dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang cukup membludak itu, desa Peneket merupakan desa gemuk. Bisa dikatakan bahwa desa peneket  adalah mayoritas penduduknya beragama islam yang dimana desa peneket mimiliki 5 dukuh. Diantaranya, dukuh peneket, bekelan,borangan, bokoran, njenengan, dan  kesingan. Pekerjaan yang ditekuni oleh warga desa adalah petani. Desa yang sangat banyak penduduknya dan masih sangat banyak pesawahan yang berada di Desa peneket yang membuat warga peneket berkelut sebagai petani. Bahkan setiap perumahan pasti memiliki Sawah entah itu dari milik sendiri ataupun kemakmuran rakyat yang selalu bergantian menggarapnya setiap tahun.

Di Desa peneket terdapat tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini yaitu tradisi ketika ada pernikahan anak pertama, tradisi sebelum pernikahan yaitu

  1. Membuat pagar

disekeliling rumah yang dilakukan 35hari dari hari H yang telah ditentukan untuk mengelilingi rumahnya agar tidak ada halangan atau gangguan yang tidak diinginkan. Juga untuk member tanda atau batas bahsahnya ini rumah yang memiliki hajat.

  1. Tradisi pasar 7

Pasar 7 ini dilakukan oleh orang tua calon pengantin, yang dimana salh satu dari orang tua calon pengantin pergi kepasar yang berbeda sebanyak 7x dengan waktu yang berbeda juga. Guna untuk membeli barang entah sedikit ataupun banyak untuk meggurkan adat tersebut.

  1. Sumur 7

Dalam tradisi sumur ini orang tua pengantin mengambil air sebanyak 7 sumur yang berbeda untuk meminta keberkahan dari air tersebut.

  1. Kayu 7

Dalam hal ini orang tua memcari kayu sebanyak 7 macam untuk membuat pondasi tempat yang akan digunakan dalam pernikahan. Misalnya dapur

  1. Membuat jenang

Dimana dalam pembuatan ini biasanya dilakukan oleh juru masak yang membatu dalam pembuatannya. Jenang yang terbuat dari bahan-bahan seperti berikut :

  • Santan kelapa
  • Tepung beras
  • Gula jawa
  • Panili
  • Bawang goring

Yang pasti ada dalam pernikahan khasnya yaitu jenang.

  1. Disediakannya dawet

Yang dimaksud disediakannya dawet. Dimana disediakannya dawet disini adalah untuk dijual dan cara pembeliannya sangatlah unik dan lucu karena pembeliannya bukan menggunakan uang tetapi menggunakan kerempeng ato pecahan genteng yang dilayani oleh sang pemilik rumah atau pesinoman yang membantu.

Jadi dapat saya katakana itu tradisi yang ada didesa Peneket karena masih banyak orang yang melakukan tradisi tersebut, walaupun tidak semua orang yang masih menjalankan tradisi tersebut tetapi masih banyak yang melakukan tradisi terbut, karena dipercayai oleh orang-orang zaman dahulu dan katanya untuk menggugurkan kewajiban apa yang pernah mereka ajari dari nenek moyang atau orang kuno ( zaman Dahulu ).

Oleh: Siti Yuliati & Bahrun Ali Murtopo

 

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

BKD Kebumen Dilarang Diskriminatif dalam Penerimaan CPNS

Rumah Inklusif Pameran Batik Pegon” Tema  Tajuknya Batik Pegon, Pameran dan Apresiasi”

Related posts