3:58 pm - Rabu Mei 22, 6109

TBM Sepi, Puluhan Ribu Buku Mangkrak

982 Viewed Masyarakat Karst 0 respond
Ambijo menunjukkan puluhan ribu buku yang teronggok di Taman Bacaan Masyarakat Sanggar Candra Buana. [Foto: K-08]

Pengantar Editor: Era digitalisasi rupanya makin kasat menyertakan ekses pula pada kehidupan semesta, termasuk jagad informasi seputar ilmu pengetahuan dan sains (iptek); menandai apa yang pada awal tahun 2000-an disebut sebagai era “milenium ketiga”.

Belakangan, sebagai ekses perkembangan yang berkorelasi pula dengan fenomena konstruktif peradaban baru, gadget seakan menjadi miniatur dunia yang bisa digenggam dan diakses oleh siapa pun yang mengakrabi perubahan milenium ini.

Ada “joke” bahwa “mbah Google” telah menjadi nabi baru bagi generasi milenial. Apa pun informasi yang dibutuhkan orang, tanya lah pada google; begitu kira-kira. Termasuk dalam konteks perbukuan ini, fenomena e-book makin nyata dibutuhkan eksistensinya.

Di sisi lain, ekspansi budaya konsumerisme menerobos masuk sampai dapur dan toilet tiap rumah melalui berbagai media; televisi diantaranya.

Apa yang bisa disisakan dari lompatan kuantum seperti ini, berikut liputan wartawan KebumenNews, Pekik Sat Siswonirmolo, menorehkan hasilnya buat pembaca KebumenNews…

***

Di tengah gencarnya upaya pengarusutamaan yang menyokong inisiasi berbagai kalangan akan gerakan literasi dan adagium “buku adalah gudang ilmu”, saat ini ada puluhan ribu buku-buku bagus, teronggok berdebu; mangkrak tidak tersentuh pembaca.

Keadaan yang nampak memprihatinkan tersebut terjadi di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sanggar “Candra Buana” yang beralamat di Jalan HM. Sarbini No. 40, Bumirejo Kebumen.

AMBIJO: Ketua Forum Penulis Kebumen, Ambijo yang juga pengelola TBM Sanggar “Candra Buana” di Jalan Sarbini 40, Bumirejo Kebumen [Foto: K-08]

Fakta tersebut ditunjukkan oleh Ambijo (76 th) selaku pengelola TBM yang berdiri sejak 1 September 2004.

Menurutnya hingga tahun 2010 koleksi buku di TBM “Candra Buana” tercatat mencapai 63.111 eksemplar dengan 1.500 judul buku. Koleksi buku-buku terhitung lengkap, terdiri dari buku-buku kategori fiksi dan non fiksi, ekonomi, sejarah, hukum, sains, pertanian dan kategori lainnya. Pada waktu itu hingga tahun 2015, TBM yang buka setiap hari kerja antara jam 09.00-16.00 didatangi rata-rata sekitar 15 orang pengunjung setiap harinya. Mereka terdiri dari pelajar, mahasiwa, guru, karyawan-karyawati, buruh, ibu rumahtangga dan masyarakat di sekitar TBM.

Disinyalir mangkraknya buku-buku tersebut secara umum sudah menggejala dan berlangsung sejak tahun 2015. Padahal tahun 2015 TBM Sanggar “Candra Buana” masih mendapat sumbangan 700 buku-buku bagus dari sebuah penerbit.

Lebih jauh Ambijo yang juga Ketua Forum Penulis Kebumen, menjelaskan bahwa tidak tahu bagaimana nasib puluhan ribu buku tersebut, mengingat saat ini telah terjadi penurunan minat baca di masyarakat, baik para pelajar, mahasiswa maupun guru.

“Saat ini saya merasa sudah tidak memiliki kemampuan untuk mengelola TBM ini, mengingat usia yang semakin tua”, akunya. “Juga terkendala masalah anggaran pengelolaan, untuk menata puluhan ribu buku tersebut dengan baik setidaknya dibutuhkan lebih 10 almari pajangan ukuran besar”, kata Ambijo mengakhiri wawancara. [K-08]

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Penelitian Nexusguard mengungkap peningkatan 500 persen dalam rata-rata ukuran serangan DDoS

KERAGAMAN BAHASA DI DESA SETROJENAR

Related posts