12:43 pm - Jumat Juli 19, 2019

AMONG-AMONG SEBAGAI TRADISI KEBUDAYAAN DAERAH

1299 Viewed bram 0 respond
Foto Oleh: ahmad ibnu
Foto Oleh: ahmad ibnu

Di dalam sebuah masyarakat, tentu saja ada banyak kelompok masyarakat yang memiliki karakteristik yang berbeda beda satu sama lainnya. Perbedaan-perbedaan karakteristik yang dimilikinya tersebut biasanya berkaitan dengan tingkat stratifikasi sosial serta diferensiasi. Masyarakat yang seperti ini lah yang dikenal dengan masyarakat multikultural.

Kata Multikultural sendiri terdiri dari tiga kata yaitu Masyarakat, Multi, serta Kultural. Masyarakat memiliki definisi sebagai sesuatu kesatuan hidup manusia yang di dalamnya terdapat interaksi yang sesuai dengan sistem adat istiadat yang sifatnya terus menerusa dan memiliki keterikatan karena adanya rasa toleransi bersama. Kata Multi memiliki arti keberagaman sedangkan kultural memiliki arti definisi budaya. Sehingga masyarakat multikultural dapat diartikan sebagai masyarakat yang terdiri dari berbagai stuktur kebudayaan. Kondisi ini dikarenakan ada banyaknya suku bangsa dengan struktur budaya sendiri yang tentunya berbeda dari budaya suku bangsa lainnya.

Seperti halnya di daerah saya, pegunungan di daerah Kebumen ini, tepatnya dukuh Era Gemiwang desa Pujotirto Karangsambung ini yang masih setia dengan budaya among-among kata orang-orang daerah setempat menyebutnya. Among-among di sini secara kasat mata kalou dilihat hanya sekerumunan anak-anak kecil yang biasanya masih sekolah SD yang sedang makan bersama-sama. Makan dalam satu wadah, biasanya memakai tampah sebagai alasnya. Sambil duduk atau jongkok memutari tempat makan, yang khas dengan lauk keluban diurab kelapa parut disertai telur goreng didadar dan digulung.

Budaya seperti ini dilaksanakan biasanya oleh orang-orang yang masih memiliki anak balita. Dilaksanakan pas hari kelahirannya anak tersebut, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, sekaligus seraya mohon kepada Tuhan keselamatan serta kesehatan anaknya.

Acara tersebut tidak begitu ramai,  akan tetapi meriah karena yang mengikuti adalah anak-anak kecil yang masih suka gurau dan bermain. Biasanya diikuti oleh kurang lebih sepuluh sampai lima belas anak-anak. Ada juga ibu-ibui ikut datang bersama anaknya untuk menemani saja.

Among-among tersebut paling sering dilaksanakan pada sore hari setelah sholat ashar. Dalam mengumpulkan anak-anak dilakukan dengan cara memanggil satu persatu oleh teman-teman yang sudah mendapat kabar dari yang memiliki hajat. Yang diundang hanya tetangga sekitar rumah saja, karena hanya dalam porsi tidak banyak.

Awal adanya budaya ini belum jelas asal muasalnya bagaimana, akan tetapi dapat ditinjau daru sudut pandang Islam ini adalah suatu budaya yang memiliki dasar. Yaitu salah satu wujud rasa syukur kepada Tuhan atas nikmat yang diterima. Kalau ditinjau cara ini adalah salah satu cara mensyukuri nikmat dengan perbuatan, atau dalam kata lain bisa dibilang syukur bil hal, yaitu bersyukur dengan perbuatan.

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa ada 3 cara bersyukur atas nikat Alloh swt. Yaitu diantaranya :

  1. Melalui Aktivitas Lisan

Dalam aktivitas lisan ini, ucapan “alhamdulillah” adalah hal minimal yang harus kita lakukan. Aktivitas lain adalah berkata yang baik-baik. Orang yang bersyukur kepada Allah akan selalu menjaga lisannya dari ucapan-ucapan yang tidak baik. Mereka akan selalu berhati-hati dan berusaha untuk tidak mengatakan sesuatu yang membuat orang lain tersakiti hatinya. Orang-orang yang bersyukur tidak berkeberatan untuk meminta maaf atas kesalahannya sendiri kepada orang lain sebagaimana mereka juga tidak berkeberatan memaafkan kesalahan orang lain. Kepada Allah SWT, mereka senantiasa bersegera memohon ampunan kepada-Nya.

  1. Melalui Aktivitas Hati

Dalam aktivitas hati ini, bagaimana mengelola hati menjadi hal sangat penting. Aktivitas hati terkait dengan syukur bisa diwujudkan dalam bentuk perasaan senang, ikhlas dan rela dengan apa sudah yang ada. Orang-orang bersyukur tentu lebih mudah mencapai bahagia dalam hidupnya terlepas apakah mereka termasuk orang sukses atau belum sukses. Syukur tidak mensyaratkan sukses dalam hidup ini sebab kenikmatan yang diberikan Allah SWT kepada manusia takkan pernah bisa dihitung.

  1. Melalui Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik atau perbuatan nyata terkait dengan syukur  bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, baik melibatkan orang lain atau hanya melibatkan diri sendiri. Yang terkait dengan orang lain misalnya seperti berbagi rejeki, ilmu pengetahuan, kegembiraan dan sebagainya.  Seperti among-among yang dilakukan adalah merupakan syukur yang dilakukan dengan perbuatan berbagi rezeki dengan sesama, walaupun sederhana. Memang mewujudkan rasa syukur dengan perbuatan memiliki banyak ragam, akan tetapi dari keragaman tersebut merupakan kekayaan yang merti kita jaga, kita lestarikan sebagai kekayaan tanah air Indonesia Raja. Demikian. dengan tema” AMONG-AMONG SEBAGAI TRADISI KEBUDAYAAN DAERAH PEGUNUNGAN ERAGEMIWANG DALAM RANGKA MEWUJUDKAN RASA SYUKUR KEPADA TUHAN” 

Oleh:  MUHAMAD BUSRO ( Mhasiswa IAINU)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

KERAGAMAN BAHASA DI DESA SETROJENAR

BKD Kebumen Dilarang Diskriminatif dalam Penerimaan CPNS

Related posts