7:01 pm - Sabtu Juli 20, 2019

Taman Banyu Langit dan “Ruwat Dhadhung” itu… [1]

584 Viewed Masyarakat Karst 0 respond
TBL: Desa Peniron Pejagoan membangun wisata baru Taman Banyu Langit (TBL) di Dusun Perkutukan [Foto: K-04]

Alam terbuka dapat menjadi ruang publik dan multi-interaksi terbaik bila dibangun dari konsep yang matang serta dikelola dengan manajemen yang baik pula. Gagasan memanfaatkan potensi alam seperti ini dengan mengintegrasikan sumberdaya lokal telah maujud dalam Taman Banyu Langit (TBL) di Desa Peniron (Pejagoan) yang dilaunching pada Sabtu (29/12) di penghujung 2018 ini.

“Proses kami menyiapkannya tak kurang dari tiga bulan”, demikian Taufiq Hidayah menjelaskan. Sebagaimana diketahui Taufiq juga telah berhasil memprakarsai pembangunan Brujul Adventure Park (BAP) beberapa tahun yang lalu. Lokasi ini kini jadi destinasi wisata bukit yang kian populer.

Menurut tokoh muda pelopor desa ini, sejak dari prosesnya, pekerjaan membangun taman terpadu hingga terwujudnya TBL di sisi pedukuhan Perkutukan melibatkan stake-holder setempat, terutama BUMDes “Sumber Makmur” beserta pemerintahan desa yang mendukungnya.

 

Taman Bunga dan Kafe Sawah

Areal sawah “kemakmuran” yang membentang di sisi akses jalan lintas desa di kaki perbukitan itu memang unik. Konsep Kafe Sawah, boleh jadi, merupakan konsep yang mengintegrasikan tradisi pertanian setempat dan yang telah berlangsung turun temurun. Kompilasi sawah, tegal; tanaman padi, karangkitri: adalah view pada rentang waktu tertentu. Pada saat lainnya bisa didapati lahan tembakau ataupun kebun sayuran yang timbul menggantikannya.

Seorang petani perempuan, Tasem, 66; yang tengah memetik cabai sisa musim panen sebelumnya, secara singkat menuturkan kebiasaan bertani para penduduk dukuh Perkutukan; yang ternyata penghasil tembakau dengan kualitas baik.

“Wong tani mriki ngasil tembako teng mangsa ketiga..”, terangnya. Petani disini menghasilkan tembakau pada sela musim kemarau. Itu terjadi pada sela musim pasca dua kali musim tanam padi.

BERKEBUN: Mbok Tasem, 66, tengah memetik cabai sisa panen di lahan kebunnya[Foto: K-04]

Dan itu jadi tak terpisah dengan tawaran yang bisa jadi pilihan domestik pengunjung di sana. Tipografi persawahan semi terasiring, mulai dari sisi timur dekat makam desa hingga batas sungai yang memiliki tempuran di bagian hulunya; juga menjanjikan panorama yang sunguh eksotis.

Sungai di sisi barat ini berair jernih. Di bagian hulu agak jauh terdapat bendungan yang limpahannya mengaliri jaringan irigasi untuk berbagai keperluan pertanian dan kebutuhan domestik harian rumahtangga.

Rupanya lansekap ini lah yang “ditangkap” para penggagas ide sebagai potensi yang laik dikembangkan pada waktunya. Itu potensi permukaan yang secara kasat bisa langsung dijumpai sekilas pandang. Tetapi apabila dicermati secara lebih mendalam, ada “kekuatan” latent lain yang bisa dipermanai sejauh pandangan mata menyapu keseluruhan zona itu.

Tebaran batuan blonos dan batuan gunung berwarna kehitaman yang teronggok di sana-sini sepintas nampak acak tak beraturan. Tetapi dengan sapuan pandang sejauh zona persawahan itu, batuan ini seperti tertata sangat asri secara alami. Paparan lapang berundak semi terasiring dengan latar perbukitan dan puncak Gunung Pranji di kejauhan; adalah view yang menjanjikan eksotisme alam agraris pedesaan.

 

Menawarkan Latar View yang Berubah

VIEW: Dari areal parkir TBL, Taufiq Hidayah menunjuk lansekap yang menjanjikan view yang berubah-ubah sesuai musim dalam tradisi pertanian setempat [Foto: K.04]

Wisata yang mengintegrasikan tradisi sebagai aspek budaya agraris dan merangkum kearifan lokal ke dalam pilihan destinasi, merupakan daya tarik yang ditawarkan pada pengunjung.

Taufik pun merujuk pada tradisi bertani serta produk-produk budaya agraris kampungnya yang telah ada sejak jauh masa sebelumnya. Dan itu semua tak terpisah dari tawaran yang bakal memikat  para pengunjung. Dari lokasi parkir TBL ia menunjuk ke arah latar di sebalik areal Taman Banyu Langit untuk menjelaskan ragam view yang bakal bersifat dinamis seiring waktu.

“Lokasi ini menjanjikan view kepada pengunjung dan panorama itu berubah-ubah sesuai musimnya”, tunjuknya mengarah tempat jauh.

“Di sini lah daya tariknya..”, terang Taufiq mantap.

Di sisi barat tak jauh dari lokasi saung-saung bernuansa alam dengan peneduh pohonan perdu, terdapat tempuran sungai berbatu dengan aliran yang jernih. Lokasi ini bakal diproyeksikan untuk menggelar ritual tradisi yang biasa digelar di dukuh Perkutukan; yakni Ruwat Dhadhung. [K.04]

[Bersambung]

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

NU PANTAU KORBAN PASCA LONGSOR KENTENG SEMPOR

Bencana Alam Angin Puting Beliung di Bulus Pesantren

Related posts