Peringatan Grebeg Sura

Tak Berkategori

Budaya merupakan warisan leluhur yang harus di lestarikan, karena budaya sendiri hasil cipta rasa, karya dan karsa. Tentunya mengandung nilai falsafah yang tidak sembarang bahkan mungkin mengandung keberkahan tersendiri bagi yang meyakini. Sebagaimana yang dilaksanakan oleh warga Grenggeng, Karanganyar (20/9) pada pukul 20.00 WIB di kompleks makam auliya Syeikh Baribin yang diyakini keturunan Brawijaya V. Warga Grenggeng mempunyai tradisi sendiri dalam merayakan malam awal tahun baru hijriyah atau dikenal masyarakat setempat malam 1 suro. Riyadi kadir Ketua panitia mengatakan “Ini acara rutin tahunan, persembahan sedekah bumi dan syukuran bulan Muharram di makam syech Baribin. Beliau meabahkan nama Grenggeng diambil dari tradisi ziarah ke makam Mbah baribin. Saking banyaknya peziarah dulu, desa ini sampai terdengar gumrenggeng, dari situ munculah nama Grenggeng. Dalam acara tersebut menampilkan pentas abit, pawai obor, kenduri dan tumpeng robyong. Tumpeng robyong perwakilan dari kemakmuran yang digambarkan dengan berbagai jenis makanan & buah-buahan yang bisa dicapai dengan usaha secara filosofis digambarkan lewat arak-arakan menuju lokasi pungkasnya. Robyong diambil dari penutupnya yang besar terkesan robyong-robyong tutur anung seksi acara kegiatan tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh 500 orang dari desa Grenggeng, turut hadir dalam acara tersebut kepala desa Grenggeng, perangkat desa, RW, RT, Tokoh masyarakat, kapolsek, danramil dan camat Karanganyar. Acara yang berakhir pukul 01.00 dini hari ditutup dengan ucapan terima kasih oleh Ramelan “Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini. Tradisi ini menjadi bentuk budaya desa, kekayaan desa yg mesti dilestarikan”,tutur Ramelan Juru kunci makam syeikh Baribin. (Khan)

 

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Or

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.