10:22 pm - Selasa November 12, 2019

Jaga Indonesia Tegaskan Konsensus Berbangsa

1312 Viewed Khan Solikhan 0 respond

Kebumen, (15/9) >>Diskusi Kebangsaan dan sosialisasi gerakan jaga Indonesia di ikuti oleh berbagai organisasi massa (Ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) yang ada di Kebumen. Diantaranya ormas PMII, Banser, Gusdurian, Lebih Dari Sekedar Kebumen (LDSK) dan pemerhati Pancasila. Diskusi yang berlangsung di rumah makan Ulamsari, diadakan guna mengantisipasi gerakan radikal yang merongrong NKRI dan Pancasila. Ada beberapa ormas yang mengatakan Pancasila kufur, Indonesia Toghut dan lainya. Padahal pancasila adalah sebuah falsafah bangsa yang dirumuskan oleh Soekarno dan para Founding father termasuk ulama Indonesia.

“Semua butir-butir Pancasila tidak terlepas dari nilai ke-Tuhanan Yang Maha Esa dan semuanya saling berkaitan. Kalau kita berke-Tuhanan Yang Maha Esa, maka pasti kita akan terlaksana kemanusiaan yang adil dan beradab. Kalau sudah adanya kemanusiaan yang adil dan beradab maka akan terciptanya persatuan Indonesia. Setelah adanya persatuan tentunya akan saling percaya yang menghasilkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Kalo sudah ada pemimpin yang bijak maka akan terciptalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”,ungkap Boedi Djarot aktifis GMNI dan seorang Sukarnois.

“Indonesia sudah jauh dari apa yang dirumuskan oleh para founding father, ketika orde baru berkuasa falsafah hidup berbangsa total dirubah. Dari sosialis pancasilais menjadi kapitalis liberalis semua berubah. Liat saja Sistem kekerabatan di kampung-kampung sudah berubah semua berorientasi pada materi atau materialistik itu berbahaya sekali. Pancasila sudah tidak lagi dijadikan fatsun politik, untuk merevitalisasi ini harus dilakukan oleh sosok pemimpin. Selain itu masyarakat dan pemuda juga harus melakukan komunikasi politik yang baik dari level bawah sampai atas dengan melakukan diskusi-diskusi kebangsaan”, Imbuhnya.

Untuk merevitalisasi Pancasila sebaiknya dibuat lembaga yang khusus menangani masalah ideologi dan pancasila. Untuk melahirkan pancasila Indonesia butuh waktu 350 tahun untuk mengandung. Tentunya bukan waktu yang sedikit dan melalui perjalanan yang panjang, kok malah ada yang mau menggantikan pancasila, mereka adalah orang yang tidak paham sejarah,” tutur Gigih.

Kita sudah kabur dalam membaca sejarah karena sejarah juga sudah di kaburkan. Ahmad Murtajib mengatakan hari ini berita hoax sangat marak dan kita harus belajar membaca berita, sama halnya kita juga harus belajar membaca sejarah dan itu penting agar kita tahu apa yang terjadi sebenarnya.

“Lahirnya pancasila sebagai benteng Indonesia dari cengkraman kapitalisme global yang ingin mengeruk kekayaan Indonesia. Pancasila sebagai penguat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia”, tutur Mbah Pudjo seorang saksi sejarah yang berdomisili di desa Kalijirek. (Khan)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Peniron Menuju Desa Wisata

Mahasiswa Pertanyakan Keberpihakan Pemkab Terhadap Pemuda

Related posts