10:31 am - Jumat Juli 19, 2019

PMII Tuntut Pemberhentian Penambangan

1077 Viewed bram 0 respond

Kebumen, 10 April 2017 masa yang mengatasnakaman ALIANSI KPK (Kebumen Peduli Kendeng) yang terdiri dari PMII Kebumen, Migrant Care, PERPAG, KNPI Kebumen, IBMK (Ikatan Buruh Migran Krandegan), SERBUMI (Serikat Buruh Migran), IKAMITA, RAVELINA, LAKSPEDAM-NU, SRMB(Sekolah Rakyat Melu Bae), Bukit Seribu, POKDARWIS, BKAD, dan Sawangan Park. Melakukan aksi solidaritas didepan gedung DPRD Kebumen terkait penolakan PT. SEMEN INDONESIA yang beroperasi di Rembang tepatnya daerah kendeng.

Saeful Anas selaku Koordinator Lapangan (KORLAP) menyampaikan bahwa Meninggalnya ibu Patmi, saat aksi protes pemasungan kaki menggunakan semen didepan Istana Negara beberapa waktu lalu membuat pilu dan kecewa dikalangan aktivis dan masyarakat. Bagaiman tidak PT. SEMEN INDONESIA yang pada 5 oktober 2016 ditolak oleh warga dan MA (Mahkamah Agung) telah memutuskan pemerintah provinsi membatalkan surat keputusan Gubernur Jawa Tengah tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dikabupaten Rembang yang dikeluarkan pada 7 Juni 2012. Namun lima tahun setelahnya, Ganjar Pranowo, selaku Gubernur Jawa Tengah, menerbitkan izin lingkungan terbaru untuk PT. Semen Indonesia, izin yang mengatur kegiatan penambangan dan pembangunan pabrik tersebut dituangkan dalam keputusan Gubernur Nomor 660.1/6 Tahun 2017 yang telah ditandatangani oleh Gubernur saat ini pada 23 Februari lalu.  Izin tersebut merupakan hasil tindak lanjut rekomendasi dari komisi Penilaian Amdal (KPA), pakar, akademisi, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat terdampak pabrik.  Seharusnya Pemerintah harus melihat kasus ini secara komperhensif, karena kasus rembang adalah representasi masalah pemerintahan yang akut di Indonesia. Ketika PT. SEMEN INDONESIA di Rembang di perbolehkan beroperasi maka sama saja nantinya pemerintah akan memberikan izin kedaerah-daerah lain yang terdapat Kawasan Bentang Alam Karts (KBAK)yang ada di Indonesia. Padahal di Indonesia terdapat beberapa Kawasan Bentang Karst yang menghasilkan batu gamping, apakah nantinya mereka juga akan mengijinkan untuk ditambang? Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) apakah sudah mempertimbangkan dampak apabila adanya pabrik semen? Penambangan, rusaknya batu gamping, pembangkit batu bara, apakah sudah dipertimbangkan oleh Tim KLHS? tututnya’

Samtilar (PERPAG) Menambahkan bahwa kebumen bagian barat daya merupakan bagian dari pegunungan karst yang menyangkup tiga kecamatan yaitu Kecamatan Ayah, Kecamatan Rowokele, dan Kecamatan Buayan yang mana pajang perbukitan kapur tersebut mencapai 8 KM dan lebar 3 KM dengan luas 48Km2 . yang memiliki batuan gamping yang berumur Miosen, bersifat keras, kompak dan sebagian berlapisan, termasuk jenis murni yang berwarna putih susu sampai kuning pucat. Kawasan ini bertipe cockpit, yaitu perbukitan karst yang berupa kerucut, rapat dan menyerupai sarang telur ayam. Tipe ini memiliki daya tarik tersendiri, karena kawasan Karst Gombong Selatan merupakan salah satu bagian dari bentang karst yang ada didunia. Bagaimana mungkin keputusan dan penetapan Kawasan Karst Gombong Selatan sebagai kawasan Eco Karst oleh presiden SBY pada tanggal 6 Desember 2004, telah dirubah melalui Permen ESDM No 17 tahun 2012 menjadi kawasan budidaya, itu artinya kawasan tersebut boleh ditambang. Padahal pada awal ditetapkanya KBAK tersebut oleh pemerintah pusat kawasan tersebut bukan lah kawasan budidaya melainkan kawasan konservasi, yang luasnya 48 kilometer. Namun mengapa saat pengajuan amdal oleh PT.SEMEN Gombong hanya 40 kilometer?.  Seolah-olah ada permainan pemerintah  yang rakyat tidak tahu, Agar nantinya PT Semen Gombong bisa mengajukan AMDAL kembali di masa yang akan dating, maka dari itu kita menuntut Pemerintah daerah maupun Provinsi bahkan pusat untuk bisa mengembalikan KBAK yang semula, dan bila perlu di ukur kembali/ diteliti ulang.

Dia pun menambahkan, selain menuntut pengembalian luas KBAK, kita juga mempertanyakan kinerja anggota DPRD Kebumen. Yang sudah membentuk tim khusus untuk menangani persoalan dan polemic semen gombong. Mengingat, sampai saat ini warga belum mengetahui hasil kajianya apa dan bagaimana keputusanya.

Agus Suroso, Ketua Umum PMII Cabang Kebumen menyampaikan dalam orasinya Kawasan Karst Gombong, dalam proses pembentukanya hingga saat ini butuh puluhan juta tahun, bukan waktu yang singkat dan pendek, kalau nantinya terjadi penambangan sudah bisa dipastikan Kawasan Karst tersebut akan rusak dan Tidak mungkin pemulihanya itu cepat bahkan kemungkinan besar kerusakan tersebut tidak akan bisa mengembalikan karst yang seperti semula, coba  jika nantinya muncul masalah di lima sampai sepuluh tahun yang akan datang, siapa yang akan bertanggung jawab? Yang pasti adalah warga sekitar. KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) harus juga melihat dari aspek sosial, budaya, kultur, ras, mata pencaharian daerah setempat, jumlah masyarakat, karena bisa dipastikan ketika terjadi penambangan atau pabrik semen berdiri, maka aka nada pembangkit batu bara. Dan hal tersebut, akan menggandakan daya rusak lingkungan hidup tersebut. Dilain itu, akan punahnya sumber mata air jika PT Semen tetap berdiri.

Aku sing bisa nerusna karepmu, adalah slogan yang di sampaikan oleh bupati dan wakil bupati kebumen saat ini ketika dulu berkampanye. Sebagaimana visinya “ Bersama masyarakat kebumen yang sejahtera, unggul, berdaya, agamis, dan berkelanjutan”. Dengan slogan dan Visi yang disampaikan semestinya bupati dan wakil bupati  ikut memperjuangkan kawasan karst gombong ke KBAK semula, sebagai kekayaan alam kebumen yang maha besar, serta segera memberhentikan penambangan dalam bentuk apapun yang dituangkan dalam Peraturan Bupati ataupun Keputusan Bupati. Tidak hanya itu, OPD terkait juga seharusnya bergejolak, bukan malah seolah-olah tidak tau atau tidak paham dengan kondisi saat ini. bersamaan dengan aksi ini kita pun menuntut kepada KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) untuk bersikap adil dan komperhensif, serta mengutuk jika terjadi penyimpangan dalam kajian tersebut yang akhirnya tidak pro dengan rakyat, karena Kawasan karst kendeng  adalah bagian dari karst yang ada di Indonesia khususnya jawa tengah yang harus dijaga dan dilestarikan. PT. Semen bukanlah solusi solutif untuk mengentaskan rakyat Indonesia dari kemiskinan!!!!

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

(KPK) Kebumen Peduli Kendeng Datanggi Gedung DPRD Kebumen

Memperingati Perjuangan Urut Sewu 16 April

Related posts