7:57 pm - Kamis Juli 18, 2019

Demi Selamat dan Maaf

1000 Viewed Puji Sugianto 0 respond

Sajak Karya : Afif Hanif

Demi tinta di kepala-kepala kami yang kau tumpahkan agar otak kami tak kosong tak berisi.

Demi pena di langit-langit mimpi kamar kami yang kau gantungkan seperti mainan bayi.

Demi buku di dada-dada kami yang kau buka satu-satu, kau pajang, kau bingkai seperti lukisan paling berarti.

Demi meja-meja yang mulai rapuh karena digerogoti tikus-tikus kantor korupsi.

Demi seragam-seragam yang klimis rapi atau yang penuh pilox dan tak pernah kami cuci.

Demi bendera merah putih tanpa kuning dan hijau yang mulai lusuh terkena hujan dan terik matahari.

Demi uang berjuta-juta yang katanya digelontorkan cuma-cuma untuk biaya gratis tapi masih ada yang tak terbagi.

Demi ibu-ibu bapak-bapak yang rela meretak tulang untuk beras di ujung langit membumbung tinggi.

Demi simpul senyum di raut wajah tua, keriput, rambut putih, gigi ompong yang telah bermandikan peluh pendidikan.

Tepat di tanggal 25 bulan November, kami bungkus doa-doa dan terimakasih dengan kertas kado perjuangan.

Namun maaf jika masih berantakan.

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Pemenang Bukan Mengalahkan Orang Lain

Puisi Ngapak “Waton Muni” Kus Diesel Digelar di Gombong 

Related posts