Refleksi hari Sumpah Pemuda PMII Cabang Kebumen

Agus Suroso: Kebumen Kota Beriman Bukan Kota Bermain

Kebumen >> Republik Indonesia sebagai sebuah bangsa sesungguhnya sudah tertindas sejak awal abad ke-20. Kebangkitan nasional menjadi salah satu titik penting sebagai langkah awal mencapai kemerdekaan. Adanya sumpah pemuda yang mempersatukan kaum muda dari berbagai ragam perbedaan hingga 17 agustus 1945 yang menjadi sejarah besar bagi bangsa Indonesia, dimana sang proklamator memproklamirkan kemerdekaan kepada nusantara bahkan seluruh penjuru dunia, bahwasanya kemerdekaan itu ialah hak bagi segala bangsa oleh sebab itu maka, penjajahan diatas dunia harus segera dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan. Dalam pembukaan UUD 1945 kemerdekaan memiliki sebuah janji untuk (1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, (2) memajukan kesejahteraan umum, (3) mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan social. Jadi sangat jelas bahwasanya itu semua adalah sebuah janji yang harus ditepati oleh siapapun.

Kebumen, adalah bagian kecil wilayah Indonesia yang masuk dalam provinsi Jawa Tengah. Kebumen hari ini menjadi sorotan nasional, bukan karena suatu prestasi yang baik melainkan suatu aib yang mencoreng nama baik kebumen yang berslogan beriman. Maraknya kasus yang terjadi di kota beriman ini antara lain Pasar sruni, Tambak Udang, Pemagaran tanah di wilayah pesisir oleh TNI (Tentara Nasional Indonesia), Penambangan Karst Gombong yang berindikasi berdirinya Pabrik Semen, dan yang masih hanga-hangatnya terngiang oleh seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kabupaten kebumen adalah adanya OTT oleh  KPK di kebumen belum lama ini.

Kota beiman (Bersih, Elok, Indah, manfaat, Aman, dan Nyaman) kini telah di nodai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, mencoreng citra Instansi yang ada. bahkan kabupaten kebumen telah di injak-injak jati dirinya oleh oknum tersebut. Namun anehnya sampai detik ini belum ada kebijakan yang jelas dari para eksekutif, legislative, maupun yudikatif. Seharusnya ini Menjadi suatu tanda Tanya yang sangat besar bagi masyarakat kebumen, kenapa, mengapa, bagaimana, dan apa sebenarnya yang terjadi di kabupaten kebumen saat ini berkah ataukah sebuah musibah, lantas pertanyan yang paling mendasar yakni siapakah dalang yang sesungguhnya. Dan jangan sampai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpaku dalam masalah pendidikan, karena penddikan baru sebagian kecil dari beberapa masalah yang ada saat ini. Sehingga apa yang dilakukan oleh KPK seolah-olah suatu pesanan dari lawan politik yang hari ini menjadi tersangka. Padahal jelas, mengapa KPK itu didirikan yakni untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi yang bersifat independen dan bebas dari pengaruh mana pun dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya yang berasaskan : Kepastian Hukum, Keterbukaan, Akuntabilitas, Kepentingan umum, dan proporsionalitas.

Menurut hemat penulis, mungkin KPK juga harus mencermati dan menyoroti  pembuatan APBD Kabupaten Kebumen dari berbagai aspek, baik dari awal penyusunan sampai adanya kebijakan (Ketok Palu Sidang oleh Legislatif) apakah sesuai dari bawah atau ternyata adanya Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan dari tingkat desa sampai kabupaten adalah rekayasa publik atau hanya panggung sandiwara, namun sejatinya APBD Kabupaten Kebumen itu telah dirumuskan oleh orang-orang tertentu yang tidak berdasarkan realita namun karena berdasarkan kepentingan pribadi atau golongan saja. Maka dari itu harapan penulis dan mungkin masyarakat umum kebumen, KPK jangan angkat kaki sebelum bersih-bersih di kebumen itu tuntas.

Dimomentum hari ini tepatnya sumpah pemuda harus menjadi refleksi bersama, bagaimana dulu para pendiri bangsa telah mempertaruhkan jiwa, raga, dan materinya demi memperjuangkan kemerdekaan serta mengusir penjajah dari tanah nusantara dikala itu yakni untuk terciptanya ”keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia yang artinya merata”. Itu artinya bukan individu atau hanya satu golongan akan tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia. Namun kini semua terbalik, masyarakat yang duduk di kursi pemerintahan lebih mementingkan kebutuhan individu ketimbang kepentingan rakyat. Apakah kita sudah tidak sadar kalau dulu ternyata bung karno Presiden Pertama R.I hanyalah menghantarkan kita semua kedepan pintu kemerdekaan bangsa Indonesia. Itu artinya kita belum masuk kedalam kemerdekaan Indonesia!!! Dan itu artinya tugas masyarakat sekaranglah yang seharusnya memasukan bangsa ini kedalam kemerdekaan itu, bukan malah merusak apa yang menjadi VISI besar para faundhing father untuk rakyat Indonesia kini.

Jembatan emas yang telah diperjuangkan untuk mencapai kemakmuran kini telah roboh. Lantas bagaimana keadilan social yang merata akan terwujud ketika tatanan hari ini carut marut merajalela dihadapan kita semua. Seharusnya setiap warga itu tanpa terkecuali status sosialnya dan apapun kedudukanya harus menjaga jembatan emas yang telah dibangun itu. Jembatan yang mahal itu kini akan roboh dan tumbang bila dilanda banjiir bandang yang hebat berupa pemberontakan, terror, perpecahan antar warga, atau bahkan antar pemerintah pusat dan daerah. Maraknya tindakan korupsi, penjarahan harta kekayaan Negara mengakibatkan kemakmuran rakyat hanyalah cita-cita yang tak kunjung tercapai, malahan beban penderitaan semakin parah karena tindak kekerasan yang terjadi, kemiskinan dan pembodohan rakyat terus – menerus.

Seharusnya itu semua tidak perlu terjadi ketika semua pemangku kebijakan amanah dalam menjalankan tugasnya, namun sayang legislative hari ini telah membuat masyarakat tidak percaya lagi terhadap kinerjanya yang seharusnya mampu mengontrol kinerja eksekutif bukan malah melakukan perselingkuhan antar keduanya untuk mengeruk kekayaan yang seharusnya milik rakyat Indonesia.

Kebumen adalah kota beriman bukan kota bermain. Para birokrat adalah pengabdi masyarakat bukan pengeruk kekayaan rakyat, kalian (Birokrat) diamanahi oleh masyarakat untuk mengelola kabupaten kebumen bukan untuk bermain-main menghabiskan anggaran masyarakat. Dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat seharusnya menjadi ideologi pemangku kebijakan. Apakah kalian tidak malu sudah miskin, marak HIV/AIDS, korupsi tetap terjadi. Lantas bagaimana fungsi legislative.

28 oktober 2016, menjadi momentum untuk bersih-bersih kabupaten kebumen. Semoga  adanya momentum ini menjadi catatan sejarah bagi masyarakat kebumen agar Visi dan Misi para pendirinya tercapai.

Penulis adalah Ketua Umum PMII Cabang Kebumen masa khidmat 2016-2017, dan mahasiswa IAINU Kebumen Semester 7.

 

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

bram

Berbagi itu asik

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Or

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

hot photos of malayalam actress lena renklipornoo.net honey moon xnxx افضل مواقع السكس المترجم sexdejt.org فيلم سكس سورى desi unseen.com indiantubes.net hot sneha راجل ينيك بنته aflamsexaraby.com افلام سكس حيوانات مع نساء 裏風俗 javidol.org 3dsvr
indian xxx videos mehrporn.com kv2 patiala horsemating pakistanixxxmovie.com iandian xxx com telugu heroins blue films xxxhindividoes.com hindu girl hot أشهر مواقع السكس orivive.com سكس محارم عراقى hornybank.com mecoporn.com hdmovies.da
hindi bf video me hindihdporn.net xnxx coimbatore igyou kaikitan cartoon-porn-comics.com manhwa henati slime girl hentai manga jabhentai.com ecchi mecha oh yes mommy.com gotubexxx.com bengali nude girls brother sister sex story pornhindivideo.com student x video