Muda Itu Semangat Bukan Usia

KebumenNews >> Pemaparan diawali oleh Beniyanto Ketua KNPI Kebumen. Beni menjelaskan undang-undang Kepemudaan yang berlaku sejak tahun 2009 telah memperlemah organisasi kepemudaan. Satu pasal krusial dalam undang-undang itu adalah pembatasan umur pemuda. Dalam udang-undang itu tertulis pemuda maksimal berumur 30 tahun. Menurutnya umur pemuda yang maksimal 30 tahun itu terlalu muda.

“Padahal sangat sulit mendapatkan kader pemuda yang sudah matang sebelum usia 30 tahun” Tutur Beni saat pemaparan sebagai narasumber.

Sementara menurut Luthfi Mahasin, Ph. D, dosen yang didatangkan dari Unsoed untuk menjadi narasumber pada acara Pembinaan Organisasi Kepemudaan yang digelar oleh Kesbangpol Kebumen, Kamis (20/10/16). Di aula Puring Hotel Candisari Karanganyar Kebumen pada siang tadi, menyatakan bahwa ‘muda’ itu semangat bukan usia. Jika gagasan jiwa dan semangat selalu baru, maka itulah pemuda, meskipun usianya sudah tua. Tetapi meskipun usia masih muda, tapi pola pikir konseratif, tidak berani berteriak keras, itu bukan pemuda.

Sesi tanya jawab menjadi ajang diskusi, seperti saat Juni Awaludin dengan semangat membuka pertanyaan mengenai permasalahan kepemudaan yang hanya dimanfaatkan oleh kepentingan politik praktis. Sebut saja ketika ada momentum Pilkada, setelah itu selesai sudah tidak dianggap ada. Bagaimana menggerakkan pemuda dan menarik sumber-sumber dana untuk organisasi.

Tanggapan narasumber dengan memberikan saran untuk lebih inten melakukan silaturahmi dan memperluas jaringan agar terbentuk kemandirian.

Sumber dana menjadi kendala utama dalam mengakomodir kegiatan kepemudaan. Permasalahan tersebut disampaikan oleh beberapa wakil Organisasi Kepemudaan (OKP). Seperti yang diungkapkan Abdul Wahid perwakilan santri dari Kewayuhan.

Rofik Nursoleh sebagai Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) lebih mengacu kepada UU Kepemudaan dan mempertanyakan strategi KNPI untuk mahasiswa dan pelajar.

“Dan permasalahan dana dalam sebuah organisasi juga merupakan hal yang penting, bagai mana managemen yang bagus”, Imbuhnya.

Lain halnya pertanyaan Asror dari Karangtaruna. Karangtaruna lebih merasa kesulitan dalam memupuk rasa peduli pemuda untuk aktif.

“Pembelajaran agar pemuda aktif berorganisasi melalui bidang usaha, kendala yang muncul kerena tidak adanya bidang usaha, pemuda bingung mau usaha apa?” Lanjutnya. (Kn01)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Or

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.