10:01 am - Senin Oktober 14, 2019

Hujan Terus, Perajin Gerabah Kebingungan Keringkan Produk

1986 Viewed kebumenn 0 respond
Perajin gerabah (Foto: Fauzi)

Kebumen >> Sejak dahulu, Pejagatan telah dikenal sebagai salah satu daerah penghasil gerabah tanah liat. Desa yang masuk kawasan Kecamatan Kutowinangun, Kebumen itu memproduksi aneka macam kerajinan tangan dari tanah liat seperti layah, lepek/ciri, pegon, kendil, padasan, dan lain sebagainya.

Namun di akhir-akhir ini, pengrajin banyak yang mengeluh karena iklim yang tidak menentu. Sebab tidak dapat dipungkiri bahwa proses pengeringannya mengandalkan panas matahari. Kondisi hujan yang terus menerus tentu saja membuat pengeringan menjadi lama.

Siki panase angel, kadang panas langite padang. Tapi ngko let sedilut mendung gari udan,” (Sekarang panasnya susah, kadang panas langitnya cerah. Tapi nanti sebentar-sebentar mendung lalu hujan)” Tutur Mbah Pariyem (71) saat dikunjungi Kebumen News.

Janda yang telah menjadi pengrajin gerabah sejak masih di umur belasan tahun itu kini mengubah pola produksi. Sekarang lebih fokus membuat layah karena lebih mudah kering daripada  kendil, “Tidak membuat kendil, panasnya susah. Hujan mulu,” tandasnya.

Untuk mempertahankan warisan nenek moyang itu, pihak pemerintah desa pernah bekerja sama dengan PLUT Kebumen yaitu dengan mengadakan pelatihan kreatif-inovatif pada tahun 2015. Namun sayangnya belum bisa ditindaklanjuti oleh warga setempat, terutama para pengrajin tanah liat. (M. Fauzi)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Bupati “Cari Aman”, Perpag Kecewa

Berita Acara Raperda Perubahan APBD Akhirnya Ditandatangani

Related posts