PMII & Ansor Kebumen Tuntut Bupati Usir Tambak Udang di Pesisir

Kebumen News >> Puluhan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kebumen yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Kebumen (Ampek), melangsungkan aksi kembali di Tugu Lawet, Jum’at  (05/8). Dalam aksi yang berlangsung selama satu jam, mahasiswa kembali menolak tambak udang yang dijalankan investor di Pesisir Selatan.

Selama setahun, terhitung sejak September 2015 pasca Audiensi yang dilakukan mahasiswa hingga saat ini jumlah tambak udang di pesisir di empat kecamatan di Kabupaten Kebumen naik tajam. Dari 12 tambak bertambah menjadi ratusan (200 lebih).  Banyak tambak dibuat tanpa melalui proses perizinan yang sah. “Bahkan sebagian sudah merambah lahan konservasi seperti hutan cemara laut dan Gumuk Pasir, serta melanggar garis sempadan pantai,” tutur Korlap Aksi, Solikhan dalam orasinya.

Dijelaskan, kawasan tersebut merupakan kawasan konservasi. Hal ini tertuang pada Perda Nomor 23 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kebumen tahun 2011-2031. Selain itu, sempadan pantai berjarak 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat.

“Kita mempunyai prediksi, pembuatan tambak secara besar-besaran itu tanpa didasari prosedur. Tambak dibuat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Para investor jelas melanggar aturan. Selain itu, masyarakat sekitar menjadi korban karena semuanya dilimpahkan dan mengatasnamakan masyarakat,” katanya.

Kerusakan yang diakibatkan pembuatan tambak udang di pesisir Selatan, seperti kerusakan hutan cemara laut dan pengeprasan Gumuk Pasir akan berdampak pada hilangnya komponen perlindungan kawasan daratan dari serangan gelombang tinggi. Hal ini juga akan berefek pada abrasi pantai.

“Padahal satu tahun silam kita sudah melakukan audiensi dengan DPRD dan beberapa instansi terkait, yang katanya akan segera melakukan proses lanjutan dan akan melakukan tindakan tegas pada oknum yang tidak bertanggung jawab, namun sayangnya sampai detik ini belum terlihat sama sekali perubahan yang terjadi malah semakin marak di pantai pesisir selatan semisal daerah desa Jladri, Kecamatan Buayan dan Pasir Kecamatan Ayah.” Tandas Solikhan.

Disisi lain adanya tambak udang tampaknya memberikan penghasilan ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat, akan tetapi di lain sisi juga menimbulkan masalah yang besar bagi lingkungan pesisir selatan, pasalnya limbah dari tambak udang terlihat dibuang begitu saja di muara sungai dan bibir pantai. “Adanya tambak udang pun secara yuridis jelas melanggar Perda no 23/2012 tentang RTRW Kebumen 2011-2031 (sempadan pantai berjarak 100 meter dari titik pasang tertinggi kearah darat). Melanggar UU No. 27 tahun 2009 yang direvisi menjadi UU N0. 1 Tahun 2014 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dan UU No. 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.” Imbuhnya

Ketua PMII Cabang Kebumen Agus Suroso menegaskan, Bupati dan Dewan adalah pihak yang bertanggungjawab. Pasalnya mereka adalah elit sipil selaku pemangku kebijakan di Kebumen. Mahasiswa menilai para investor dan oknum dinas terkait ada “main”. “Yang kita asumsikan memainkan kepentingan personal bersama dengan para oknum pejabat.” Tandasnya.

“Kita mempertanyakan kepada Bupati tentang tambak udang yang sampai hari ini masih beroperasi di pesisir selatan. Serta menuntut Bupati untuk segera menghentikan tambak udang secara total dan memecat oknum dinas yang melanggar hukum. Serta mengusir investor dari Kebumen,” Kalau pembiaran ini terus terjadi, siapa yang akan bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan di kemudian hari kelak…!!!! Pungkasnya.

Aksi hari ini adalah bentuk kekecewaan kita terhadap pengajuan audiensi yang mestinya dilakukan hari ini di Gedung Dewan dengan Bupati, Polres, dan Dinas terkait namun tidak jadi  dikarenakan, surat permohonan Audiensi hilang di gedung Dewan. Bersamaan dengan pernyataan sikap hari ini, kita  mengajukan kembali permohonan audiensi pada hari selasa besok di gedung Dewan yang di fasilitasi DPRD Kebumen, dengan mengundang Bupati, Polri Resor kebumen, Satpol PP, dan beberapa dinas terkait. (Kn.02)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

bram

Berbagi itu asik

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Or

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.