Masyarakat Kebumen Diminta Waspada Obat dan Makanan Ilegal

Kebumen News (7/8/2016) >> Menyebarnya makanan dan obat-obatan palsu ternyata tidak hanya di kota-kota besar. Kota-kota kecil juga bisa menjadi sasaran empuk peredaran obat-obatan dan makanan palsu yang sangat membahayakan bagi kesehatan, tidak terkecuali di kota Kebumen dan sekitarnya. Masyarakat harus hati-hati terhadap peredaran obat-obatan dan makanan ilegal yang akhir-akhir ini mulai marak diberitakan media massa.

Pesan itu disampaikan dalam acara bertajuk “Komunikasi, Informasi, Edukasi” yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) Semarang bersama anggota DPR RI Komisi IX Amelia Anggraini. Acara yang bertempat di gedung KPR Tulus Jl Sarbini no 4 A Kebumen itu dihadiri oleh lebih 300 orang peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk juga praktisi kesehatan di Kebumen.

Dalam paparannya, Amelia Anggraini yang salah satu mitranya adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) itu mengatakan, obat ilegal sangat berbahaya bagi masyarakat karena diproduksi sembarangan, peralatan yang digunakan tidak higienis, dosis ditimbang sembarangan, dan bahan yang ditambahkan tidak sesuai label.

Anggota DPR RI yang berangkat dari Dapil Jateng 7 (Purbalingga, Kebumen, Banjarnegara) itu menambahkan, jika masyarakat menkonsumsi obat ilegal atau obat melewati batas kadaluarsanya, maka yang akan terjadi adalah munculnya komplikasi penyakit. Bahkan dampak yang paling buruk yang bisa dialami adalah kematian. Oleh karena itu, masyarakat harus berhati-hati betul dalam mengkonsumsi obat-obatan dan makanan.

Ketika ditanya mengenai tindak lanjut acara yang berlangsung pada hari Jumat, 6 Agutus 2016 itu, Amelia mengatakan bahwa Komisi IX memiliki mitra dengan berbagai instansi kesehatan di masyarakat, termasuk Kementrian Kesehatan, sehingga hubungan ini akan digunakan sebagai sarana pemberian edukasi pada masyarakat agar benar-benar terhindar dari bahaya obat-obat ilegal. Edukasi itu akan diberikan secara berkata dan tidak hanya sekali atau dua kali.

“Kami akan selalu melindungi masyarakat, memberi edukasi serta mendorong berbagai instansi terkait untuk mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di tengah masyarakat”, papar anggota legislatif yang pada Pemilu 2014 kemarin dicalonkan oleh Partai Nasdem itu.

Kartu BPJS Palsu

Persoalan dunia kesehatan Indonesia tidak hanya mengenai beredarnya obat dan makanan ilegal yang membahayakan masyarakat. Setelah kasus Vaksin palsu, akhir-akhir ini marak diberitakan tentang adanya kartu BPJS Palsu. Menurut Amelia, ditemukannya kartu BPJS palsu sebenarnya tidak menimbulkan kerugian negara. Tetapi masyarakat yang menjadi korban.

“Masyarakat yang dirugikan, karena itu kami akan memantau terus dan memberi edukasi kepada masyarakat”, tuturnya kepada www.kebumennews.com.

“Memang tidak ada pemberian ganti rugi, tetapi masyarakat akan terus dilindungi dan diedukasi secara berlanjut”, tambahnya.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu cukup menarik karena juga diselingi dengan dengan sajian musik dan kuis. Ada beberapa peserta yang mendapatkan hadiah langsung dari penyelenggara karena berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan nara sumber (Waid)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Or

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.