Akhlakul karimah Bengkel Rusaknya Idiologi Bangsa

Kebumen >> Kerusakan moral bangsa di jaman globalisasi perlu ada solusi, salah staunya akhalkul karimah dan pendidikan pengatahuan pada dunia pendidikan.  benteng  pendidikan sebagai penjaga gawang moral generasi bangsa. Kondisi sekarang bangsa kita tercerabut dengan akar tradisi budaya bangsa kita sendiri, misal cara berpakaian, gaya hidup bangsa tercerabut, jaman sekarang permainan tradisi petak umpet, dengklek, main kelereng hilang di jaman sekarang, padahal itu bagian nilai tradisi.

Demikian salahstau kutipan pengajian Prof.KH.Zuhrul Anam dari At Taujieh leler banyumas,” Moral Generasi Muda Sebagai Benteng Arus Globalisasi ini, menginspirasi apda sejarah kondisi umar bin khotob sebelum kenal rosusulloh Nabi Muhammad, Umar bin khotob menyembah berhala yang di buat dengan gandum untuk diminta keberkahan. Ini gambaran rusak idiologi moral,selain itu Ibnu Khotob pada jaman kerusakan moral, membunuh dan mengubur anak wanita sendiri karena wacana pada waktu negeri  arab  pada jaman raja Fir’oun membuat peraturan bagi anak lahir perempuan hukumnnya .

Nah kemudian Nabi muhmmad SAW sebagai utusan Alloh turun mengatasi kerusakan idiologi bangsa yang rusak. Nabui Muhammad SAW berusaha merubah pola pikir masyarakat secara pelan pelan dan memperbaiki idiologi bangsa arab yang beretika dengan nilai berkemanusiaan,

Kepala Sekolah MTS maarif NU Gombong Gunawan MpdI mengatakan”, acara ini  pengajian dalam rangka perpisahan siswa kela IX sekolah MTS Ma’arif NU Gombong, yang dihadiri LP Maarif, Muslimat MWCNU dan tokoh ulama. Harapannya acara ini menjadi pendidikan akhalkul karimah kepada anak didik, sebab generasi muda harus menjadi benteng arus globalisasi, kuncinya pada akhal.Sebagai generasi masa depan para pemimpin bangsa.

Dijaman globalisasi ini arus informasi yang bebas tanpa filter ini menjadikan kerusakan moral bagi anak didik,  padahal anak didik butuh sumber informasi sebagai jembatan ilmu pengetahuan. Kami dengan kurikulum integral Kemenag, Dikpora, ditambah pondok pesantren  harapannya menjadi tempat pembelajaran yang baik, menuju pendidikan yang beretika dengan salah satu outputnya  lahir generasi bermoral, cerdas, jujur, bertanggungjawab dan inovatif,” ujar Gunawan ( Kn.11)

 

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

bram

Berbagi itu asik

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Or

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.