4:47 pm - Minggu September 22, 2019

MANUSIA SEBAGAI PEMIMPIN DAN GUNUNG SEBAGAI PASAK BUMI

716 Viewed bram 0 respond

Ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada malaikat : “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah dibumi”.(Qs. Al-Baqoroh/ 2:30).Ketika Allah hendak menciptakan manusia pertama, ketika itu ia sedang mempersiapkan ciptaan-Nya itu  untuk melaksanakan tugas yang sangat agung dimuka bumi ini, yakni tugas khalifah.  Pada hakikatnya tugas ini berlaku bagi Nabi Adam dan anak cucunya yang hingga kini masih terus memadati bumi. Oleh karena itu setiap insan  terlahir memikul amanah ini di pundaknya. Khalifah (Pemimpin, wakil Tuhan) termandatkan disetiap insan untuk menjaga, mengurus, mengelola, mengeksplorasi, mendayagunakan, memanfaatkan, dan memakmurkan bumi, serta seraya tetap menjaga kelestarian dan keutuhan sistem yang menjamin terpeliharanya bumi pertiwi dari segala sumber daya yang dikandungnya dari kerusakan dan kemusnahan.

Ketika tuhan memandatkan kepada setiap insan sebagai khaliafah, ketika itu pula tuhan membekali mereka kecakapan-kecakapan dan kualitas tertentu yang memungkinkan mereka menjalankan tugas itu dengan baik. Dan ketika itu pula tuhan menggariskan sejumlah aturan yang wajib dipedomani oleh setiap khalifah-Nya.

Tugas khalifah ini diberlakukan sang pencipta bagi semua manusia, tidak kecuali umat islam. Namun sayang, umat islam yang seharusnya lebih giat merespon tugas ini dengan baik dan menjadi pengamal sejati di antara umat-umat lain, kini malah menjadi umat yang paling lamban mengayomi tuntutan illahi itu. Paling jauh dari harapan ideal yang terkandung dalam titah khalifah dan Al-Qur’an. Karena pada hakikatnya manusia itu mempunyai kewajiban memakmurkan bumi bukan malah merusaknya. Sesungguhnya Allah maha melihat dan maha mengetahui.

“Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku wahai Ulul Albab.” Al-Baqarah (2): 197. “Allah menganugerahkan al-hikmah (kefahaman yang mendalam tentang Al-Quran dan Hadits) kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dianugerahi al-hikmah itu, maka ia benar-benar dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya Ulul Albab-lah yang dapat mengambil pelajaran.” Al-Baqarah (2); 296.

Alam semesta adalah ciptaan Allah. Allah menunjukkan tanda-tanda keberadaan, sifat dan perbuatan Allah. Berarti juga tauhid meliputi hubungan manusia dengan alam (As-Syura: 20).

Selain manusia memimpin dirinya dan orang lain, manusia juga mempunyai kewajiban untuk menjaga alam semesta ini. karena perlu diketahui bahwa gunung yang bertebaran merupakan pasak bumi yang dibuat oleh allah guna menjaga alam ini agar tidak goncang. Sebuah buku berjudul Earth adalah buku pegangan rujukan di banyak universitas di seluruh dunia yang di tulis oleh seorang professor Emeritus Frank Press, seorang penasihat ilmu pengetahun dari mantan presiden Amerika Jimmy Carter dan selama 12 Tahun menjadi presiden di National Academy of sciences, Washington, DC. Buku tersebut menyatakan bahwa gunung-gunung mempunyai akar yang menghujam dalam, seolah-olah gunung-gunung mempunyai bentuk bagaikan pasak.

Selain itu dalam Al-qur’an juga menjelaskan tentang gunug-gunung. Bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sabagai pasak? (Qs. An-Naba’ 78: 6-7). Selain itu dalam Qs. An-Nahl, 16: 15 Allah berfirman “ Dan dia menancapkan gunung-gunung dibumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu,( dan Dia menciptakan) Sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.

Pasak merupakan sebuah penahan atau mencecang sesuatu agar kokoh, begitu pula  gunung-gunung yang menjadi pasak bumi pertiwi juga memiliki fungsi penting dalam menyetabilkan kerak bumi. Dengan kata lain gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan kebawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. dengan cara ini mereka mencanangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing diatas lapisan magma atau diantara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu agar tetap menyatu. Maka ketika gunung-gunung yang bertebaran di atas bumi ini dihancurkan secara otomatis bumi pun akan goncang, bahkan akan terombang-ambing.

Bulan ramadhan, adalah bulan penuh dengan berkah. Semoga keberkahan ini juga didapat kan oleh kita semua, sehingga seluruh umat tergugah hatinya untuk senantiasa menjaga gunung-gunung yang bertebaran sehingga kita menjadi manusia ulul albab.

Ketaatan ritual dalam bulan ramadhan ini haruslah melahirkan kesalehan sosial. Semua ibadah formal harus mampu membentuk pribadi-pribadi muslim yang berkualitas yang di tandai di antaranya terjaganya alam semesta ini dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang sebenarnya ingin merusak amanah tuhan sebagai khalifah.

Penulis adalah mahasiswa IAINU Kebumen yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Iindonesia (PMII) Cabang Kebumen sebagai Ketua Umum.

Oleh: Agus Suroso

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Akhlakul karimah Bengkel Rusaknya Idiologi Bangsa

Related posts