Public Hearing Perubahan Perda Pendidikan, Jangan Parsial dan Menentang Aturan Di Atasnya

758 Viewed kebumenn
Advertisment Single content advertisement top

Kebumen News – Panitia Khusus yang dibentuk untuk menginisiasi perubahan Perda Pendidikan Kabuaten Kebumen menggelar public hearing. Undangan terdiri dari tokoh-tokoh agama, LSM, MUI, NU, Muhammadiyah dan praktisi pendidikan. Hal ini terkait pro kontra munculnya istilah Baca Tulis Al Qur’an dalam beberapa pasal draf erubahan tersebut.

Dalam rapat yang digelar beberapa hari sebelumnya sebagaimana ditulis di koran online ini telah muncul silang pendapat antar masyarakat dan kalangan anggota DPRD tentang sah tidaknya BTA masuk menjadi bagian dari Peraturan Daerah.

Namun beberapa pihak tetap mengusulkan masuknya aturan tentang BTA pada pendidikan dasar. Meskipun beberapa kalangan juga menyatakan bahwa memasukkan pasal BTA itu bertentangan dengan aturan di atasnya yaitu PP No 55 Tahun 2007 yang mengatur bahwa pendidikan agama dan keagamaan merupakan kewenangan pusat dalam hal ini Kementerian Agama.

Bebarapa kabupaten yang telah menetapkan BTA dalam Perda seperti di Tasikmalaya juga telah dihapus Kemendagri karena dikategorikan Perda Syari’ah padahal Tasikmalaya bukan daerah khusus atau istimewa yang berhak menerapkan syari’ah. Mengaca dari peristiwa itu dapat dijadikan pelajaran bagi Kebumen dalam menyusun perda agar tidak sektarian dan parsial. “Hal-hal yang parsial biarlah diatur sendiri-sendiri, sementara kebijakan publik harus memayungi semua dan tidak diskriminatif” Tutur Saeful, aktifis sosial.

Tidak hanya pasal BTA yang meresahkan dan masuk di Draft Perubahan Peraturan Daerah Pendidikan Kebumen itu, termasuk pungutan dari siswa dan wali murid. Justeru dua masalah yang disebut terakhirlah, malah tidak dibahas mendalam dalam Public Hearing semuanya membahas tentang keberadaan pasal BTA.

“Jangan sampai pasal tentang BTA berhasil menjadi pengalihan isu dan perhatian publik terhadap kepentingannya” Tutur Sigit aktifis sosial. (Kn-1)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Gubernur Pimpin Rapat di Kantornya, Perpag Gelar Mimbar di Desanya

“Kebumen Memotret Goes to School to SMAN 1 Karanganyar”

Related posts