11:49 am - Selasa Desember 10, 2019

Madrasah Lebih Ramah Difabel Dibanding Sekolah

1019 Viewed kebumenn 0 respond

Kebumen News – Dengan gaya santai dan tanpa ekspresi Rahmat siswa kelas IV MI Maarif Kebarongan Banyumas catur melawan bupati Kebumen. Sebelumnya ia telah mengalahkan seorang magister. Rahmat adalah anak yang berkebutuhan khusus. Jarinya tidak terpisah, kesulitannya adalah memegang sesuatu. Termasuk bidak catur.

Tetapi kuasa Allah mengalahkan akal manusia, ia dikaruniai kecepatan berfikir dan kemampuan menganalisis permainan catur. Tanpa pernah berfikir panjang ia segera menggerakkan tangannya untuk memindahkan bidak catur, meski dengan kesulitan akhirnya ia berhasil memindahkan catur. Dan tak lama kemudian seorang magister di-skakmat oleh Rahmat. Ia mendapat kehormatan catur melawan Bupati Kebumen.

Selain Rahmat terdapat Haidar, seorang ABK tuna daksa mendapat karunia Allah bisa menghafal 4 juz Al Qur’a,. Haidar adalah siswa kelas II MI Maarif Keji Semarang. Selain dua siswa terdapat sisiwi-siswi Al Hidayah yang menyanyikan lagu, dan berpuisi dari seorang tuna grahita yang pernah ditolak menjadi siswa SDN Kebarongan. Dan seorang siswi tuna rungu dari MI Maarif Sidomulyo Ambal mampu mewarnai dengan sangat baik.

Gebyar Madrasah Inklusi ini digelar oleh SNIP Maarif Jawa Tengah. SNIP sendiri adalah pelaksana SSQ 3 Kementerian Agama RI yang mengelola dana dari Ausaid. Hadir dalam Gebyar Madrasah Inklusi ini Prof. Nurkholis Setiawan, Ph.D Ditrektur Madrasah Kementerian Agama RI, Bupati dan Wakil Bupati Kebumen Yahya Fuad dan Yazid Mahfud, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Dr. Abu Hafsin MA, Ketua PW LP Maarif NU Jawa Tengah Agus Sifwan Hadi, Caryl Perwakilan Ausaid, Direktur SNIP Jawa Tengah Drs. H. Adnan, MA, Sekretaris SNIP Jawa Tengah Syahidin, MA, Ketua LP Maarif Kebumen Imam Satibi, Sekda Kebumen Adi Pandoyo, Kepala Kemenag Banyumas, Bambang Sucipto, M.Pd.I, Kasi Penma Kebumen Drs. H. AShar Muhammadi, M. Ag, guru dan karyawan madrasah dan komunitas difabel se-Jawa Tengah.

Perwakilan Bupati Banyumas menyayangkan pihak SDN Kebarongan yang menolak siswi ABK Kebarongan, “Justru saya bersimpati kepada MI Kebarongan yang bersedia menerima ABK, besok saya akan tekankan kepada sekolah di bawah Dikpora untuk mau menerima siswa-siswi difabel” Demikian tuturnya

Pada akhir acara, semua pihak yang hadir memberikan komitmen untuk seluas-luasnya memberikan kesempatan kepada anak-anak difabel untuk mengenyam pendidikan setara dengan anak-anak lainnya. (Kn/1)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

SBY di Kebumen: Jaga Lingkungan, Agar Kita Saleh Indvidual Dan Sosial

69 Anak Bermain Warna di Arena Lomba

Related posts