2:50 am - Senin April 6, 2020

Kebijakan Pro Investasi Yang Tidak Ramah Lingkungan

790 Viewed kebumenn 0 respond

– Perijinan PT. Semen Gombong
Kebumen – Kebijakan pro investasi yang ditunjukkan oleh pemerintah Kebumen dengan mengijinkan berdirinya PT.Semen Gombong, di kawasan hijau dengan dalih menumbuhkan ekonomi warga karst Gombong dan penyerapan tenaga kerja bagi kawasaan Karst Gombong dipandang tidak tepat. Kebijakan itu justru menjadikan pemerintah Kebumen melalui BPMPT baru-baru ini mendapat penolakan dari warga. Reaksi penolakan itu meniliai kebijakan pro investisi pemerintah untuk PT.Semen Gombong dianggap kebijakan intoleransi bagi warga kawasan karst.
Dampak berdirinya PT.Semen Gombong bagi pemerintah Kebumen dinilai sebagai wujud pertumbuhan iklim ekonomi.  Padahal mulai dari pembentukan tim Amdal dari unsur ahli, dukungan tokoh perdesa dikawasan Karst Gombong tidak membuat kebijakan pro investasi. Justru kebijkan intoleransi menuai polemik yang berujung pada kerugian warga kawasan karst Gombong.

Penolakan yang dilakukan Perpag (Persatuan Karst Gombong), lembaga, organisasi pecinta lingkungan, organisasi petani, serta 400 dukungan petisi penolakan PT.Semen Gombong seharusnya menjadi kaca cermin bahwa masyarakat benar-benar menolak penambangan dan perusakan batu karst untuk tambang.

Kebijakan pemerintah aspek toleransi untuk mencegah timbul konflik antara warga dengan PT.Semen Gombong
“Keberadaan PT.Semen Gombong sudah lama dengar akan berdiri, kira kira sebelum tahun 1997 saya sudah dengar, keinginan pro investasi bagi pemerintah, ternyata menimbulkan intoleransi bagi warga dengan konflik-konflik karena dianggap pabrik semen gombong merusak lingkungan, manusia dan habitat di kawasan karst Gombong,”  Tutur Ali Masum (45) warga Kebumen,
“Maksudnya Kebijakan perijinan PT Semen Gombong yang pro investasi bersifat intoleran, Pendekatan intolerans yang berdampak konflik berkepanjangan di kawasan karst Gombong, pendekatan sosial dengan pembagian keuntungan warga untuk bekerja menjadi karayawan PT.Semen Gombong belum cukup untuk mengganti kerugian akibat kehilangan wilayah karst terumbu yang terbentuk jutaan tahun lalu. Pemerintah Kebumen dinilai menggunakan pendekatan ekonomi semata, padahal seharusnya memakai pendakatan aspek toleransi.
“Aspek toleransi kehadiran PT.Semen Gombonng karena di tolak warga, misalnya pemrintah Kebumen melalui pedekatan lain, jangan dipaksakan perijinan PT.Semen Gombong, menurut pemerintah mendatangkan ivestasi, namun disisi lain warga dirugikan. Seharusnya pemerintah didasarkan pada aspek, baik kebudayaaan, ekonomi, sosial, sejarah dan dampak lingkungan dengan melibatkan partisipasi warga. Warga sekitar jangan sedikitun dirugikan, perijinan dan membolehkan berdirinya PT.Semen Gombong ada di kawasan karst, pilihan kebijkan yang intoleransi, seharusnya membuat kebijakan public yang toleransi.” Kata Ali
“Solusi nilai toleransi, contohnya pembangunan dikawasan wisata atau pembuatan produksi masal aset pertanian pemberdayaan warga kawasaan karst Gombong. Langkah ini toleran, tidak memicu konflik yang berkepanjangan, kebijkan pemerintah toleransi ini terhadap lingkungan, aneka hayati dan manusia ini bisa diterima. Berarti pemerintah tidak memaksakan adanya PT.Semen Gombong beroperasi batu gamping.” Kata Ali Maksum

Aden Andri Susilo SH kepala BPMPT Kebumen yang berwenang memutuskan diijinkannya PT.Semen Gombong memasang iklan disebuah media cetak dan pengumaman di BPMPT mendapatkan reaksi penolakan dari warga kawasan Karst Gombong Perpag (Persatuan Warga Kasawarsan Kasrst Gombong) menolak dengan mendatangi kantor BPMPT Kebumen dan kantor Lingkungan Hidup pada awal bulan februari.
Selain itu, Perpag yang diketuai Samtilar membuat petisi penolakan diwww.change.org. petisi penolakan PT.Semen Gombong mengalir terus setiap hari, petisi dukungan moral tersebut berupa paraf di media online tersebut. Bukan itu saja, dukungan juga dari komunitas tani SeTam Serikat Tani Merdeka dan lembaga yang peduli terhadap lingkungan baik nasional dan internasional.(Kn/3)

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab
Don't miss the stories followKebumen News and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Wuih..Indahnya Pelangi Di Sawangan Adventure

Warga: “Kami Bangun Surau Di Tanah Kami, Bukti Pemilikan Tanya Gubernur”

Related posts