Indahnya Kebersamaan

Tak Berkategori

#Kebumen

[one-half-first] [P]ilkada serentak di Indonesia tanggal 9 Desember 2015 menjadkan perhatian publik fokus pada momentum politik ini. Di sana tersimpan harapan, janji-janji, cita-cita dan perubahan. Bagi masyarakat kelas bawah seperti ‘panginyongan’ yang terlalu jenuh dengan seringnya peristiwa politik momentum ini berarti sederhana. Apa yang bisa didapatkan dari Pilkada?

Pikiran ini ringkas, sederhana apa adanya. Orang kecil urusannya ya kecil-kecil, remeh temeh dan sederhana. Pikiran ini pula yang membungkus kepala jutaan pemilih di Kebumen menjelang Pemilu tanggal 9 Desember 2015 mendatang. Praktisnya lagi, adalah siapa Paslon yang memberinya ‘sesuatu’ ia akan mengembalikannya dalam bentuk ‘sesuatu’ yang khusus di bilik suara nanti. Sederhana dan apa adanya.

Dalam tradisi demokrasi yang mengedepankan modernisasi, efisiensi dan efektifitasi unsur motivasi dalam memilih tidak pernah dikaji mendalam apalagi dalam konteks Indonesia. Logika suap untuk memaknai ‘Money Politik’ sudah tidak bisa  masuk dalam setiap momentum pemilihan di Indonesia. Bahasanya sudah diubah, bukan agi suap menyuap, tetapi diganti dengan istilah yang lebih familier lelah kerja. Lelah kerja sebagai pengganti kerja sehari di mana masyarakat tidak kerja karena harus mencoblos.[/one-half-first][one-half][/one-half]

 

Menghilangkan tradisi ‘suap’ atau ‘wuwur’ atau kerennya money politic bukan pekerjaan mudah. Banyak yang berkepentingan di sana, bahkan pejabat yang terpilih atau sedang menjabat saat ini, kemungkinan besar juga tidak lepas dari unsur ini.  Meskipun sampai saat ini masih duduk.

Satu sisi masyarakat merasa nyaan dengan tradisi ini, bahkan kalau tidak ada informasi wuwur ia akan mencari-cari “Siapa yang muwur”? Lalu mendekat dan mengharap wuwuran.

Jadi bagaimana bisa berharap ada pemimpin yang terpilih tanpa wuwur. Bagaikan pungguk merindukan rembulan. Tapi kita masih terus berharap, Pilkada kali ini benar-benar bersih dari unsur-unsur Money politik, agar pemimpin yang terpilih tak punya beban masa lalu.

Dari rangkaian Pilkada, hal yang paling rawan keamanan adalah Pasca Pilkada setelah diketahui siapa kalah dan siapa menang. Rata-rata pendukung Paslon, baru menyiapkan diri untuk menang dan belum menyiapkan diri untuk kalah. Padahal tidak mungkin dalam Pilkada itu akan menang dua Paslon.

Oleh: Mustolih

 

 

Gunakan Bahasa Yang baku, Sopan dan Bertanggung Jawab

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer